motivational islamic quotes
#islamicquotes #namaz #quran #motivationalspeech #motivationalquotes
h
Mike Driver
untitled
Lint Roller? I Barely Know Her
$LAYYYTER
EXPECTATIONS

Discoholic šŖ©
Aqua Utopiaļ½ęµ·ć®åŗć§čØę¶ćē“”ć
Fai_Ryy
The Stonewall Inn
Jules of Nature

#extradirty
todays bird

Love Begins

Product Placement

Origami Around
cherry valley forever
Stranger Things
The Bowery Presents

No title available

seen from Thailand

seen from Bangladesh
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Türkiye
seen from Colombia
seen from United States

seen from Pakistan
seen from Philippines
seen from Malaysia
seen from Nepal

seen from United Kingdom

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States

seen from Malaysia
seen from India
@vierta
motivational islamic quotes
#islamicquotes #namaz #quran #motivationalspeech #motivationalquotes
Ibn al-Qayyim Ų±ŲŁ Ł Ų§ŁŁŁ said:
"The person who treats others kindly and thinks well of them, will find that his intention will remain true, he will feel at ease, his heart will be sound and Allah will protect him from evil and calamity."
[Madarij al-Salikeen | 2/511]
Aturan Tak Umum
Salah satu aturan di umur dewasa yang kuterapkan secara pribadi adalah berhati-hati membangun hubungan dengan orang yang penuh luka dan trauma dalam hidupnya. Aturan tidak umum ini mungkin tidak bisa berlaku untuk semua orang, bahkan kalau dibaca pelan pun, rasanya kurang empati.
Tidak semua orang memiliki kemampuan mental untuk menghadang nilai-nilai baru dalam hidupnya, terpaksa menerima dan menyerapnya, menjadi bagian dari dirinya. Tidak semua orang mampu begitu saja pergi setelah tahu bahwa nilai hidupnya terpengaruh tanpa ia sadari. Dan itulah yang terjadi.
Orang yang masih hidup dalam luka dan traumanya, ia hidup dengan nilai-nilai yang tumbuh karena trauma itu. Proses pemulihan tidak bisa sehari semalam. Sayangnya, tanpa sadar, nilai yang ia yakini itu dibawa kepada orang lain. Menilai hidup orang lain dengan nilai yang ia yakini.
Tanpa ia sadari, beberapa nilai ia paksakan kepada kehidupan orang lain. Tanpa ia pahami, beberapa orang mungkin akan mengalami disorientasi dalam hidupnya, karena nilai yang selama ia miliki, bercampur dengan nilai baru yang bersumber dari luka hidup orang lain.
Pengingat ini berlaku untuk diriku. Karena bagiku, nilai yang kuyakini akan menjadi keyakinan yang menentukan cara berpikir dan langkah hidupku. Di waktu kemarin, aku pun berbuat salah, karena meyakini nilai-nilai yang salah. Salahnya, aku sendiri kebingungan dan mengalami disorientasi nilai. Makin jauh, aku sadar bahwa aku saat itu bukanlah aku yang aku inginkan dalam hidup.
Meski udah jauh. Aku berhenti. Kini menata ulang lagi semua nilai yang kuyakini, lebih tepatnya, sejak dulu kuyakini. KG
āMelambat bukanlah hal yang tabuā
Mungkin ini saatnya kembali menapaki kembali jalan yang pernah aku lalui. Meski terlambat, aku harap banyak manfaat yang bisa didapatkan.
Untukku, untuk keluargaku dan untuk orang lain.
Ternyata solusi dari setiap masalah itu dekat.
āMaka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.ā - QS Al Insyirah 5-6
Real strength? Waking for Fajr, staying silent in anger, and staying upright when others fall. This is the Muslim man's path.
