Sayyidah Hajar tidak tahu apakah di Bukit Shafa dan Marwa itu benar-benar ada air atau tidak?. Yang ia tahu, ia harus terus berikhtiar, berjuang, bergerak!. Demi menghilangkan dahaga bayinya yang menangis berteriak. Sehingga ia kerahkan ikhtiar terbaiknya, berlari menyusuri Bukit Shafa dan Marwa hingga Allah ridha untuk menurunkan pertolongan-Nya.
Dan Allah yang Maha Rahiim itu tahu, batas kemampuan Sayyidah Hajar adalah di putaran yang ketujuh. Ketika Sayyidah Hajar telah sampai di ambang batasnya, Allah turunkan pertolongan baginya dari arah yang tak di sangka-sangka. Bukan dari mata air yang muncul di Bukit Shafa dan Marwa, melainkan mata air yang Allah takdirkan hadir di dekat Sayyidah Hajar meletakkan bayinya.
Begitulah. Kadang, pertolongan itu sengaja Allah letakkan di detik-detik terakhir, untuk menguji siapa yang tetap menjaga prasangka baiknya pada Sang Maha Penggenggam Takdir dan tak putus asa untuk terus berjuang sampai akhir.
Rizqan Kareema
Dari Sayyidah Hajar kita belajar, bahwa obat dari segala kesedihan, ketakutan, dan keresahan karena ketidaktahuan kita tentang apa-apa yang akan terjadi di masa depan, adalah dengan mengoptimalkan ikhtiar terbaik kita sampai ambang batas terakhir dan menjaga prasangka baik kita pada Allah, sang Maha Penggenggam takdir.


















