126
Ya Allah, mudahkanlah urusan duniaku, agar aku tidak melalaikan urusan akhiratku.
@ffahraa
dirt enthusiast

blake kathryn
AnasAbdin
he wasn't even looking at me and he found me
taylor price
No title available

tannertan36
almost home
Peter Solarz
will byers stan first human second
i don't do bad sauce passes
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
tumblr dot com
h
🪼
DEAR READER
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
No title available

seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from United States
seen from Australia

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Mexico
@februarys-things
126
Ya Allah, mudahkanlah urusan duniaku, agar aku tidak melalaikan urusan akhiratku.
@ffahraa
Anak Baik, jangan takut dan jangan ragu
Banyak orang yang mau mengurai ragam kegelisahan yang bermunculan di kepalamu. Banyak kejutan menarik yang akan Allah sajikan asalkan kamu jujur memperjuangkan itu. Banyak jalan yang akan terbuka jika kamu tidak memilih mundur meski kondisi saat ini begitu payah, tak sekokoh langkah dulu.
Anak Baik, jangan kalut dan jangan tenggelamkan dirimu
Kapal cita-cita yang kau rakit berbekal nyala optimisme ini jangan biarkan tenggelam. Izinkan ia mengarungi lautan lepas, bertemu banyak orang dari ragam pulau. Bagikan cahaya kebaikan yang kau punya, meski hanya sekepal tangan.
Anak Baik, cita-cita yang kau punya ialah tanggung jawabmu.
Kamu yang harus bertanggungjawab memperjuangkannya. Jangan berharap mendapat sokongan dari manusia, sedekat apapun statusnya. Jangan menitipkan pada yang lainnya, mereka tak sesetia yang kamu sangka. Jangan begitu lama dipendam dalam pikiran, ia butuh langkah awal agar menjadi nyata. Sederhana tidak apa-apa, yang penting punya makna.
Anak Baik, pada Bumi tempat dimana kamu menjejak kaki saat ini, jelajahilah tanah datarnya. Arungi lautan lepasnya. Renungi hamparan langitnya. Jalin hubungan dengan manusia yang sama-sama berdiri disana. Dan yang utama, jaga amalan yaumiyahmu sebagai tali pengikat batin dengan Allah Ta'ala.
Karena kelak Bumi ini akan diganti oleh Bumi yang lain. Dan apabila telah berganti, tak ada lagi yang bisa kamu upayakan. Tinggal memetik hasil, akankah dengan cita-cita yang diperjuangkan hari ini kelak kau akan dapati naungan, atau justru naudzubillah tenggelam dalam keringat kehinaan.
Anak Baik, sungguh lelahnya akan hilang dan pahalanya akan bertahan. Sungguh suatu nikmat akan terasa berganda ketika diraih dengan berlelah-lelah pada awalnya. Sungguh sekecil apapun gerak kebaikan yang kau cipta, tak akan bernilai sia-sia bagi Allah Yang Maha Esa.
Anak Baik, mari kembali semangat dan sigap bergerak!
Padamu yang sedang berjalan pada masa-masa sulit, entah mengusahakan atau pencarian, entah mempertahankan atau merubah keadaan, jangan lupa untuk mengutamakan doa dan keberkahannya.
Aku sama sepertimu, sedang mengusahakan dan mencari, sedang mempertahankan dan merubah keadaan, untuk semua kebaikan dan keberkahan hidup.
- repost tumblr jndmmsyhd
| Juli pergi, usaha dan doanya semakin banyak..
Menikahlah dengan ia yang tidak hanya mampu mendengar cerita-ceritamu, namun juga mampu memberi respon positif atas apa yang kamu kisahkan.
Menikahlah dengan ia yang tidak hanya mampu menemani dirimu, namun juga paham dan mampu terkait apa yang kamu butuhkan saat itu.
Menikahlah dengan ia yang telah selesai dengan dirinya, dengan kesenangannya. Sehingga tanpa kamu minta pun, ia sudah paham dan tahu bahwa kamu adalah tanggung jawabnya, prioritasnya.
Menikahlah dengan ia yang mampu melihat keletihan-keletihan dari sudut matamu, yang paham perihal lelahmu meski hanya lewat embusan napas. Sehingga tanpa kau minta, ia menjadi lebih peka untuk mengulurkan bantuan.
