I am happy to be here, surrounded by positive environment, people who always encourage me
Misplaced Lens Cap
almost home
taylor price
🪼
Monterey Bay Aquarium

tannertan36

Discoholic 🪩
we're not kids anymore.
Cosimo Galluzzi
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

#extradirty
Stranger Things
Cosmic Funnies

titsay
hello vonnie
cherry valley forever
No title available
KIROKAZE
sheepfilms
Lint Roller? I Barely Know Her

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Brazil

seen from United States
seen from Brazil
seen from Japan

seen from Australia
seen from United States
seen from United States

seen from Austria

seen from Malaysia
seen from Romania
seen from United States
seen from United States
seen from Türkiye

seen from Canada

seen from United States

seen from United Kingdom

seen from United States

seen from Indonesia
@wulankurniajati
I am happy to be here, surrounded by positive environment, people who always encourage me
I fall for Fall. This is what I look from my window. How could I not capture this beautiful scenery? #Fall #autumn #autumncolors (at Wohnheim Rosenbachweg (RBW))
Göttingen: day 2 After having breakfast. Thank you so much for the warm welcoming Matt, Tina, Jan :)
Early autumn. The leaves start to change color. #autumn #germany (at Göttingen, Germany)
Mungkin Tuhan belum memberikan yang kamu inginkan untuk menghindarimu dari kesombongan.
Iri?
Setiap dari kita pasti pernah punya perasaan iri. "Ih, dia enak banget ya gajinya tinggi" "Dia enak ya, sekolah lagi" "Dia jalan-jalan terus deh, aku juga mau" "Pacarnya ganteng ya, tajir lagi" Itu hanya beberapa contoh. Aku juga pernah iri. Mungkin bisa dibilang sering. "Ya ampun yang lain udah pada mau seminar, mau lulus, aku penelitian aja belum beres. Mereka enak banget." kira-kira begitu, yang paling sering hahaha Ketika merasa iri, aku mengambil sedikit waktu untuk menyendiri dan merenung. Menilai hidupku, mengabsen apa-apa saja keinginanku yang sudah dilabulkan Tuhan, mengabsen apa-apa saja berkah yang sudah Tuhan berikan padaku, dan (yang jelas) flashback. Ya, kembali ke masa lalu. Kalau dulu aku nggak ambil keputusan ini, mungkin sekarang aku nggak akan bla bla bla Pernah berpikir begitu kan? Ketika sampai di tahap itu, hanya ada satu hal yang membuat perasaanku jadi baik. Bersyukur. Lihatlah, apa yang kamu miliki belum tentu dimiliki orang lain. Mungkin banyak hal yang kamu miliki adalah hal-hal yang didambakan orang lain, yang mati-matian dikejar tapi kamu bisa mendapatkannya tanpa harus mati-matian. Bagaimanapun posisimu sekarang, di luar sana banyak orang yang bersedia bertukar posisi denganmu. Karena hidupmu jauh lebih baik dari mereka. Hidupmu tidak seburuk yang kamu rasakan. Ada satu bagian lagu Dewi Lestari berjudul Grow a Day Older yang selalu kuingat kalau aku mulai memelihara penyakit hati. If everything has been written down, why worry? Semua sudah diatur, semua punya rejeki masing-masing. Selamat malam Sabtu, selamat menikmati akhir pekan :)
Erasmus+ Awardees 2015 and Ibu Destriani #Erasmus #Erasmus+ #Erasmus+awardees #ErasmusAwardees2015 #Indonesia #scholarship #predeparture (at Gran Melia Hotel)
The ants tried to pull a dead cockroach. One word for them, amazing! They used their mouth (teeth, maybe) to pull the cockroach. They failed so many times, but they didn't give up. They started again. All of them. I wonder how's the leader gave command. I was really touched by their teamwork. I learnt so many things from an hour observing them. Macro world is always amazing! Small things can give you big things, if you pay attention :) #small #animal #ants #notantman #macro #macrophotography #macroworld #amazing #beautiful #photooftheday #teamwork
HUJAN BULAN JUNI
Hujan Bulan Juni yang kutahu adalah sebuah puisi karya Sapardi Djoko Damono (SDD). Kini, di perayaan usianya yang ke-75 tahun, SDD menuliskan Hujan Bulan Juni sebagai sebuah novel. Beliau bilang ini adalah karya yang berbeda dari puisinya yang telah terbit 26 tahun sebelumnya (bahkan aku pun belum lahir!). Sebagai info, puisi itu adalah salah satu puisi yang paling terkenal dari karya-karyanya. Aku tidak akan membicarakan mengenai puisi itu, walaupun aku jatuh cinta pada setiap baris di dalamnya. Novel ini lebih membuatku jatuh cinta dari halaman pertama sampai halaman terakhir. Selalu ada kejutan di setiap halamannya.
Awalnya aku sama sekali tidak tertarik untuk membaca karya SDD walaupun Tipaw (Si Penggemar karya SDD) sudah luar biasa heboh sejak terbitnya Trilogi Soekram. Sampai akhirnya di suatu siang, dia datang ke perilisan Hujan Bulan Juni di Gramedia Central Park dan menggungah foto satu bagian dari novel itu yang membuatku tidak bisa berkata-kata ketika membacanya. Hanya bisa diam dan dalam hati bilang, “ini gila banget! Keren. Aku harus baca!”
