Gak kuat

#extradirty
art blog(derogatory)

Product Placement
trying on a metaphor
macklin celebrini has autism

pixel skylines
Three Goblin Art
hello vonnie
Stranger Things

if i look back, i am lost
Jules of Nature
almost home

⁂
wallacepolsom
Game of Thrones Daily

★
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

tannertan36
Claire Keane

titsay
seen from Romania

seen from United Kingdom

seen from Argentina

seen from Netherlands
seen from Germany

seen from France
seen from France
seen from Portugal
seen from Singapore

seen from United States
seen from Ukraine

seen from United Kingdom
seen from Iraq

seen from France
seen from Costa Rica

seen from Brazil

seen from Italy

seen from United States

seen from United States
seen from Türkiye
@fadhstory
Gak kuat
Masa duka yang tak berujung.
Aku pikir dan aku rasakan sepanjang beberapa tahun kebelakangan setelah ditinggal alm. Bapk aku akan baik-baik saja. Masa duka ternyata masih terasa, bahkan sangat terasa sekali duka ini. Semakin waktu berjalan aku pikir ini akan buat diriku semakin kuat menghadapi perjalananku, ternyata aku semakin rapuh tak karuan hingga kelelahan mengahadapi kedukaan ini. Takdir akan tetap takdir, aku menerima semua yang sudah ditakdirkan, tapi perasaan duka dan kehilangan masih membuat dadaku sesak dan menangis. Aku sudah berusaha mencurahkan apapun kedalam jurnaling, aku baca buku, aku mensyukuri apapun, aku belajar memaafkan luka yang tercipta dari orang terdekat, dan aku bahkan berani bermimpi kembali setahun belqkangan ini setelah bertahun-tahun lalu aku tak berani bermimpi. Aku masih takut menghadapi kedukaan ku ini.
Aku hanya ingin bertumbuh dengan baik, bukan malah dihantui perasaan takut yang tak kunjung usai. Sedih sekali ingin memeluk tapi siapa?
Surga itu luas, memasukinya tidak ada syarat untuk mengalahkan orang lain. Semua punya kesempatan yang sama untuk mendapatkan Surga.
Fokuslah pada diri sendiri...
Ternyata, aku belum selesai itu.
Ada banyak hal baru kutemukan dalam diriku yang selama ini kuanggap baik-baik saja. Ketakutan masih ada, kupikir ketakutan sudah reda, semenjak aku belajar menikmatin hidup versi diriku. Ternyata masih ada badai ditempat lain yang belum terjamah oleh diriku. Badanku pun kerapkali lelah, menghadapi emosi-emosi yang tak pernah aku sampaikan, kupikir memaafkan semua terjadi dalam hidupku itu sudah cukup untuk bisa melanjutkan perjalananku dan impikanku yang selama ini aku tunggu. Memaafkan hanya menenangkanku sementara, dan pada akhirnya menjadi tumpukan yang ku tak sadari sudah menimbun begitu besarnya emosi-emosiku. Saat ini, aku belajar kembali menghadapi badaiku yang lainnya. Aku juga sedih apa yang aku impikan semakin jauh ku sentuh, namun aku sadar. Aku harus menyelesaikan apa yang perlu aku selesaikan. Aku tak mau luka-luka yang belum aku basuh ini nantinya menjadi beban orang lain dalam hidupku.
Do'akan diriku semakin kuat dan sabar. Serta selalu percaya perjalanan ini akan indah pada waktumya, do'akan selalu hati ini selalu dalam genggaman Allah.
09 Desember 2025
Ada banyak hal yang patut kita syukuri, entah kenapa disaat kita mensyukuri yang ada, hati menjadi jauh lebih legowo. Jujur, aku baru ngerasain seemosinal ini perihal perasaan syukur, bukan berarti sebelumnya tidak bersyukur, saat ini perasaan syukur lebih membawaku jauh lebih dalam berbagai perspektif. Aku menyadari bukan diri sendiri aja yang pernah dikecewain, orang lain juga pernah. Waktu perlahan-lahan mengajariku banyak hal, tadinya hatiku dipenuhi emosi negatif marah, kecewa sedih, apapun itu yang pada akhirnya, berakhir luka pelan-pelan kutata hati ini untuk meromantiskan keadaan baik yang sudah terjadi, lagi terjadi, maupun yang akan terjadi.
Ada banyak harap, dan kuberharap baik yang hadir.