Menikahlah dengan ia yang ketika kakinya melangkah memasuki pintu rumah, semua urusan yang ia miliki di luar sana, ia tanggalkan di depan pintu.
Menikahlah dengan ia yang banyak bercerita. Dengan dia yang lebih senang bercengkrama denganmu dibanding dengan rekan sejawatnya, dibanding dengan ponsel miliknya.
Karena seumur hidup itu sangat panjang, begitu lama. Maka kau perlu dibersamai dengan seseorang yang paham dan mengerti caranya membangun kehangatan rumah tangga.
Sepanjang usia itu terlalu jauh. Maka kamu perlu menemukan pasangan yang tidak hanya hangat di luar rumah, saat orang-orang melihat dengan mata kepala mereka, namun juga hangat di dalam rumah. Ketika kamu dan dia hanya berdua.
Sebab berbuat baik di depan khalayak ramai adalah mudah. Namun tetap keukeh dengan sikap yang sama adalah kesulitan yang tidak semua orang bisa.
Maka menikahlah. Dengan dia yang tidak hanya mampu memelukmu kala kau sedih dan terjatuh. Namun menikahlah dengan dia yang paham dan mampu menenangkan risaumu.
Karena menikah adalah pengorbanan. Maka menikahlah dengan ia yang rela menanggalkan segala senangnya, demi menyenangkanmu.
10.13 p.m || 06 Maret 2024
The only way to stop any pain in your life is to accept the fact that nothing is yours, nothing was yours, and nothing will ever be yours.
They are worldly attachments, Given by Allah, Belonging to Allah and Returning back to Allah!!!
bayangkan
bayangkan sebuah pernikahan
yang masing-masingnya tidak perlu khawatir yang lainnya tidak setia. karena kuat agamanya, kokoh komitmennya.
bayangkan sebuah pernikahan
yang jarak separuh bumi pun tidak akan membuat jauh apalagi terpisah. karena rindunya diwujudkan dalam bentuk menjaga. karena hatinya sudah selalu bisa ditata.
bayangkan sebuah pernikahan
yang keduanya tidak perlu khawatir akan hari yang belum datang. karena kesadaran bahwa semuanya adalah titipan. karena keyakinan bahwa rezeki selalu tepat takaran. karena keimanan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.
bayangkan sebuah pernikahan
yang pasangannya tidak perlu khawatir menjadi tua, diuji kesehatannya, menjadi lupa, atau tidak lagi elok rupa. karena cintanya jauh lebih dalam dari yang terlihat, jauh lebih besar dari yang memikat.
bayangkan sebuah pernikahan
yang orang-orangnya hanya khawatir akan perpisahan. khawatir bilamana kehidupan yang selanjutnya tidak mempertemukan mereka. khawatir bilamana bekal mereka belum cukup. sehingga mereka pun berupaya bersama, mencukupkan semua perbekalan.
pernikahan itu bisa saja adalah pernikahan kita.
If you want to get married, ask Allah for 3 things in a spouse :
Ya Allah please Grant me someone who will remind me of You.
Ya Allah please Grant me someone who will hold my hand in Jannah.
Ya Allah please Grant me someone who will elevate my Imaan.
Ya Allaah gift me a husband like you gifted Khadijah رضي الله عنها with Rasulullah صلى الله عليه وسلم make my husband love me, respect me, honour me, cherish me the way Rasulullah loved Khadijah رضي الله عنها and later as he loved Aisha رضي الله عنها dying in her laps, make him truthful like Abu Bakr Siddique رضي الله عنه make him righteous leader and Lord fearing like Umar رضي الله عنه make him wealthy in (health/wealth) as Uthman al Ghani رضي الله عنه make him bold, fierce, fearless and firm on His deen like Ali رضي الله عنه and grant us righteous progeny like you blessed Ali with Hassan and Hussain رضي الله عنهن Ya Allaah inherit him with qualities of Talha Ibn Ubaidullaah, Abdullah Ibn Abi Bakr, Abu Dujana and all the righteous sahabah and grant him Shahdaah like your chosen sahabah رضي الله عنهم Ameen
Bagaimana doa dapat menyembuhkan jiwamu
Suatu hari, Ibnu Qoyyim pernah mendapatkan pertanyaan tentang apa nasihat para ulama kepada seseorang yang tengah ditimpa suatu cobaan, dan orang itu menyadari apabila cobaan itu terus berlangsung, maka ia merusak dunia dan akhiratnya. Orang ini sungguh telah berusaha sekuat tenaga dengan daya upayanya untuk menanggulangi segala cobaan yang datang padanya namun cobaan tersebut justru bertambah parah dan kian menjadi jadi.
