Aku dan sepasang bulir sembab
Menepi, dan bersembunyi
Menghilang dan pergi
Mau dikorbankan kemana kebahagiaan yg lebur
Harus kokoh berapa lama yg kau mau
$LAYYYTER
Three Goblin Art
todays bird
almost home
No title available

titsay

izzy's playlists!
Mike Driver

Andulka

tannertan36
Sade Olutola

Product Placement

Kiana Khansmith

Kaledo Art
Claire Keane

❣ Chile in a Photography ❣
No title available
DEAR READER
Cosimo Galluzzi

Discoholic 🪩
seen from United Kingdom

seen from Türkiye
seen from United States
seen from Australia

seen from Brazil

seen from Türkiye
seen from France
seen from United States
seen from France

seen from Bosnia & Herzegovina

seen from Belgium
seen from United States

seen from Malaysia

seen from China
seen from Italy
seen from Greece
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Ireland

seen from United States
@dekata17
Aku dan sepasang bulir sembab
Menepi, dan bersembunyi
Menghilang dan pergi
Mau dikorbankan kemana kebahagiaan yg lebur
Harus kokoh berapa lama yg kau mau
Aku mulai bisa memahami
Ketika ada yang mulai menjauh dan pergi
Seperti saat aku sadar langkah yang aku ambil juga ternyata juga semakin menjauh
Kita sering gagal menyatukan akal dan hati
Tapi kita sering diburu oleh keputusan yang harus cepat selesai
Beberapa kali berada dalam titik terendah untuk gagal memahami
Tapi kembali lagi didesak untuk berdiri
Kadang lupa mengapresiasi diri sendiri, ternyata sekuat itu
Untuk mu yg sedang pelik, aku disini untuk memelukmu dari jauh...
Kamu sudah hebat
Dan sang SENJA
Bahkan aku tidak tau lagi bagaimana mengungkapkan senja soal dirimu. Hal yang indah dengan paduan jingga yang sempurna. Menemani setiap apa yg diceritakan dengan tenang.
Entah alasan yang bagaimana aku mengagumi senja, menyukai senja tanpa karena. Itulah tumpukan alasan yang tak bisa aku jelaskan...
Senja itu mengimbangi suhu ... Tidak dingin tidak panas... Ia memberi kenyamanan bersantai duduk menikmati kelelahan dunia...
Kmu tetap indah sekalipun tidak semua orang memaknainya sama. Semoga senja tetap indah dalam sore nya... :)
RINDU katanya
Dari sekian kisah selama umurmu mana yg begitu kau kenang ??
Pernah merasa rindu begitu jahat??,
Kalau pernah kamu wajar, hatimu masih berfungsi. Namun tak semua rindu ternyata harus kau perjuangkan. Ada yg ternyata kamu harus pendam dan tak boleh semakin mendalam.
Tau kenapa??... Sekalipun kau aktor ceritamu tapi pembuat ceritanya bukan dirimu sendiri. Dunia itu penuh kejutan, jika takdirnya kau tak berhak untuk itu maka jangan kau trabas untuk tetap merindu... Adukan pada Allah... Siapa tau kau dibalas dengan kedatangan obat yg lebih baik
Semangat pejuang rindu
Aku yakin kamu orang baik, semoga didatangkan juga obat rindumu, entah itu yg ada dalam rindumu atau orang lain yg lbh baik... :)
TIPU TAWA
Nampaknya terdengar nyaring sekali bergeming di ruangan. Perangai putih giginya terlihat ramah dipandang.
Alam sampai mengira, dia manusia bahagia yang tengah menari riang dibawah langit bahkan nampak terbahak dibawah hujan.
Saat senja melambai di tepi pantai, ia berbinar menatapnya diam, seuntai senyum menyambut jingga. Ia berbalik ketika langit sudah menghitam.
Pintu sudah menutup bilik untuk rehat. Sekejap dibawah atap sepi, semua berubah nyaringnya.
Terisak sendirian...
