Pada akhirnya perempuan hanya bisa banyak berdo'a dan terus berdo'a, selalu mengandalkan prasangka terbaiknya, selebihnya bertawakal kepada Allah Ta'ala.
Karena menunggu selama ini pun telah didahului dengan permohonan petunjuk kepada Allah Ta'ala, dan ketika harus berhenti berharap, tentu atas izin Allah Ta'ala juga.
Sekeras apapun menggiring hati, jika Allah telah menetapkannya bertahan, ia akan tetap di tempat yang sama hingga Allah sendiri yang mengizinkannya berganti.
Sehingga, adakah cara yang lebih menenangkan selain terus berdo'a? Aku kira, hanya itu, di samping terus memantaskan diri karena Allah Ta'ala.
~ repost tumblr sucianggr