Ibnu Qoyyim menuliskan secara lengkap dalam satu kitab mengenai penyakit dan obatnya. Di antara obat yang disebutkan salah satunya adalah Do’a.
Telah payah rasanya jasad dan jiwamu menghadapi banyak hal yang terjadi di hidupmu. Telah kamu coba segala hal yang dirasa mampu menyembuhkanmu, namun kadang hasilnya nihil kadang terobati namun tak lama sakit itu kembali lagi. Jiwa terasa resah, sering pula hampa, sudah sekuat tenaga kamu berusaha, sering pula saking sakitnya ia, dirimu tak ingin diajak melakukan apa apa atau beranjak kemana mana.
Maka berdoalah, “sudah sudah kulakukan” katamu.
Sudahkah kamu berdoa sebagaimana para kekasih Allah berdoa kepadaNya? Mereka menghadapkan wajahnya ke arah dimana kiblatNya berada, mereka sucikan dirinya, memastikan jasadnya telah bersih membiarkan air mengaliri kulit hingga sejuknya merasuk mengobati keringnya hati. Kemudian mereka memulai pembicaraan hamba kepada penciptanya dengan mengucap hamdalah, bersyukur atas segala nikmat yang diberikan kala dirinya tak layak sama sekali. Mereka memuji Tuhannya, mereka mengucapkan salam , shalawat kepada Nabinya, mereka mendahulukan taubatnya sebab tahu segala kesulitan hidupnya sering kali disebabkan karena lalai dirinya. Mereka beristighfar, meminta ampunan sebelum menyebutkan hajatnya, lalu menghadirkan dirinya di hadapan Allah, bersikap memelas, mengucapkan memanggil namaNya dengan lembut selayaknya memanggil kekasih yang paling dicintainya. Mereka memohon dengan menyebutkan nama namaNya yang indah, sifat sifatNya yang agung, serta kekuasaanNya dan keesaanNya.
Tahukah kamu? sungguh doa semisal itu tidak pernah tertolak. Bagaimana hati bisa gelisah, bila menyadari ia senantiasa berbicara dengan kekasihnya yang memiliki alam semesta, yang menjamin kehidupannya, yang mampu memberikan bahagia padanya, itupun sering kali tanpa diminta.
Begitulah, bagaimana doa mampu menyembuhkan luka di hatimu, sakit di jiwamu. Doa yang dihaturkan tanpa lelah, terus menerus, sungguh Allah menyukai doa yang semisal itu. Doa yang diucap tanpa tergesa gesa untuk segera terwujud. Sebab doa bukan sekedar memo permintaan, melainkan pembicaraan pada yang terkasih yang Maha Pengasih.
God's Plan
@edgarhamas
"Aku hendak, kamu pun hendak. Dan Allah Mahakuasa atas apa yang Dia kehendak." Yang aku jalani sejauh ini, selalunya kehendak-Nya lebih indah dan lebih tepat dibanding hendaknya kita. Jika inginnya kita dan kehendak-Nya seirama, bersyukurlah. Jika tak sesuai rencanamu, tegakkan tubuhmu; Dia sedang memberikan rencana lebih baik.
Hari ini, saya menulis ini atas sebuah alasan yang cukup kuat. Ketika lidah ini nakal berkata, "Andaikan aku tetap di Mesir, pasti hari ini sudah wisuda." Berandai-andai adalah "keusilan" kita untuk mendikte rencana Allah. Padahal dibalik mengandai, sebenarnya ada ketidakridhaan dan ketidakyakinan. And well, ia sebenarnya adalah bahasa halus dari "merengek" atas takdir yang belum tentu ia tahu akhirnya.
Saya berkuliah sudah sejak 2015. Sudah 4 tahun di bangku Strata 1, tapi karena berpindah ke Madinah, akhirnya perlu mengulang lagi di semester pertama. Satu keyakinan yang saya angguki betul, bahwa ridha Allah ada pada ridha ayah dan ibu. Itu lebih dari cukup sebagai bekal bahwa Allah sudah siapkan semacam jalan tembus menuju yang kita idamkan.