Ternyata tadi pagi itu, siang itu, dan sore tadi, ia hanya bernama tipu tawa. Yang tidak ia ekspresikan didepan keramaian adalah tangisnya.
Pernah tidak menahan sedemikian kuatnya agar semua menganggapmu baik baik saja? . Semua seolah berjalan se-profesional mungkin, sekalipun hati sedang begitu emosional.
Untuk mu yang pernah begitu, sesekali saja kamu akui lelahmu, menangis diatas sajadah setelah sujud khusuk mu. Bahkan kesepian begitu faham bagaimana kamu ingin merasa lega dengan semua lelah yang disembunyikan.
Kamu sudah hebat, tetap semangat untuk bertahan ya :)
Salam rangkul untuk manusia2 hebat
Beban yang Melelahkan
Tidak ada yang lebih memberatkan langkah kaki kecuali beban hati, ia tidak terlihat, namun sanggup membuat seseorang menyerah dalam waktu singkat. Mungkin bebanmu hari ini bukan pada apa yang nampak oleh mata, bukan pula dari keringat yang di mulai dari terbit matahari hingga senja. Benar, barangkali bebanmu saat ini ada pada rasa di hatimu.
Seberat-beratnya beban di pundak, masih bisa kamu kurangi atau meminta pertolongan orang lain untuk membantu. Tapi beban hati? Bahkan untuk menceritakannya saja ragu dan malu, ada rasa takut juga kalau ternyata saat bercerita malah bukan bantuan yang di dapat. Beban hati itu melelahkan, sungguh.
Jika terlalu berat beban di hatimu, duduklah sejenak dan berikan waktu untuk hati istirahat, dan terkadang menangis adalah cara terbaik untuk mengurangi beban hati. Tidak apa-apa, karena pada akhirnya beban ini tidak selamanya akan dipikul, ia akan berkurang seiring dengan bertambah kuatnya hati dalam menerima dan menjalani.
Kamu hanya butuh untuk membiasakan, menerima, melapangkan dada dan berdoa untuk meminta kekuatan dan petunjuk dari-Nya. Beginilah rasanya dewasa, bukan?
@jndmmsyhd
Pra pemesanan buku kedua saya bisa dengan klik link berikut:
Link Pemesanan Buku
Maaf
Oh ternyata aku yang kurang sabar
Oh ternyata aku yang masih kurang mengerti
Berapa kali kita bisa mengalah? Berapa kali langkah egomu mundur hanya untuk mempertahankan sesuatu, yang kamu sendiri terkadang lelah untuk terus terusan mengalah.
Pernah tidak mendengar kalimat "ya udah kamu maunya gimana? " " Ya udah aku yang salah" "Iya aku gpp ko".
Tanpa kita sadari mempersiapkan kata seperti itu sebenarnya sulit, sebenarnya sakit, sebenarnya terasa tidak adil. Tapi masih sempat berfikir "dibanding rumit, aku tidak ingin semua ini semakin rusak".
Entah itu mengalahnya nya ibu, ayah, pasangan atau teman sepertinya keramahan itu kini semakin ditekan. Semakin sedikit orang yang akan memahami, "oh aku salah ya? " " Aku terlalu egois ya" "Aku nyakitin kamu ya? " .
Sepertinya dunia semakin merindukan kata MAAF yang sebenarnya, dunia semakin mengintimidasi orang orang baik yang selama ini ternyata mereka yang menjadi suport system.
Seberapa gengsi? Apa terlalu berbeda tahta? Padahal di mata Allah semua sama manusia.
Kondisi
Akhirnya kondisi akan menceritakan semua dengan kehendakNYA. Menjelaskan setiap kebohongan atau bahkan rasa takjub pada seseorang yg diam2 mampu bertahan.
Dunia terkadang terlalu buta untuk melihat apa yang disembunyikan, orang jahat yg takut dilihat, dan orang baik yang tak ingin dipuji.
Aku melihatmu dengan sisi baikmu, sekalipun ragaku masih belum bisa menerimamu kembali. Mungkin itu yang dijelaskan aku menyukaimu.
