Hari itu adalah hari dimana saya melihat dia.. Dia yang sedang bermain dengan handphonenya sambil selonjoran atau yah kita sebut tiduran di sofa yang sebrangnya adalah lift dimana saya berada, saat itu kami sedang berada di sebuah hotel, jangan kalian berfkir macam - macam. itu karena saya dan dia berada dalam satu rombongan atau satu travel saat umrah. sebenarnya saya sudah beberapa kali melihat dia, namun hanya selewat - selewat karena saya bersama dengan kelarga saya kesana kesini, dan begitupun dengannya bersama keluarganya. namun saat disini adalah dimana saya benar - benar melihat dia cukup lama karena saya sedang menunggu lift untuk turun ke bawah. awal melihatnya sebenarnya saya sudah tertarik dengannya. namun saya pendam karena saya berfikir akan selesai bila pulang dari umrah ini. namun karena moment ini saya harus melihat dia cukup lama, akhirnya saya beranikan diri untuk menyapanya terlebih dahulu.
“sendiri aja nih” itulah sapaku padanya
dia melihatku dari atas kebawah seperti sedang menerawang dih ngapain nih orang so kenal.
“iya yang lain gak tau pada kemana” dia akhirnya membalas sapaanku dan akhirnya membenarkan posisi dari tiduran menjadi duduk.
saya waktu itu hanya tersenyum dan kembali menatap lift yang ternyata belum saya pencet, sial ini nih kebiasaan kalau udah fokus kesatu titik, yang lain jadi buyar, dan akhirnya saya cepat - cepat memencet tombol lift itu.
“mau kemana emang?” dia bertanya padaku
“jalan - jalan lah” jawabku sembari tersenyum
dia menghampiriku “boleh ikut gak?”
disitu mungkin saya terkejut antara senang dan kaget, saya tidak tau apa waktu itu saya terlihat senangnya atau biasa saja, namun saya langsung menjawabnya.
“hah? boleh silahkan saja” maaf disitu saya menjadi salah tingkah
akhirnya pintu lift pun terbuka, saya dan dia masuk kedalam lift, oke stay calm jangan salah tingkah atur senyumnya atur tingkahnya jangan bikin dia tidak nyaman yah mungkin itulah yang sedang saya debatkan dalam pikiranku pada saat itu.
akhirnya kita sampai di lantai dasar, dan bergegas keluar dari lift.
saat diluar dia bertanya “ emang mau kemana?”
“jalan - jalan, mungkin beli es krim” jawabku sambil melihat sekeliling yang mungkin ada yang menjual ek krim dekat hotel.
“ah kayanya disana ada kfc, biasanya kfc jual es krim” kataku padanya sambil menunjuk sebuah mall yang mungkin tidak jauh namun tidak dekat juga dengan hotel yah kalau kata kita jalan kaki jauh namun menggunakan kendaraan terlalu dekat (jarak yang tanggung)
dia mengikutiku, saat itu kita belum saling berbicara lagi mungkin saya terlalu serius mencari es krim.
akhirnya kita sampai di tempat kfc, saya yang bahasa inggrisnya belepotan bertanya pada pedagangnya, namun saya tidak terlalu mengerti apa yang dia bicarakan karena menggunakan bahasa arab. akhirnya saya meminta bantuan dia untuk menanyakan apa di tempat itu menjual es krim atau tidak
“mmm.. tolong tanyain dong ada es krim gak hehehe” kataku padanya sedikit malu karena harus minta bantuan padanya. namun dia langsung bertanya pada si penjualnya yang katanya kfc sini tidak menjual es krim, dan menunjuk ke dalam mall bila ingin es krim
akhirnya saya dan dia pergi ke dalam mall untuk mencari es krim, tak jauh dari pintu masuk ada yang menjual es krim. saya langsung beli saja es krim itu tanpa pikir panjang
“ice cream vanilla one scoop, please” dengan bangga saya membeli es krim itu, sampai akhirnya es krim itu sudah pada genggaman tanganku, saya menanyakan harga “how much?”