Allah selalu punya rencana yang tak kita mampu menduga-duga akhirnya. Plot twist yang begitu jenius tercipta berulang-ulang bagi mereka yang belajar dari setiap peristiwa hidupnya sembari menghiasnya dengan hati yang ridha. Ini bukan sekadar untuk menghibur diri, inilah jalannya yang asli.
Di setiap hilang, ada ganti. Setiap masalah, ada solusi.
"Allahu Akbar", kata Syaikh Mutwally Asy Syarawi suatu hari, "ketika Allah menahanmu dari sesuatu, Dia akan mendekatkanmu pada sesuatu yang lebih baik." Dilengkapi dengan nasihat Syaikh Abdul Aziz bin Baaz, "jangan benci sesuatu yang Allah pilihkan buatmu. Setiap sakit ada ganjarannya, setiap jatuh ada bangkitnya."
Kalau kita tidak memahami dimensi akidah ini, kita akan selalu overthinking. Depresi berkepanjangan karena menganggap semuanya buntu dan tak punya jalan keluar. Padahal Allah dengan sederhana sudah menjanjikan, "bersama kesulitan ada kemudahan."
"Siapa yang bertakwa, Allah akan berikannya jalan keluar; dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka." Memakai pikiran dan logika terlalu dominan akan melemahkan kerja hati dan keyakinan.
Sigmund Freud saja bilang, “In the small matters trust the mind, in the large ones the heart.”
Kamu takut ketika menghadapi takdir yang tak sesuai rencanamu? Wajar. Itu tandanya kamu manusia. Namun cobalah ketakutan itu kamu telisik; biasanya takut itu identik dengan khawatir pada apa yang terjadi di masa depan. Sementara masa depan siapa yang paling tahu? Only Him. The Greatest One. Allah Sang Maha Penjamin.
"Dan siapa yang paling setia menepati janji selain Allah?"
At Taubah 111
when your heart hurts
pray
go into sujood on your prayer mat and pour your heart out. He is always listening and there is nothing more comforting and relieving than venting everything out to Allah SWT.
understand that it is okay to cry.
read Surah Yusuf/Surah Maryam/Surah Duha. the lesson to take from these are so comforting and a reminder to have sabr as it will always be okay in the end in ways you can't possibly imagine. because He will make it okay.
breathe in, close your eyes and say 'Oh Allah, I trust that only you can take this pain away from my heart' and breathe out.
having sabr and tawakkul does not mean you won't have bad days where it hurts but it is trying your best to continue and leaving the outcome to Allah SWT. it is trusting that He will bring the ease. because He will.
Ketika hatimu sakit
> berdoa > bersujudlah di atas sajadah dan curahkanlah isi hati Anda. Dia selalu mendengarkan dan tidak ada yang lebih menghibur dan melegakan selain mencurahkan segala sesuatu kepada Allah SWT. > pahami bahwa tidak apa-apa untuk menangis. > Baca Surat Yusuf/Surat Maryam/Surat Duha. pelajaran yang dapat diambil dari semua itu sangat menghibur dan mengingatkan untuk selalu bersabar karena semua akan baik-baik saja pada akhirnya dengan cara yang tidak dapat Anda bayangkan. karena Dia akan membuat semuanya menjadi baik-baik saja. > tarik napas, tutup mata dan katakan 'Ya Allah, saya percaya hanya Engkau yang dapat menghilangkan rasa sakit ini dari hati saya' dan hembuskan.
memiliki sifat sabr dan tawakkul bukan berarti Anda tidak akan mengalami hari-hari buruk yang menyakitkan, tetapi berusaha sebaik mungkin dan menyerahkan hasilnya kepada Allah SWT. percaya bahwa Dia akan memberikan kemudahan, karena Dia akan memberikan kemudahan.
@sabrgirl
Kenapa khawatir?. Engkau ada dalam ketetapan Allah, keamananmu, keselamatanmu semua ditangan Allah. Tugas kita berusaha, berdoa dan perkuat diri. Kita ada dalam tanggungan zat yang Maha Kuasa dan Maha Bijaksana.
Aku hanya heran, kemaren aku masih mendengar keinginannya untuk bersamaku, hari ini aku sudah tidak mengenalnya. Segampang itu kah perasaannya berubah?
