Untuk Gentradanu Ilmal Kautsar,
Gentra, Ibu mau bicara- lewat kata yang bisa ibu sisipkan di awan awan digital yang nantinya bisa kamu ambil pada saatnya. Ibu mau cerita. Masa ibu berkata, kamu sedang tidur seperti biasa. Ini jam 11 malam. Ibu tahu kamu akan bangun beberapa jam lagi, menangis dan minta dikeloni. Jadi sebaiknya ibu cepat bereskan kata kata ini untuk diri kamu yang besar nanti.
Gentra, Ibu mau bicara tentang bagaimana Gentra memberikan Ibu keberanian hanya dari suara. Ibu dulu sangat penakut. Ibu takut jarum suntik, ibu takut luka, ibu takut orang asing, ibu takut pojok gelap di suatu tempat, ibu takut sakit hati atau dilukai. Untuk bisa punya kamu, ibu berpikir panjang waktu karena ibu harus hadapi semua itu. Menyimpan manusia di dalam rahim itu bukan perkara yang dianggap mudah. Intinya, semua ketakutan yang ibu punya akan ibu alami jika ibu ingin punya Gentra. Ibu ingin Gentra tapi Ibu takut engga mampu. Tapi ada suara berani yang akhirnya bilang bahwa Ibu mampu. Dan suara itu kamu, Gentradanu. Gentra, suara; danu, pemberani. Kamu suara cinta yang ibu rasakan jauh sebelum diri kamu lihat dunia. Kamu suara yang bilang bahwa ibu harus berani pada semua. Gentra, Ibu mau bicara tentang bagaimana Gentra mengajarkan Ibu tentang dunia dan ilmu menikmatinya. Gentra guru terdahsyat yang pernah ada di hari hari seorang siswa. Gentra ajarin ibu gimana caranya nerima. Ibu dulu orangnya pengen segala sempurna dan sesuai rencana. Ibu akan emosi kalau hasrat ibu gak terpenuhi. Sekarang, ada kamu, ibu tahu kalau sempurna bukan cuma dicapai sama hal yang terencana. Kamu ajarin ibu nikmatin setiap detik tanpa upaya. Kamu ajarin ibu rehat sejenak dari dunia. Kamu teman santai ibu, sumber dan pengobat suka duka. Untuk hidup dengan damai, kamulah ilmunya, Ilmal.
Gentra, Ibu mau bicara tentang bagaimana Gentra melimpahkan Ibu segala cinta. Gentra sudah melimpahkan cinta terbesar yang pernah ibu rasakan sesama manusia. Meski gak semua cerita ibu dan kamu bertabur bunga, tapi setiap jalin kisah kita dipenuhi cinta. Hanya dengan ada, kamu buat ibu bahagia. Entah kamu secinta apa, tapi ibu akan terima karena dengan kamu begini saja, cinta ini meruah. Kautsar, berkelimpahan itu kata yang tepat untuk gambarkan bagaimana cinta yang ibu rasakan tiap ibu buka mata dan lihat kamu senyum atau nangis manja. Kamu cinta berkelimpahan ibu dari sebelum kala.
Gentra, ibu mau bicara tentang bagaimana dua tahun ini begitu memesona tapi ibu sudah kehabisan puja. Ibu sayang kamu. Bertumbuhlah seluruhmu, doa ibu buat kamu.
Gentra, Ibu Mau Bicara.. Untuk Gentradanu Ilmal Kautsar, Gentra, Ibu mau bicara- lewat kata yang bisa ibu sisipkan di awan awan digital yang nantinya bisa kamu ambil pada saatnya.