“30 real” si penjual menjawab *1 real = 3.000
saya melihat merk es krimnya yang ternyata seperti baskin n’ robbin namun saya lupa detailnya apa.
sial sial sial kenapa saya tidak liat dulu merek es krimnya, kenapa harus liat saat sudah membelinya, saya membayar es krim itu dengan muka kaget karena mendengar harganya
saya melihat dia untuk menawarkan es krim mahal ini namun dia tersenyum untuk menolak, sepertinya dia tau kalau saya kaget mendengar saat si penjual menyebutkan harganya, karena dia cengengesan.
di perjalanan kembali ke hotel saya denganya berbincang lumayan banyak, dia lulusan Universitas di Bandung dan sedang melanjutkan pendidikannya di salah satu Universitas di Yogyakarta.
sumpah... awalnya apa yang dia ceritakan pada saya, saya tidak terlalu percaya, karena saya pernah membaca buku bahwa seorang pria akan berbohong pada awal pembicaraan dengan lawan jenis untuk membuat terkesan. jadi saya hanya meng-iya kan saja. namun saat itu saya sennag akhirnya bisa berbincang dengannya, melihatnya dari dekat dan bercanda
sampai di lobi hotel kami menuju lift untuk kembali ke atas ke kamar masing - masing. saat pintu lift terbuka, saya dan dia bergegas masuk dan ternyata ada beberapa orang juga ikutan masuk lift, lift menjadi sempit.
namun ntah sengaja atau tidak, dia berada di depan saya seperti agar saya tidak kedempet.
ku mencium aroma tubuhnya, harum.. Astagfirullah ini lagi umrah ini lagi umrah yah saya harus sadar
sesampainya di lantai tempat kamar kita berada, kita berdua keluar dari lift, saat pintu lift terbuka di kursi tempat asalnya dia tiduran menjadi ramai dengan ibu - ibu dan bapak - bapak. saya dan dia menghampiri ketempat duduk. disitu saya berbincang bersama ibu - ibu. hingga waktu tak terasa.
besok adalah hari terakhir kita umrah, yang artinya akan pulag ke indonesia dan saya tak akan bertemu dengannya lagi
saya, mama dan teteh membereskan semuanya saat di kamar seperti baju dan juga oleh - oleh untuk kerabat di indonesia.
saat selesai solat subuh dan sarapan, kami berkumpul diluar hotel untuk di absen saat masuk bis.
saat di bandara saya bertemu dengannya lagi, dia sedang membantu si penjaga tur atau kita sebut tour guard untuk membagikan tiket beserta passport kepada peserta. dia melihat saya dan dia menghampiriku
“nih” dia menyodorkan beberapa passport dan juga tiket
oh ini anak minta tolong bantuin buat ngebagiin sambil tersenyum saya menerimanya.
saya membagikan passport dan tiket itu sampai akhirnya tersisa 1, dan saat saya melihat, ternyata itu adalah miliknya, kumelihat nama dan fotonya, iya itu dia yang bernama Irfan Maulanasam S. Ds ternyata dia benar sarjana di salah satu Universitas di Bandung.
saya menghampiri dia dan menyodorkan passport miliknya, begitu juga dia yang ternyata memegang passport milik saya, saya kembali ke kursi termpat asal saya duduk dan memasukan passport saya kedalam tas.
saat nama pesawat sudah diumumkan, kami semua menuju pesawat, dan memperlihatkan tiket pesawat masing masing, sayapun membuka tas untuk membawa tiket, namun saat itu saya tidak dapat menemukan tiketnya, saya panik. mama, papa, teteh sudah masuk kedalam pesawat, akhirnya saya membiarkan orang yang di beakang saya agar bisa duluan untuk masuk.
saya mencari tiket itu, sampai tak sadar ternyata a irfan berasa di belakangku,
“kenapa?” dia bertanya dan menghampiriku agar tidak menghalangi orang di belakangnya untuk masuk.