Waaaah. Aku beruntung sepertinya karena tidak terlalu menggubris setiap perkataannya, karna nyatanya dia memang tidak pernah serius akan perasaannya.
11/365 Baik
Tuhan, pintaku sederhana. Dekatkanlah aku pada kebaikan, pertemukanlah dengan orang-orang baik, mudahkan aku berbuat baik, serta kumpulkan aku bersama orang-orang baik. Pintaku semata bukan karena aku sudah baik namun harapku dengan pintaku aku bisa terpercik kebaikan-kebaikan mereka yang engkau ridhoi baik. Agar aku pun jadi pribadi yang baik.
Ins
Wahai muslimah, wanita kebanggaan Islam, yang memilih untuk memuliakan diri dengan taatmu.
Jadilah yang demikian, karena hal itulah yang membuat dirimu teristimewakan.
Engkau yang Allah muliakan, yang melalui rahim mu terlahir dan terdidik mata air generasi dan peradaban.
Wanita-wanita shalihah disegala zaman seperti halnya wanita-wanita pertama dari kaum Muhajirin dan kaum Anshar, yang Allah Ta'ala merahmati mereka oleh sebab apabila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, yang berhubungan dengan urusan wanita, maka mereka sesegera mungkin, berlomba untuk memenuhi seruan tersebut.
Betapa bangga mereka jika merekalah yang lebih dahulu bisa melaksanakan seruan tersebut. Dapat kita bayangkan, kemantapan iman mereka, betapa lurus iman mereka, betapa penuh keyakinan dan kecenderungan mereka kepada kebenaran saat ayat yang diturunkan kepada mereka. Tidak ada lagi perang batin, antara taat atau menuruti hawa nafsu. Sehingga pintu surga pun merindukan wanita-wanita yang demikian.
Menjadi shalihah itu pilihan, terima kasih telah memilih untuk berusaha menjadi yang demikian. Sebagaimana wanita-wanita pertama muhajirin dan kaum Anshar yang memilih peran.
https://instagram.com/gsatria
Ya Allah luruskan niat kami dan berikanlah kami kebikan di dunia dan di akhirat aamiinn
Jika Anak Bertanya tentang Allah
Utamanya pada masa emas 0-5 tahun, anak-anak menjalani hidup mereka dengan sebuah potensi menakjubkan, yaitu rasa ingin tahu yang besar. Seiring dengan waktu, potensi ini terus berkembang (Mudah-mudahan potensi ini tidak berakhir ketika dewasa dan malah berubah menjadi pribadi-pribadi “tak mau tahu” alias ignoran, hehehe). Nah, momen paling krusial yang akan dihadapi para orang tua adalah ketika anak bertanya tentang ALLAH . Berhati-hatilah dalam memberikan jawaban atas pertanyaan maha penting ini. Salah sedikit saja, bisa berarti kita menanam benih kesyirikan dalam diri buah hati kita. Nauzubillahi min zalik, ya…
Berikut ini saya ketengahkan beberapa pertanyaan yang biasa anak-anak tanyakan pada orang tuanya:
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?” Tanya 2: “Bu, bentuk Allahitu seperti apa?” Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah? Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana? Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Tanya 1: “Bu, Allah itu apa sih?
Jawablah :
“Nak, Allah itu Yang Menciptakan segala-galanya. Langit, bumi, laut, sungai, batu, kucing, cicak, kodok, burung, semuanya, termasuk menciptakan nenek, kakek, ayah, ibu, juga kamu.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Tanya 2: “Bu, bentuk Allah itu seperti apa?”
Jangan jawab begini :
“Bentuk Allah itu seperti anu ..ini..atau itu….” karena jawaban seperti itu pasti salah dan menyesatkan.
Jawablah begini :
“Adek tahu ‘kan, bentuk sungai, batu, kucing, kambing,..semuanya.. nah, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa pun yang pernah kamu lihat. Sebut saja bentuk apa pun, bentuk Allah itu tidak sama dengan apa yang akan kamu sebutkan.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
فَاطِرُ ٱلسَّمَـٰوَٲتِ وَٱلۡأَرۡضِۚ جَعَلَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا وَمِنَ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ أَزۡوَٲجً۬اۖ يَذۡرَؤُكُمۡ فِيهِۚ لَيۡسَ كَمِثۡلِهِۦ شَىۡءٌ۬ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلۡبَصِيرُ (١١)
[Dia] Pencipta langit dan bumi. Dia menjadikan bagi kamu dari jenis kamu sendiri pasangan-pasangan dan dari jenis binatang ternak pasangan-pasangan [pula], dijadikan-Nya kamu berkembang biak dengan jalan itu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia, dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat. (Q.S. Asy-Syura:11)
Tanya 3: “Bu, kenapa kita gak bisa lihat Allah?
