Teman masa kecilku,
Panjang sudah perjalanan yang sudah kita lalui, dari hanya teman satu kelas. Tidak pernah sekalipun bertegur sapa, entah kenapa. Bertemu lagi setelah semua memiliki cerita hidup masing-masing.
Tidak pernah aku pikirkan, bahkan bayangkan untuk bersamamu. Bukanlah tipeku, dan banyak hal yang tidak aku sukai dari dirimu.
Berawal dari teman, partner kerja dan akhirnya menjadi sahabat. Aku tau dirimu dari dulu suka padaku, tapi aku tidak ingin hubungan lebih karena aku lebih sayang oleh persahabatan kita.
Segala cara aku lakukan untuk menolak dan tidak ingin menumbuhkan rasa apapun untukmu. Tapi kebaikan dan kesabaran dirimu, membuatku menyerah untuk tidak membohongi, bahwa dirimulah yang selalu ada untukku.
Tetapi sekarang, kamu membutuhkan aku. Hidupmu sedang di ujung tanduk, kebebasanmu sedang dirampas paksa oleh orang-orang jahat dan keji. Yaa.. mereka pantas dikatakan orang jahat dan keji, karena kamu orang baik yang tidak pantas mendapatkan perlakuan ini.
Teman kecilku, ingatlah.. aku berusaha semampuku, menolong dan menunggumu. Walau kadang ketika proses menunggumu, aku hilang arah, aku ingin lepas. Kamu orang yang sabar tapi aku..? Sama sekali bukan. Mungkin disini Tuhan sedang melatih kita berdua untuk lebih sama-sama bersabar dan berserah diri, ikhlas menghadapi semua yang terjadi.