Segelintir payah nya kepura2an yg retak sungguh trawang dilihat orang. Hingga akhirnya aku ketahuan dunia sedang berada di titik rapuhnya bertahan.
Kondisi yg terjadi menegurku, kenapa kamu begini? Kenapa kamu bisa begitu? Apa yg sudah kamu lakukan?. Tapi ternyata penyesalan yg dibawa kondisi kemarin hingga kini sudah membawa dewasa perlahan.
Belum, belum sedewasa manusia yg hebat. Hanya saja berusaha bertahan dan berfikir lebih baik lapang sebagai bentuk menghargai diri sendiri.
Ternyata ada banyak kondisi yg sedang menjelaskan banyak hal. :)
Bersabarlah dalam menanti seperti ketidakinginanmu agar hari kiamat tak segera datang sebelum kamu merasa cukup pada amalmu. Bersabarlah dalam menunggu seperti ketidakinginanmu agar kematian tidak datang lebih dulu dari hal lain yang kamu tunggu selama ini. Sesuatu akan datang diwaktunya masing-masing sebab sudah ditakdirkan demikian. Bukankah sekuat apapun kita mengusahakan malam ketika fajar baru saja terbit, itu tidak akan terjadi begitu saja bukan? Kita tetap harus menunggu waktunya tiba, melewati siang dan sore yang mungkin akan sangat terik. Perumpamaannya sesederhana itu. Jadi, bersabarlah :)
19. kebaikan laki-laki
kalau kita lihat, di dunia ini ada banyak sekali laki-laki yang baik. laki-laki yang rajin sekali ke masjid dan tekun sekali beribadah. laki-laki yang gigih sekali belajar dan giat sekali bersekolah. laki-laki yang begitu sungguh-sungguh bekerja dan menjemput nafkah. laki-laki yang sangat setia dan taat kepada kedua orang tuanya. laki-laki yang nyaris tidak punya catatan keburukan. kalau beruntung, kebaikan-kebaikan itu berkumpul di satu orang.
kalau kita pikir-pikir dan rasakan, mungkin ada laki-laki baik yang berbuat baik kepada kita (perempuan). menjadi sahabat dan mendengarkan seluruh keluh kesah kita. memberikan semangat setiap hari. mengantarkan kita pulang atau pergi. membelikan makanan saat kita sakit. mengirimi kita berbagai kado. menjadi orang pertama yang panik saat sesuatu tak baik terjadi kepada kita. menjadi yang paling penasaran atas tulisan kita atau karya kita. mungkin ada, laki-laki yang menyayangi kita.
tapi taukah kamu? sesungguhnya kebaikan laki-laki yang bisa terhitung oleh (ayah ibu) seorang perempuan hanyalah satu: melamarnya. kalau ada laki-laki yang mengaku memperjuangkanmu tapi tidak melamarmu, tidak menikahimu, percayalah bahwa perjuangannya belum penuh. sebaliknya, pun begitu. dia yang tidak (belum) berbuat apa-apa tetapi melamarmu, sesungguhnya dia telah melakukan segalanya.
sebab bukanlah perkara kecil bagi seorang laki-laki untuk meminta perempuan dari orang tuanya. tidak dua atau tiga kali dia bergelut dengan dirinya sendiri (terlebih dahulu). ada banyak risiko yang dia putuskan untuk ambil. ada sebongkah tanggung jawab besar yang tiba-tiba diangkatnya sendiri, hendak diletakkannya di pundaknya sendiri.
maka janganlah kita perempuan, yang belum menikah, terhanyut dalam kebaikan-kebaikan yang (masih) semu. maka tak perlu jugalah kalian laki-laki berbuat baik yang semu-semu itu. salah-salah malah ada harapan tidak perlu yang ikut tumbuh. pada suatu titik semua itu tidak penting. semua itu akan kalah dengan dia yang melangkahkan kaki kepada ayah.
maka janganlah kita perempuan, yang sudah menikah, iri dengan kebaikan-kebaikan yang dilakukan para laki-laki lain kepada pasangannya. apalagi tergoyahkan kesetiannya karena ada laki-laki yang baik kepada kita. semua itu kalah dengan dia yang telah melangkahkan kaki kepada ayah.
