Novel Review: Bride of The Sun
Halo, guys and gals, apa kabar?!! ^^/
Kali ini saya ingin memberi kalian review salah satu novel lokal hasil garapan Wattpad, berjudul “Bride of The Sun”. Iya, ini ada di Wattpad, gratis. Tapi saya berani jamin, beli pun gak nyesel!!
Oke, kita langsung aja yuk :)
Apa Itu “Bride of The Sun”?
Novel ini tertulis dengan genre “Sci-Fi” di Wattpad, tapi saya lebelkan “Romance” dan “Drama” saja karena menurut saya lebih cocok seperti itu. Hehe. Novel ini juga baru bagian pertama dari tiga novel, di mana bagian kedua dan ketiganya belum rilis.
Bercerita tentang kerajaan Mars, di mana sudah budaya mereka bahwa satu raja memiliki dua ratu yang mengurus tugas berbeda, politik dan sosial. Untuk menjaga perdamaian dengan Bumi, Putri Acelynn dari Bumi, dijadikan salah satu calon ratu, sementara Putra Mahkota Lyon mencintai calonnya yang satu lagi, Putri Serissa yang juga dari Mars. Lyon terus mengabaikan Acelynn, tak mau menyentuh atau pun memanggil namanya, sampai-sampai Acelynn mogok makan empat hari dan sakit. (Coba bayangin, kelewatan gak tuh, si Lyon ini!! Grr…). Acelynn pun akhirnya minta pulang. Agar hubungan Mars dan Bumi tidak rusak, Aerilyn, adik kembarnya yang seorang militer tomboy, diminta menggantikan Acelynn sebagai calon ratu! Inilah awal dari perubahan Lyon dan seluruh kerajaan, di mana ada yang suka, ada juga yang tidak.
Karya bisa dibaca di sini :
https://www.wattpad.com/story/49283743-bride-of-the-sun-open-po
Overall Review
*Note : Mohon dicamkan baik-baik, bahwa apa yang saya tulis perihal review hanyalah opini saya semata, berdasarkan taste dan pengalaman saya baca selama ini. Setuju tidak setuju, berlebihan atau tidak, underestimate atau overestimate, itu terserah Anda, bukan masalah saya :D
Pertama-tama, saya mau bilang saya kecewa… sangat kecewa. Begini kira-kira muka saya pas abis baca.
Kenapa?
Karena lanjutannya belum ada! Beneran, saya penasaran sekali dengan lanjutannya dan saya baru baca katanya ini tiga buku. Sial! Biasanya emang saya males baca komen dan sinopsis, asal doank. Ternyata di akhir sinopsis dibilang ada 2 jilid lagi. Hmph. Yah, mau gimana lagi kalo emang belum rilis. Hiks :(
Oke, beralih dari kekecewaan saya, tepuk tangan dulu untuk sang penulis, “Marcella Azuela” karena jarang sekali saya baca buku lokal, di mana saya kecewa karena masih bersambung. Biasanya, saya gak terlalu peduli. Lebih tepatnya, saya cukup support, semoga ke depannya tambah bagus. Setiap karya indie itu pasti saya dukung, karena saya salut dan ingin sekali karya indie maju. Cuma, pasti selalu ada yang kurang jika dibandingkan dengan karya pro. Nah, untuk yang satu ini, setara pro dalam level taste saya, kecuali cara penulisannya aja.
Nilai plus besar saya selain kebisaan author memancing rasa penasaran, adalah penciptaan karakter, penyampaian emosi, dan konflik. Konflik inilah yang menurut saya paling seru di sini, juga beragam. Awalnya saya kira cuma akan ada konflik romance cinta segitiga satu raja dan dua ratu, eh, tiba-tiba dicampur politik, dan JRENG JRENG JRENG, ada berantem-berantem pula.
Sementara itu, nilai minus yang saya rasakan terhadap karya ini, adalah tata bahasa dan kepenulisan pengarang. Padahal ceritanya bagus, tapi banyak kata yang diulang dalam satu kalimat, kesambung padahal harusnya dipisah, narasi yang terkesan info dump (kebanyakan lempar info ke pembaca), dialog tag yang tidak perlu, atau pemilihan kata yang tidak terlalu sesuai.