Bagaimana mungkin seseorang memiliki keinginan untuk mengurai kembali benang yang tak terkirakan jumlahnya dalam selembar sapu tangan yang telah ditenunnya sendiri. Bagaimana mungkin seseorang bisa mendadak terbebaskan dari jaringan benang yang susun-bersusun, silang-menyilang, timpa-menimpa dengan rapi di selembar sapu tangan yang sudah bertahun-tahun lamanya ditenun dengan sabar oleh jari-jarinya sendiri oleh kesunyiannya sendiri oleh ketabahannya sendiri oleh tarikan dan hembusan napasnya sendiri oleh rintik waktu dalam benaknya sendiri oleh kerinduannya sendiri oleh penghayatannya sendiri tentang hubungan-hubungan pelik antara perempuan dan laki-laki yang tinggal di sebuah ruangan kedap suara yang bernama kasih sayang. Bagaimana mungkin.
Membaca bagian itu sudah jelas kalau novel ini menceritakan tentang cinta. Kupikir ini akan menjadi sebuah novel sastra yang berat, penuh dengan analogi-analogi mengenai cinta dengan bahasa yang mendayu-dayu. Ternyata aku salah. Novel ini mengalir dengan kalimat-kalimat ringan tanpa kehilangan keindahan bahasanya. Kamu tidak perlu mengerti sastra untuk menikmati keindahan setiap kalimat di dalam novel ini. Kamu juga tidak perlu berpikir berat untuk mengerti apa yang ingin disampaikannya.
Novel ini menceritakan hubungan pelik antara seorang laki-laki dan perempuan, Sarwono dan Pingkan. SDD mengangkat permasalahan yang dialami oleh hampir seluruh pasangan di Indonesia atau mungkin di seluruh dunia. Bibit bebet bobot. Sebenarnya banyak novelis yang mengangkat permasalahan itu, tapi pada akhirnya penuh dengan penghakiman dan selalu berakhir dengan apa yang dianggap benar oleh lingkungan sosial kita. SDD tidak begitu. Dia menulis apa adanya, tanpa menghakimi, tanpa berpihak. Dia menulis opini yang diselipkannya melaui dialog-dialog antara Sarwono dan Pingkan. Ketika membacanya, membuatku banyak berpikir tentang hidupku sendiri. Itu salah satu hal yang membuatku jatuh cinta pada novel ini. Kurasa tidak banyak novel yang enak dibaca tetapi bisa membuatmu merefleksikan diri.
Lingkungan sosial kita sudah cukup membuat hubungan seperti hubungan Sarwono dan Pingkan menjadi pelik, mengapa kita harus menambah kepelikannya dengan berbagai opini yang penuh penghakiman seakan itulah yang paling benar?
Satu hal lagi yang membuat novel ini berbeda adalah akhir ceritanya. Walaupun aku sangat ingin tahu dengan apa yang terjadi pada Sarwono dan Pingkan, harus kuakui keputusan SDD untuk mengakhiri novel ini dengan cara seperti itu sempurna. Kalau aku menjadi dia, aku pun akan melakukan hal yang sama. Bukankah kita tidak akan pernah tahu apa yang akan terjadi selanjutnya?
Bisa dikatakan novelis bertindak sebagai Tuhan atas karyanya, bebas menentukan apa yang terjadi pada tokoh-tokoh di dalamnya. SDD hanya seperti menceritakan apa yang dia lihat dari sepasang laki-laki dan perempuan, tanpa dia tahu apa yang selanjutnya akan terjadi pada keduanya. Mungkin bahasa mudahnya adalah dia membuat apa yang terjadi pada Sarwono dan Pingkan mengambang (satu hal yang banyak dibenci oleh para pembaca). Percayalah padaku, kamu akan berubah pikiran setelah membaca buku ini dari halaman pertama.
Setelah membaca novel ini, aku jadi menyukai Bahasa Indonesia. Kita semua pasti merasakan kalau pelajaran Bahasa Indonesia jauh lebih sulit dari Fisika ataupun Matematika, tapi SDD menunjukkan bahwa Bahasa Indonesia ternyata sangat indah. Mungkin bisa dikatakan bahwa ini adalah kampanye untuk lebih menghargai bahasa nasional negara kita, untuk lebih nasionalis (Mengingat SDD sendiri adalah seorang Guru Besar Sastra Indonesia).
Selanjutnya, aku ingin membaca kumpulan sajaknya dalam buku Hujan Bulan Juni. Semoga bukunya masih ada di Gramedia! (Atau mungkin ada yang ingin memberikannya untuk kado ulang tahunku?) :)
To the next stage of life #insect #serangga #grasshopper #belalang #nature #biodiversityofindonesia #nextstage
Bukber sekaligus reuni IPA4. Banyak cerita, banyak tawa. Pastinya melepas rindu :) #reunion #bukber #sma #sma3depok #highschool #bff #melepasrindu #highschoolneverends
Sebagian berisi #nature #flower #shallot #seed #biodiversity
What a very sad thing. I wish you could travel with me until years later. We had many great memories for 2 years and 2 months (why you have to die after the guarantee end?!). Anyway, thank you for ever made my style cooler. Gonna miss you so bad 😢 #watch #jamtangan #swatch #rip #memory
I don't know what it is. But it comes beautiful and I like it :) #nature #animal #biodiversity #macro
Mating #nature #insect #biodiversity
it's time for selfie! #pbtahayy #hobby #PBT2013 #IPB #graduateschool #bestfriends #selfie #narsis #edisikangen
Persiapan pertunjukkan wayang kulit. #javanese #traditional #muppet #wayang #wayangkulit #budaya #lokal #hajatan #desa #godean #yogyakarta #visitJogja #visitIndonesia