Jangan jawab begini :
Karena Allah itu gaib, artinya barang atau sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang.
Jawaban bahwa Allah itu gaib (semata), jelas bertentangan dengan ayat berikut ini.
Dialah Yang Awal dan Yang Akhir; Yang Zahir dan Yang Batin ; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. [Al-Hadid (57) : 3]
Dikhawatirkan, imajinasi anak yang masih polos akan mempersamakan gaibnya Allah dengan hantu, jin, malaikat, bahkan peri dalam cerita dongeng. Bahwa dalam ilmu Tauhid dinyatakan bahwa Allah itu nyata senyata-nyatanya; lebih nyata daripada yang nyata, sudah tidak terbantahkan.
Apalagi jika kita menggunakan diksi (pilihan kata) “barang” dan “sesuatu” yang ditujukan pada Allah. Bukankah sudah jelas dalil Surat Asy-Syura di atas bahwa Allah itu laysa kamitslihi syai’un; Allah itu bukan sesuatu; tidak sama dengan sesuatu; melainkan Pencipta segala sesuatu.
Meskipun segala sesuatu berasal dari Zat-Sifat-Asma (Nama)-dan Af’al (Perbuatan) Allah, tetapi Diri Pribadi Allah itu tidak ber-Zat, tidak ber-Sifat, tidak ber-Asma, tidak ber-Af’al. Diri Pribadi Allah itu tidak ada yang tahu, bahkan Nabi Muhammad Saw. sekali pun. Hanya Allah yang tahu Diri Pribadi-Nya Sendiri dan tidak akan terungkap sampai akhir zaman di dunia dan di akhirat.
[Muhammad melihat Jibril] ketika Sidratul Muntaha diliputi oleh sesuatu Yang Meliputinya. Penglihatannya [Muhammad] tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak [pula] melampaui-Nya. (Q.S. An-Najm: 16-17) {ini tafsir dari seorang arif billah, bukan dari saya pribadi. Allahua’lam}
Jawablah begini :
“Mengapa kita tidak bisa melihat Allah?”
Bisa kita jawab dengan balik bertanya padanya (sambil melatih adik comel berpikir retoris )
“Adik bisakah nampak matahari yang terang itu langsung? Tidak ‘kan..karena mata kita bisa jadi buta. Nah,melihat matahari aja kita tak sanggup. Jadi,Bagimana kita mau melihat Pencipta matahari itu. Iya ‘kan?!”
Atau bisa juga beri jawaban :
Adek, lihat langit yang luas dan ‘besar’ itu ‘kan? Yang kita lihat itu baru secuil dari bentuk langit yang sebenarnya. Adek gak bisa lihat ujung langit ‘kan?! Nah, kita juga gak bisa melihat Allah karena Allah itu Pencipta langit yang besar dan luas tadi. Itulah maksud kata Allahu Akbar waktu kita salat. Allah Mahabesar.
Bisa juga dengan simulasi sederhana seperti pernah saya ungkap di postingan “Melihat Tuhan”.
Silakan hadapkan bawah telapak tangan Adek ke arah wajah. Bisa terlihat garis-garis tangan Adek ‘kan? Nah, kini dekatkan tangan sedekat-dekatnya ke mata Adek. Masih terlihat jelaskah jemari Sobat setelah itu?
Kesimpulannya, kita tidak bisa melihat Allah karena Allah itu Mahabesar dan teramat dekat dengan kita. Meskipun demikian, tetapkan Allah itu ADA. “Dekat tidak bersekutu, jauh tidak ber-antara.”