Jujur, typo dan EYD adalah salah satu masalah terakhir yang akan saya ulas, tapi hal kecil seperti ini bener-bener sayang banget. Kenapa? Karena bisa aja ada orang yang menganggap penulis tidak membaca lagi tulisannya, atau terlihat tidak serius, lalu gak jadi baca. Sayang loh beneran. Katanya sih akan diperbaiki untuk versi cetak, dan saya harap benar-benar diperbaiki :D
Review Detail
*Note : Hati-hati, review detail bisa mengandung spoiler :)
PLOT
Selain konflik, yang bisa dibanggakan dari Bride of The Sun, adalah permainan plot twist-nya. Mungkin gak bisa dibilang plot twist amat, tapi apa yang akan dilakukan karakter setelah ini, apa alasan karakter berbuat itu, hampir semuanya tidak bisa saya tebak, padahal sudah ada petunjuk dari sebelum-sebelumnya. Ada sih, beberapa bagian yang menurut saya agak dipaksakan, atau saya kurang mengerti, terutama ketika
[SPOILER BERAT]
kudeta terjadi. Sistem parlemen yang tiba-tiba muncul terkesan terlalu cepat.
KARAKTER
Jujur, saya paling suka karakter Lyon di sini. Manusiawi, dan seperti yang Serissa bilang, “kasihan”. Mungkin banyak yang akan suka dengan Aerilyn, tapi sayang, saya bukan salah satunya. Bukan berarti saya benci, suka-suka aja sih. Tapi menurut saya, Aerilyn ini tokoh yang hampir terlalu sempurna, bisa dibilang mendekati Mary Sue.
[SPOILER AKAN MULAI DARI SINI]
Aerilyn ini jago berantem, kepribadiannya baik dan ceria, semua orang baik mendukung dia, dan… banyak hal malang yang menimpa dia. Kebanyakan orang pasti bakal demen sama karakter kayak gini, aku akuin aku juga demen. Cuma karena terlalu banyak hal baik, gak ada sifat buruk yang aku temuin dari karakter ini, makanya aku justru jadi berasa “Ng?”
Selain itu, Aerilyn ini membingungkan. Premisnya cewe militer yang jago berantem, tapi kesan yang ada di hampir keseluruhan cerita itu, cuma sekedar cewe liar ceria, plus ternyata bijaksana juga. Haduh, pokoknya kurang apa coba? Pas ada hal buruk juga nangis, keliatan rapuhnya. Ke mana cewe militernya?
Ya bukan berarti gak boleh nangis juga, sih, dan emang jadi terlihat ada kelemahan. Tapi nangis cewe yang narik perhatian cowo di cerita itu bukan kelemahan bagi saya :D Entah kenapa di tengah jalan saya kurang dapet kesan cewe militernya, meski mungkin ini semua demi drama. Dan karena ini juga rasanya Aerilyn jadi kurang berkembang. Saya juga gak bisa bayangin, ke depannya mo tambah bagus gimana lagi, toh udah bagus.
Dibanding itu, Lyon awalnya saya kesel, dan setelah dijelasin tentang asal-usulnya kenapa dia begitu, tetep aja apa yang dia lakukan sebelumnya salah, bukan berarti bisa dibenarkan. Nah, karakter seperti ini yang bisa berkembang jadi baik, makanya saya lebih suka Lyon ketimbang Aerilyn. Yah, seandainya Aerilyn nyalahin Lyon setelah Acelyn benci sama dia, mungkin saya akan lebih suka. Setidaknya Aerilyn masih punya sisi buruk.
Nah, bagaimana dengan Acelyn sendiri? Jujur, perkembangan karakter ini adalah yang paling tidak bisa saya duga, dan paling saya tunggu-tunggu kelanjutan konfliknya. :)
Serissa? Hmm… ini adalah karakter yang mungkin paling tidak saya sukai, karena menurut saya, agak membosankan. Awalnya, saya cukup penasaran dengan alasan kenapa dia benci Lyon, tapi konflik ini gak terlalu dibahas dan gak terlalu jadi konflik juga pada akhirnya. Wkwkwk. Saya merasa semakin ke belakang, peran Serissa semakin gak penting. Mudah-mudahan sih, akan ada peran penting untuk Serissa di jilid berikutnya, supaya penilaian saya berubah, karena awalnya dia termasuk peran utama. Sayang sekali.