Kadang aku merasa ingin menghilang saja, atau setidaknya menjadi al ghuroba' yang tersembunyi. Kupikir kebahagiaan itu bukan untukku. Di setiap ada moment bahagia selalu disusul perasaan untukku yang tak pantas memperlihatkan senyum cerah itu. Separuh diriku adalah kesedihan. Sejatinya aku tak pura-pura melebarkan senyum d wajahku pada moment itu. Namun selepas senyuman itu ter-capture aku merasa itu hanyalah potret kebohongan belaka. Entahlah. Dan ku tahu kebahagiaan milik semua orang. Kamu pun pantas memperlihatkan senyuman itu, aku harap kamu tidak pernah menyesali senyuman yang tlah kau perlihatkan pada dunia ini. Meski hatimu belum sesempurna senyuman itu :')
Being sensitive is a strengthāit means you feel deeply. But unkindness? Thatās a choice, and a sad one.
Wahai diri,
Aku tahu ada rasa gemetar yang kerap bersembunyi di balik setiap tarikan napasmuātakut tidak disukai, takut gagal, takut salah, takut pada seribu ābagaimana jikaā yang berjejal di kepala. Kau menahan napas di antara bisikan orang lain, di antara bayang-bayang harapan yang terasa terlalu besar untuk kau pikul sendiri. Kadang kau ingin mundur saja, hilang dari panggung dunia, agar tak ada yang kecewa, agar tak ada yang menertawakan jatuhmu.
Namun, dengarkan detak jantungmu yang setia: ia berdetak bukan untuk kesempurnaan, melainkan untuk kehidupan dan hidup bukanlah deretan nilai sempurna, melainkan lembar cerita yang ditulis dengan coretan berani. Kegagalan tak pernah jadi catatan dosa; ia adalah guru yang setia, menunggumu bangkit sambil membawa pelajaran. Kesalahan hanyalah bukti bahwa kau bergerak, mencoba, bertumbuh. Dan tentang tidak disukai? Ingatlah: keberhargaan dirimu tak pernah diukur oleh pandangan singkat siapa pun ia berakar di dalam, kokoh dan penuh arti.
Maka peluklah ketakutan itu, jangan buang dia jauh-jauh. Ketakutan hanyalah isyarat bahwa jalan yang kau tempuh berarti; ia meminta ditemani, bukan diusir. Berjalanlah bersamanya, genggam tangannya. Katakan, āAku mendengar, tetapi aku tetap melangkah.ā Saat kau tersandung, beri ruang bagi air mata, lalu bangun dengan pelan. Setiap langkah meski goyah menjadi bukti kekuatanmu mengalahkan keraguan sedikit demi sedikit.
Teguhkan hati, wahai diri. Tak perlu menunggu hari tanpa takut; cukup jadilah berani di sela-sela detak yang ragu. Teruslah melangkah, karena di setiap upaya ada cahaya kecil yang menuntunmu menuju versi dirimu yang lebih utuh yang tahu bahwa dicintai bermula dari mencintai diri, dan keberhasilan tumbuh dari keberanian jatuh berulang-ulang.
Kuatlah, sebab engkau sudah lebih kuat daripada yang pernah kau kira.
---
korban
menjadi seorang victim dan punya victim mentality itu dua hal yang sangat berbeda. saat sebuah kejadian tidak menyenangkan menimpa, kita sangat mungkin menjadi seorang korban. akan tetapi, bagaimana kita bersikap setelahnya yang menunjukkan bilamana kita terjebak dalam victim mentality atau tidak.
semua kejadian itu⦠cuma terjadi satu kali kan? kita menjadi korban satu kali. selanjutnya, kita yang memilih berapa kali kejadian yang sama itu menyakiti kita. apakah kita akan terus-menerus meruminasinya. apakah kita menentangnya. apakah kita menantangnya. apakah kita menerimanya.