14 Oktober 2025
Perjalanan kemaren baru saja selesai. Aku merasakan perasaan yang tak biasa, pertama kalinya. Lega. Ini baru satu perjalanan panjang, masih ada perjalanan lainnya yang menunggu. Semangat
8 Oktober 2025
Perjalanan panjang baru saja dimulai, bangun dari kegelapan tak ada ujungnya, namun hati dan jiwa selalu yakin akan ada waktu indah nantinya. Saat ini banyak sudut pandang yang bisa nikmati, tinggal bagaimana memutuskannya saja, apa itu terbaik atau tidak. Perjalanan panjang ini membuat seorang diri banyak mengambil hikmah. Jauh lebih tenang ada ombak menerjang kearah kita, bahkan bisa nikmati arah langkah ini kemana saja.
Sidoarjo, 9 Agustus 2024
Perjalanan Indah sudah kunantikan lama, semoga aku bisa menikmatinya.
Cara Pandang Baru Saat Dewasa
Menuju dewasa yang kemudian melihat kehidupan ini bergeser Point of View-nya " 1. Mulai memahami kalau nggak ada yang terlambat dalam hidup, selama kita masih hidup. Itu adalah takdir terbaik yang kita miliki, kalau kita baru memulainya sekarang karena memang sekarang saatnya, bukan karena kita terlambat. Namun, itulah perjalanan hidup kita. Jadi, jangan takut kalau orang lain udah sampai mana, kitanya baru mulai
2. Belajar untuk merasa cukup. Dunia ini nggak ada ujungnya kalau dikejar. Nasihat terbaik yang kudapatkan di umur 34 ini adalah kalau kita gagal satu dua hal terkait urusan dunia, kita masih bisa ngulang. Tetapi kalau gagal di akhirat, ngak akan bisa ngulang buat memperbaikinya.
Rezeki kita itu cukup, tapi nggak akan cukup buat ambisi dan ketakutan kita akan kemiskinan. Ya Allah, kita berdoa setiap hari biar dikasih hati yang benar-benar terus bisa merasa cukup. Biar nggak hasad sama orang, nggak iri sama rezeki orang lain, dan lebih bersyukur sama apa yang kita miliki sekarang.
3. Pondasi agama sangat penting. Sebagai generasi yang tumbuh di lingkungan yang biasa-biasa aja dalam beragama, dulu di sekolah negeri juga agama tidak menjadi materi yang prioritas. Di umur sekarang dan menjadi orang tua, baru ngerasa banget kalau pondasi agama sedari kecil itu penting sekali sebagai panduan hidup. Agar melihat dunia ini lebih bijak dan prioritas hidup lebih benar dan terarah.
Mungkin itu yang bikin sebagian besar orang tua di generasiku sekarang yang milih anaknya sekolah di sekolah berbasis agama. Sebab di fase dewasa ini, sadar jika pemahaman hidup atas landasan spiritual ini yang benar-benar menyelamatkan diri dari masalah-masalah anxiety (kecemasan), feeling lonely (kesepian), depresi, dan beragam isu kejiwaan lain. Itu yang kurasain.
4. Belajar jujur sama diri. Badan itu pasti punya sinyal tertentu sebagai respon terhadap situasi/hal yang lagi jadi beban pikiran. Jangan sampai dzalim sama diri sendiri karena hal-hal yang sebenarnya bisa diputus tapi tetap dipertahankan karena rasa nggak enakan. Dan berujung pada langganan IGD, obat antidepresan, dan segala macam.
Jangan lupa menolong diri sendiri dengan kejujuran. Dan jangan takut buat minta tolong ke orang lain, ke profesional, dsb. (c)kurniawangunadi
Banyak hal dari diri kita yang tidak perlu orang lain tau
Ada perjuangan yang cukup Allah menjadi saksi bagaimana tidak mudahnya
Ada keluh kesah yang cukup Allah menjadi pendengarnya
Ada gelisah yang cukup kita adukan kepada-Nya
Aku akan tetap akan mensyukuri langkah-langkahku ini, entah terlihat kecil atau sepele dimata orang lain akan tetap akan selalu kusyukuri, Tuhan. Aku tau setiapa langkah untuk memulai rasanya berat Tuhan, namun aku percaya aku pasti bisa, dan aku punya do'a IBU. Aku tidak sedang membuktikan ke orang lain hanya ingin membuktikan pada diriku sendiri bahwa aku mampu, aku bisa, aku kuat, dan aku gak sendirian.
KEMBALI
