berapa pun usia kita saat ini, tentu pasti kita punya banyak penyesalan atas berbagai keputusan yang kita ambil dan hal yang dulu kita lakukan.
penyesalan yang membuat kita hidup dalam rasa bersalah dalam waktu yang begitu lama, tidur tak pernah nyenyak, selalu gelisah dibayangi banyak ketakutan dan kekhawatiran sampai akhirnya bisa melepaskan diri dan bertanggungjawab.
penyesalan yang membuat kita tak berhenti bilang, "andai saja aku begini" atau "andai saja aku gak begitu". rasa pengen kembali ke masa lalu untuk mengulang dari awal, memperbaiki, dan mengetoki kepala sendiri agar tidak berbuat bodoh.
ada banyak alasan yang bisa kita paparkan mengenai kenapa kita berbuat demikian: keadaan yang memaksa kita, kelabilan emosi, ketidakmatangan pikiran, kealpaan orang dewasa yang bisa membimbing dan ketidaktahuan.
namun, bila dipikir lebih dalam, alasan terbesarnya sebenarnya sangat sederhana:
kala itu, kita masih begitu muda dan bodoh.
kita masih penuh ego dan emosi. masih begitu labil. masih haus perhatian dan validasi. penuh kebingungan. dan dengan resilien yang barangkali tidak sekuat sekarang.
dengan segala apa yang kita tahu dan mampu waktu itu, keputusan yang pernah kita buat sudahlah keputusan yang terbaik pada saat itu.
semua orang pernah muda. semua orang pernah bodoh. dan semua orang pasti punya kesalahan dan penyesalan dalam hidupnya. kita tidak sendirian mengalami itu semua.
maka, orang yang baik bukanlah orang yang tidak akan dan tidak pernah berbuat salah dan punya kekeliruan. karena bagaimanapun, kita semua hanyalah manusia biasa yang pasti punya khilaf dan ketidaktahuan.
lalu apa yang membedakan kita satu sama lain?
rasa bersalah, penyesalan, meminta maaf, usaha bertanggungjawab dan memperbaiki kesalahan, serta kemauan untuk berubah.
karena memang benar semua manusia akan melakukan kesalahan. tapi tak semua orang bersedia dan mampu untuk belajar dari kesalahannya dan menjadi orang yang tak lagi sama.
jadi, maukah kamu (kita) menjadi orang yang berbeda?