jangan mau punya victim mentality karena itu sifatnya iblis: marah-marah, menyalahkan keadaan dan orang lain, lalu membalas dendam dengan janji-janji jahat (Al 'Araf: 16-17). seperti itulah iblis ketika diusir ke neraka akibat sombong (tidak mau bersujud) kepada Adam. alih-alih, jadilah seperti Adam. dia tergoda, dia melakukan, lalu dia bertaubat (Al āAraf: 23). tanpa menyalahkan siapa-siapa atau apa-apa.
ākasihan akuā¦ā iya, kamu kasihan. tapi nggak perlu minta dikasihani orang lain. yang bisa mengubah keadaanmu adalah usaha dirimu sendiri (Ar Raād: 11) dengan izin Allah (Al Anāam: 59).Ā
jangan mentang-mentang kamu korban, kamu menjadi semena-mena. hak kamu hanya perlu dibela, tidak perlu dituntut. kebenaran hanya perlu ditemukan, tidak perlu dicari, tidak perlu dituntut. keadilan hanya perlu ditegakkan, tidak perlu dituntut.Ā
bangkitlah, untuk dirimu sendiri. berikutnya, jangan mau jadi korban berkali-kali.
Kadang, naifnya diri kita saat beranjak dewasa adalah merasa tahu tentang diri sendiri, berusaha mengendalikan takdir, dan berpikir bahwa setiap usaha pasti akan sampai.
Lupa kalau Allah pun kadang menjauhkan bahkan membuat kita tidak sampai ke tujuan yang kita mau, demi kebaikan kita. Cuma, kitanya yang sering gagal memahami, menyalahkan takdir, dan merasa gagal sebagai manusia. Padahal, jika kita mau berpikir jernih dan lapang, kita hanya sejengkal dari hikmah kebaikan.
Kadang kita juga ingin mengendalikan takdir dengan pekerjaan apa kita berjodoh atau dengan siapa kita mau menikah. Seolah, jika tidak dengan orang tersebut, hidup kita akan sengsara. Kata siapa? Hanya karena kenaifan kita, kita menyangka bahwa jalan satu-satunya adalah memperjuangkannya sampai dapat, meski harus menunggu dan melepaskan kemungkinan-kemungkinan lain yang datang. Yakin?
Bodohnya kita percaya sama kata mutiara yang dibuat oleh orang yang jatuh cinta dan patah hati. Sementara seharusnya kita lebih yakin sama Qada dan Qadar-Nya. Karena hal-hal terbaik menurutNya seringkali tidak mampu kita pahami dalam kapasitas seorang manusia.
Butuh kelapangan hati, butuh kejernihan berpikir, saat beranjak dewasa dengan berbagai macam keputusan besar yang ada di depan mata. Kita berharap tidak membuat kesalahan dalam pengambilan keputusan, tapi kita seringnya hanya bergantung pada keyakinan diri sendiri dan ketakutan-ketakutan di pikiran memengaruhi pengambilan keputusan tersebut. Coba pejamkan matamu, tarik nafas yang dalam. Bagaimana kalau mulai sekarang, kita menata lagi bagaimana cara kita mengambil keputusan dalam hidup. Pelan-pelan membesarkan ruang hati untuk menerima segala petunjuk dan pertandaNya. (c)kurniawangunadi
Teman seperjuangan yang tak pura pura sukses.
Di antara deretan teman seperjuangan, ada satu yang tak pernah bercerita soal seminar, tak pernah unggah sertifikat pelatihan gratisan, dan tak sibuk memberi motivasi pagi dengan kutipan dari buku yang tak pernah ia baca.
Ia tak berpura-pura jadi CEO di bisnis yang bahkan belum punya pelanggan. Tak menuliskan "Alhamdulillah, tak menyangka" setiap habis makan siang di kafe coworking space.
Ia hanya bekerja. Ya, bekerja.
Tanpa perlu mengabari dunia bahwa ia sedang berproses. Tanpa perlu menyebut setiap kegagalan sebagai "pembelajaran luar biasa".
Ia hanya diam, menambal lubang hidupnya pelan-pelan, tanpa sound effect dari media sosial.