“ini tiketnya lpa nyimpen dimana” jawabku sambil panik dan terus mencari
“hayo loh hilang, ih gak bisa pulang, dadah” ejek dia padaku yang sedang panik, dan saya hanya membalasnya dengan senyuman
“pelan - pelan carinya takutnya nyelip” dia membantu untuk mencarinya
“NAH!!! Alhamdulillah, ada ternyata.. kaget fiuh” kataku yang akhirnya bisa menemukan tiket itu yang ternyata nyelip.
saya dan a irfan akhirnya masuk pesawat bersamaan, kita mencari tempat duduk yang tertera di tiket
“dadah saya didepan disini” ejekku pada a irfan yang belum menemukan kursinya, dia tersenyum ngejek dan berjalan ke belakang yang ternyata kursinya berasa jauh dari saya.
pesawat mulai terbang, dan tujuan awal kita adalah malaysia, karena kita transit kesana lalu lanjut ke Indonesia, berjam - jam akhirnya kami sampai di Malaysia
disana kami disiruh jangan berkeliaran terlalu jauh apalagi untuk keluar bandara. jadi kami hanya mengitari bandara disana
saya duduk sambil makan snak yang dibagi si penjaga tur kepada seluruh anggota. ternyata a irfan ada di sebelahku, dan saya memberanikan diri untuk meminta kontak a irfan.
“a irfan boleh minta kontaknya?” kataku padanya walau malu, tapi saya memberanikan diri dari pada menyesal nantinya
“boleh, ada WA gak?” dia menjawab
“adanya Line a hehehehe..” kataku karena saya saat itu tidak punya WA dan hanya mempunyai Line
“yaudah Line aja” a irfan menjawab, dan akhirnya kita bertukar kontak Line juga BBM, karena pada saat itu BBM masih berjaya. disitu kita mengobrol hal - hal kecil mungkin tidak penting hahaaha..
akhirnya pesawat yang kita akan tumpangi selasai sudah ready kami beranjak menuju pesawat. tak terlalu lama dari Malaysia ke Indonesia, akhirnya kami sampai di bandara Indonesia, menunggu koper dan sibuk memasukan koper ke dalam bis untuk perjalanan dari Jakarta ke Cianjur.
dalam perjalanan kami semua terlelap karena perjalanan di malam hari, hingga akhirnya kita sampai di tempat travel pada pukul 12 malam, semua turun tersenyum bahagia, haru, sedih karena harus saling berpisah dengan anggota lainnya. kami saling salam.
saya dan keluarga saya berpelukan pada keluarganya a Irfan
“hayu mampir dulu sini kerumah” kata mama a irfan menawarkan kepada keluarga saya
“oh emang rumahnya dimana bu?” kata mamaku padanya
“itu disana beberapa blok dari sini, hayu bu mampir dulu” kata mama a Irfan sambil menunjuk rumahnya
“iya bu, insya allah mampir ke rumah yah bu, kasian takut pada capek, kan udah malam” kata mamaku sambil salam ke mama a Irfan
“iya bu, ditunggu yah, hati - hati bu pulangnya” itu lah terakhir percakapan antara ibu - ibu itu
jadi akhirnya kalian tau kan asal mula saya dan dia bertemu, dari situ kita sering kontak, sering main kerumah saya atau rumah dia, minta antar sana sini, bantuin tugas akhir saya. dan dia benar melanjutkan pendidikan di Universitas yang ada di Yogyakarta, jadi kita pernah LDRan pas pendidikan dia, terus kerja juga pernah LDRan.
berantem, sedih, senang, haru ah semuanya. tapi Alhamdulillah dia sangat baik, tidak pernah selingkuh selama ini 2 tahun menjalin hubungan dia yang sabar, memberikan pengertian kalau misalkan saya marah - marah karena kangen pas saat LDRan.
hingga akhirnya dia melamarku, dan tepat pada hari itu dia mengucapkan janji dihadapan semua. sehidup semati saling melengkapi dan saling membutuhkan.
dan Alhamdulillah sampai saat ini saya dan dia masih saling membutuhkan satu sama lain.
dan doakan yang terbaik untuk kami yah hihihihi
semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah, aamiin