Kita tidak terlalu tua (telat) untuk berubah.
-dan tidak terlalu telat untuk bertaubat.
Kesalahan merupakan hal yang melekat pada diri manusia. Bermacam-macam jenisnya dan hampir setiap orang berbeda-beda, namun tetap saja ada kesalahan yang dilakukan oleh orang yang sama.
Melakukan kesalahan memicu timbulnya penghakiman, ketidaksukaan, kekesalan, kebencian, perasaan malu, bahkan lelucon. Tapi satu yang kadang kita lupa, melakukan kesalahan juga menimbulkan pembelajaran.
Sebagian orang ada yang tidak peduli dan tidak sadar atas kesalahan yang ia perbuat, namun ada juga sebagian yang terlalu larut dalam penyesalan atas kesalahan yang dilakukannya. Percayalah, dua-duanya tidak baik.
Ketika suatu masalah datang padamu, sebelum mengoreksi orang lain, pelajarilah masalahnya dan kaitkan dengan kemungkinan-kemungkinan hal tersebut terjadi karena kesalahanmu. Bukan langsung menyalahkan orang lain, menyalahkan keadaan atau bahkan menyalahkan Tuhan dengan embel-embel takdir.
Atau ketika suatu masalah hadir karena kesalahan yang kau perbuat, jangan juga terlalu larut dalam penyesalan sampai membenci dirimu. Terima masalah itu. Terima keadaan tersebut. Pahami permasalahan dan pahami dirimu. Lalu maafkanlah keadaan dan juga diri kamu karena telah melakukan kesalahan.
Jangan malu. Jangan sampai malu itu menutupi kamu untuk meminta maaf. Jangan sampai malu itu menutupi kamu untuk mengakui kesalahan. Jangan sampai malu itu menutupi kamu untuk berubah.
Tidak apa untuk menyembuhkannya butuh waktu yang sedikit lebih lama. Mungkin membuatmu berhenti dari beberapa peran yang kamu jalani. Take your time for learn, bukan untuk diratapi. Kita semua belajar.
Bagaimanapun kamu manusia. Kita manusia.
Manusia adalah makhluk yang melakukan kesalahan, lalu belajar dari kesalahan itu untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Selamat belajar memahami diri kamu!
Dari manusia yang banyak salahnya,
Ali.
Bandung | 5 Januari 2020