Kembali merajut impian yang telah lama hilang, kembali dengan cerita-cerita hebat, kembali bersama jiwa yang menyenangkan, kembali dengan pundak terkuat.
Apapun alasan aku kembali akan kusambut sehangat itu, mungkin saja ku terlihat tertinggal jauh, namun sebenarnya yang tak terlihat aku telah melewati badai besar, tak apa sendirian dalam impianku, aka ku buktikan pada diriku sendiri bahwasannya ku mampu bertanggung jawab apa yang telah ku mulai. Rasanya sudah cukup aku untuk menyerah sebelumnya, kini aku tak ingin menyerah lagi aku tidak mau menyesal kembali seperti kala itu. Mungkin saja impian ini sederhan dimata orang lain, tapi bagiku ini bagian permulaan aku rajut-merajut impian yang indah lainnya. Aku melewati hari-hariku dengan tetesan air mata, tak ada tempat pundak, sendirian dan sepi adalah teman akrabku, semua itu aku lalui dan membentuk diriku saat ini. Mungkin aku akan melakukan air mata dan ketegaran hatiku saat ini. Do'akan aku selalu untuk mampu mekewati badai apapun dengan penuh keikhlasan, sabar, dan tegar.
Menyakitkan rupanya sendiri ditengah keramaian, tak ada yang bisa dilakukan hanya diam dan nangis. Pertanyaan dikepala tak pernah terjawab dibuat semakin tersiksa dalam sepi ini. Bersuara pun rasanya sia-sia, atau tunjuk badan agar terlihat itupun semakin tertusuk-tusuk segala arah. Mungkin ini terlihat sepele tapi ini sudah berkali-kali dibuat sakit. Lebih baik sendiri dan sepi daripada sendiri tapi ditengah keramaian. Kali ini arah perjalanan berbalik, seperti hati ini.
SEMPURNA
Wajah berjerawat, kaki dan tangannya lembam, tergores, apapun yang membuat dimata manusia itu terlihat tak sempurna. Aku berpikir bukankah menjadi atau terlihat sempurna itu melelahkan bahkan menyiksa pikiran, menguras tenaga. Setengah tahun terakhir ini aku belajar menikmati ketidak kesempurnaan diriku, bukan berarti malas ngerawat, tapi benar-benar menikmati proses ketidak kesempurnaan. Seperti jerawat terkadang tumbuh diarea yang sensitif, mungkin bisa saja aku membeli obat jerawat, atau masker, namun aku lebih memilih menikmati dari yang tadinya kecil menjadi besar lalu mengecil kembali. Atau seperti luka tergores pisau, jatuh, dan lainnya, aku menikmati perihnya luka, kulit sedikit robek, gatalnya, aku menikmati itu semua hingga benar-benar sembuh. Yang kudapati setelah menikmati ketidak kesempurnaan ini, aku menikmati hidup tanpa tapi, aku menjadi mudah mensyukuri yang melewati kehidupan ini. Mungkin pesan ini terlebih untuk diriku sendiri, dan untuk kalian yang membaca tulisan ini, semangat.
Jika rasa kehilangan ini lebih menyakitkan, aku lebih menyukai melihat dari jauh. Aku tak mau membuat cerita kenangan begitu dalam jika kehilangan hanya ada aku seorang. Itu sakit. Aku sangat tersiksa dalam kesedirian ini, baik dari kenangan yg tercipta, kerinduan tiada henti, dan rasa nyaman dan aman sudah tidak ada lagi semenjak kepergianmu. Semakin jauh perjalananku ini bukan sembuh tapi tersiksa, tak ada pundak hangat hanya untuk sekedar bersandar. Lelah sudah namun tidak mungkin aku menyerah. Dari kehilanganmu, aku semakin terjatuh dalam lubang sangat dalam, gelap, sunyi, dingin, tak berdaya. Aku merindukan cahaya bulan yang memancar cahayanya yang indah dan dibersamai bintang-bintang. Indah yah.
Bersyukur dan ikhlas salah satu hal terberat aku jalani, karena banyak hal yang hampa dalam perjalananku. Merindukan tapi mustahil, tersiksa dengan kelelahan, mengalah dan kalah sering kali terjadi, bahkan perasaan ini selalu kosong dan tak terarah.
Setiap malam selalu tersiksa dengan kebisingan kepala ini, dan sunyi.
Perihal langit selalu indah tiada tandingannya,
Dari langit aku belajar syukur dan ketenangan dari hamparannya yang begitu luas,
Memang langit tak selalu indah namun dia selalu dirindukan cahayanya.
Untuk langit terimakasih.