Sementara teman-teman lain, sibuk saling mencolek di dunia maya, mengundang satu sama lain dalam seminar yang mereka sendiri tak pahami, berteriak soal sukses dari atas panggung yang mereka dirikan sendiri.
āPerjuangan itu proses,ā katanya bukan postingan.
āKesuksesan itu senyap,ā bukan headline yang dibayar pakai barter kopi gratis dan kursi lipat.
Ia tak memakai kata-kata seperti "naik kelas", "mentoring", atau "healing". Ia lebih percaya pada kata "menabung", "menyusun ulang", dan "tidur cukup".
Lalu ketika yang lain sibuk menciptakan personal branding, ia justru memilih memperbaiki personal reality.
Dan saat dunia bertanya, mengapa ia tak pernah muncul dalam daftar inspiratif, ia hanya tertawa kecil, seperti tahu bahwa yang paling berhasil tak pernah butuh pengakuan dari yang paling bising.
--lartikriyadisworld--
Ada Dimana Letak Kenikmatan Itu?
Saya pernah membaca sebuah nasihat yang sederhana, tapi maknanya jika ditelisik mendalam, akan menimbulkan decak kagum betapa Allah itu Maha Sempurna atas segala kehendak-Nya. Bunyinya seperti ini:
"Nikmat itu letaknya pada batas, bukan pada kelimpahan."
Sederhana bukan? Tapi bagi mereka yang mampu memahaminya, akan memahami makna filosfis di dalamnya. Misalnya seperti ini, adanya nikmat beristirahat adalah tatkala kita lelah setelah berusaha. Bayangkan jika fisik kita tidak kenal kata lelah? Atau juga, adanya nikmat makan, setelah kita berhasil menahan rasa lapar selepas berpuasa, dsb.
Bayangkan betapa Maha Bijaksana-Nya Allah memberikan ke tiap-tiap hamba-Nya pada jumlah yang sesuai porsinya. Bayangkan jika kita tidak pernah ditimpa kesedihan, apakah kita akan tahu bahwa ternyata hikmah di balik kesedihan seringkali jauh lebih dalam daripada hikmah di balik kebahagiaan?
Kesedihan membuka ruang perenungan, mendidik hati untuk lebih lembut, dan memaksa jiwa untuk lebih dekat dengan Sang Pemilik Kehidupan. Atau juga pada keterhimpitan yang seringkali lebih mendekatkan kita pada Sang Maha Memiliki Segalanya.
Maka, jangan buru-buru mengeluh saat merasa kekurangan. Bisa jadi, di sanalah letak kenikmatan yang Allah titipkan. Bukan dalam tumpukan harta, bukan dalam kenyamanan yang terus-menerus, melainkan dalam keterbatasan yang membuat kita belajar, berjuang, dan akhirnya bersyukur.
Sebab nikmat sejati bukanlah tentang seberapa banyak yang kita miliki, tapi seberapa dalam kita mampu merasakan makna dari setiap yang Allah beri meski tampak sedikit, bahkan ketika terasa menyakitkan.
āKesempurnaan tidak terletak pada tanpa celanya kehidupan, tetapi pada kebijaksanaan dalam kita menerima, mencoba memahami akan keterbatasan itu sebagai bagian dari nikmat.ā
Ya Rabbi, betapa lemahnya hamba tanpa Engkau. Betapa tidak berdayanya hamba tanpa pertolongan-Mu.
Ya Rabbi, dengan segenap kerendahan hati ini, hamba memohon petunjuk dari-Mu atas segala ketidaktahuan dan kelemahan hamba.
Lindungilah hamba dari kesalahan dalam mengambil keputusan dan kekhilafan dalam mengambil tindakan.
Sungguh, Engkau Maha Mengetahui sedangkan hamba tidak sama sekali. Hamba serahkan segalanya kepada-Mu Ya Rabbi, wahai dzat Yang Maha Kuasa. Bagaimana pun akhirnya, yang penting Engkau rida.
Kita bisa memilih pasangan untuk kita. Tapi anak tidak bisa memilih orang tuanya. Hak anak adalah memiliki orang tua yang baik, shalih dan shalihah. - Festival Perempuan Berdaya : Menjadi Orang Tua Untuk Anak Kita