SETTING
Setting alias latar Bride of The Sun, menurut saya merupakan salah satu kelemahan karya ini. Masalah bukan berada pada penciptaan budaya dan lingkungannya yang memang terlihat jelas dalam konflik, tapi dalam penggambaran tempat. Ingat yang saya bilang soal info dump? Ada satu chapter yang menggambarkan Kerajaan Ris, salah satu kerajaan Mars yang ditempati para karakter utama ini, seperti apa. Tapi saya sudah lupa. Bahkan, tanpa informasi itu pun, saya masih tetep ngerti ceritanya kayak gimana. Intinya, info dump ini terkesan gak perlu, padahal latarnya fantasi, yang menurut saya akan menarik jika di-explore dengan cara yang lebih bagus.
Selain itu, pencampuran dengan dunia modern yang tiba-tiba, terkadang agak gak nyaman untuk saya. Contohnya, kata “Belanda” dan “Jepang” yang tiba-tiba muncul, atau pemakaian ponsel. Jujur, saya gak bisa lihat ini sebagai cerita fantasi berdasarkan dunia nyata, seperti halnya “Aldnoah Zero” yang juga berlatar Mars dan Bumi. Kenapa? Karena dunia yang diceritakan, lebih condong ke latar kerajaan fantasi, sehingga ketika muncul kata-kata yang saya kenal di dunia modern, otak saya agak “Ng?” membacanya, meski cuma sebentar.
Bisa dibandingkan dengan “Aldnoah Zero” tadi, unsur negara sangatlah minim, cuma dipakai di tempat yang benar-benar berperan, alias ada karakter utama di sana. Tapi dalam Bride of The Sun, Belanda dan Jepang cuma dipakai dalam pikiran sejenak karakter, di mana saya rasa nama negara itu bisa dibuang, cukup dibilang dengan istilah “negara di Bumi”. Begitu juga dengan ponsel, cuma muncul sesekali tanpa peran penting.
Deskripsi budaya, teknologi, setting itu perlu, tapi alangkah baiknya kalau diikuti dengan plot yang mendukung deskripsi tersebut, sehingga deskripsi itu punya peran penting dan nyantol di otak pembaca lebih dari sekedar “Ng?” atau “Loh?”. Pengarang sudah sukses dengan budaya kastanya, jadi saya rasa bagian lain juga seharusnya tak ada masalah. :)
ILUSTRASI
Saya gak mau terlalu bahas ilustrasi, karena menurut saya sudah cukup dari segi cover, dan masih kurang ilustrasi di dalamnya. Karena katanya akan ada di versi cetak, ya saya gak bisa bilang apa-apa untuk sekarang, ya. Dari cover-nya sih, cukup menarik sebagai shojo alias serial cantik. Hehe.
Penilaian
Enjoyment : 10/10. Membuat saya penasaran per chapter dan lanjutan bukunya, juga perkembangan karakter dan plotnya.
Tata Bahasa : 5/10. Tidak rapi untuk versi Wattpad.
Plot : 10/10. Konflik dan struktur cerita yang solid dan kuat, menarik untuk diikuti.
Karakter : 8/10. Pro dan kontra, tapi emosi para karakter yang mengundang konflik cukup jelas.
Setting : 7/10. Sebenarnya cukup menarik, tapi masih bisa dikembangkan dengan lebih baik.
Ilustrasi : 8/10. Sudah cukup, tapi tidak banyak untuk versi Wattpad.
Average Point : 8/10 (Saya nyatakan LULUS SENSOR *loh)
Akhir kata, ini buku saya RECOMMEND sekali, terutama untuk penggemar Drama, Romance, dan setting kerajaan dan politik. Liat aja Enjoyment-nya 10/10.
PO katanya Rp 55,000, tapi Rp 48,000 sampai tanggal 10 Januari 2016 *eh, buruan loh!! Menurut saya, tergantung kualitas percetakan juga, tapi dari segi cerita 55,000 itu murah!! Kepada author, temukan editor dan tempat percetakan yang bagus, saya berani bayar 100,000 karena menurut saya cerita Anda pantas dihargai segitu XD Ditunggu lanjutannya meskipun sebenernya dah gak sabar. Huhuu T_T