karena ada banyak laki-laki baik, tetapi kebaikan laki-laki hanyalah satu. maka, hitunglah kebaikan yang satu itu–hitung baik-baik. :)
Senja
Senja akan tetap sama... Tapi tidak semua orang memaknainya sama...
Sedang tidak ingin peduli...
Bukan karena aku tidak menganggapmu ada... Hanya saja ada hati yg tak perlu dilanjutkan rasanya... ❣️
“Kita memilih untuk terlihat baik-baik saja bukan karena tidak ada luka yang singgah, tetapi karena masih banyak hal baik yang patut disyukuri.”
— -Cakrawala
Belajar deh buat kuat... Dan syukuri apa yg sedang kamu peroleh... Maknai setiap rasanya... Suatu saat itu yang bisa terus mendewasakanmu....
Kamu kuat...
Serpihan Debu Masalalu
Jika pertemuan kita sudah usang, maka cerita kita sebatas serpihan masalalu.... Kisah yang berisi solah fiksi,... Kita sudah tak peduli atas perasaan yang sama2 membatu... Memalingkan rindu, dan selalu menolak ingat
Setidaknya kesibukan yang baik sekarang bisa menyapu serpihan debu masalalu
Aku suka lelahku
Hujan Akhirnya Turun
Tahukah kamu ada seseorang yang selalu menanti hujan? Kala hujan turun yang paling basah bukan tubuhnya, tapi hati dan pikirannya. Kenapa? Sebab saat hujan turun seketika itu pula ia mengucap doa, hatinya berdzikir, dan pikiran mengagumi takdir yang membawanya sampai saat ini.
Hatinya penuh doa dan harapan agar dikuatkan dalam perjalanan dunia ini, seakan hujan membasahi hatinya dengan semangat dan prasangka baik bahwa semua akan berlalu dan berakhir. Dan semua doa dan penantiannya akan segera Allah ijabahi pada waktu yang tepat.
Begitulah seorang yang suka dengan hujan dan selalu menunggunya, bukan basah dan syahdunya, tapi pada keberkahan dan terbukanya pintu langit untuk dia berbicara pada Allah. Tuhan pemilik langit dan apa yang diturunkan.
Jangan pernah membenci hujan, jangan pula mencerca takdir hari ini. Ada yang marah karena hujan menyebabkan agendanya terhalangi, tapi seharusnya ia sadar bahwa ada kebaikan dari itu.
Percayalah bahwa hujan ini membawa keberkahan, sebagaimana doaku untukmu agar Allah memberikan semua yang terbaik dalam kehidupan dan impian.
@jndmmsyhd
Cirebon, 14 September 2021.
Waktu
Adakah makna tersirat dari yang telah ter-aksarakan?...Bahkan aku tak pernah ingin waktu menjelaskannya sekarang(!)
Aku mendambakan senja diujung sore.. Tapi terkadang terlalu kelabu pada mendung yang kutemui.. Dari langkah yg sudah menjadi lalu, maka aku menyibak kelabu dengan jalan sisi lain dunia yang benar menuju senja... Beriring doa suatu saat nanti senja akan begitu indah dengan kita...
Suatu hari nanti... Entah kapan dan bagaimana aku temui... Tapi senja akan selalu menunggu kata kita yang misteri
Bukankah senja tak pernah pergi diujung sore?? Karena senja tak pernah ada untuk malam... Dia hanya untuk sore dan tak akan ber-alih...
Jangan terlalu banyak menduga... (!)
Jaga hatimu dengan baik(!)
🐳
BUKANKAH BENAR?
Dunia selalu saja menang untuk masalah bicara....
Tapi lupa bagaimana cara penyampaiannya...
Dunia selalu hebat untuk menilai tapi terkadang lupa untuk menerima dan memahami....
Jika dg sabar lebih indah untuk menerima.. Maka memaafkan adalah ketenangan.... Hidup ini terlalu keras untuk sekedar tau keluh seseorang....
Pulanglah
Karena Allah-lah yang Maha Mengetahui isi hatimu