Tanya 4: “Bu, Allah itu ada di mana ?“
Jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di atas..di langit..atau di surga atau di Arsy.” Jawaban seperti ini menyesatkan logika anak karena di luar angkasa tidak ada arah mata angin atas-bawah-kiri-kanan-depan-belakang. Lalu jika Allah ada di langit, apakah di bumi Allah tidak ada? Jika dikatakan di surga, berarti lebih besar surga daripada Allah…berarti prinsip Allahu Akbar itu bohong? [baca juga Ukuran Allahu Akbar]
Dia bersemayam di atas ’Arsy. <— Ayat ini adalah ayat mutasyabihat, yaitu ayat yang wajib dibelokkan tafsirnya. Kalau dalam pelajaran bahasa Indonesia, kita mengenal makna denotatif dan konotatif, nah.. ayat mutasyabihat ini tergolong makna yang konotatif.
Juga jangan jawab begini :
“Nak, Allah itu ada di mana-mana.”
Dikhawatirkan anak akan otomatis berpikiran Allah itu banyak dan terbagi-bagi, seperti para freemason atau politeis Yunani Kuno.
Jawablah begini :
“Nak, Allah itu dekat dengan kita. Allah itu selalu ada di hati setiap orang yang saleh, termasuk di hati kamu, Sayang. Jadi, Allah selalu ada bersamamu di mana pun kamu berada.”
“Qalbun mukmin baitullah”, ‘Hati seorang mukmin itu istana Allah.” (Hadis)
Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 186)
Dan Dia bersama kamu di mana saja kamu berada.(Q.S. Al-Hadiid: 4)
Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah Allah. (Q.S. Al-Baqarah (2) : 115)
Allah sering lho bicara sama kita.. misalnya, kalau kamu teringat untuk bantu Ibu dan Ayah, tidak berantem sama kakak, adek atau teman, tidak malas belajar, tidak susah disuruh makan,..nah, itulah bisikan Allah untukmu, Sayang.” (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Dan Allah selalu memberi petunjuk orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus. (Q.S. Al-Baqarah: 213)
Tanya 5: “Bu, kenapa kita harus nyembah Allah?”
Jangan jawab begini :
“Karena kalau kamu tidak menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke neraka. Kalau kamu menyembah Allah, kamu akan dimasukkan ke surga.”
Jawaban seperti ini akan membentuk paradigma (pola pikir) pamrih dalam beribadah kepada Allah bahkan menjadi benih syirik halus (khafi). Hal ini juga yang menyebabkan banyak orang menjadi ateis karena menurut akal mereka,”Masak sama Allah kayak dagang aja! Yang namanya Allah itu berarti butuh penyembahan! Allah kayak anak kecil aja, kalau diturutin maunya, surga; kalau gak diturutin, neraka!!”
“Orang yang menyembah surga, ia mendambakan kenikmatannya, bukan mengharap Penciptanya. Orang yang menyembah neraka, ia takut kepada neraka, bukan takut kepada Penciptanya.” (Syaikh Abdul Qadir al-Jailani)
Jawablah begini :
“Nak, kita menyembah Allah sebagai wujud bersyukur karena Allah telah memberikan banyak kebaikan dan kemudahan buat kita. Contohnya, Adek sekarang bisa bernapas menghirup udara bebas, gratis lagi.. kalau mesti bayar, ‘kan Ayah sama Ibu gak akan bisa bayar. Di sungai banyak ikan yang bisa kita pancing untuk makan, atau untuk dijadikan ikan hias di akuarium. Semua untuk kesenangan kita.
Kalau Adek gak nyembah Allah, Adek yang rugi, bukan Allah. Misalnya, kalau Adek gak nurut sama ibu-bapak guru di sekolah, Adek sendiri yang rugi, nilai Adek jadi jelek. Isi rapor jadi kebakaran semua. Ibu-bapak guru tetap saja guru, biar pun kamu dan teman-temanmu gak nurut sama ibu-bapak guru. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya [tidak memerlukan sesuatu] dari semesta alam. (Q.S. Al-Ankabut: 6)
Katakan juga pada anak:
“Adek mulai sekarang harus belajar cinta sama Allah, lebih daripada cinta sama Ayah-Ibu, ya?! (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis)
“Kenapa, Bu ?”
“Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal
Karena suatu hari Ayah sama Ibu bisa meninggal dunia, sedangkan Allah tidak pernah mati. Nah, kalau suatu hari Ayah atau Ibu meninggal, kamu tidak boleh merasa kesepian karena Allah selalu ada untuk kamu. Nanti, Allah juga akan mendatangkan orang-orang baik yang sayang sama Adek seperti sayangnya Ayah sama Ibu. Misalnya, Paman, Bibi, atau para tetangga yang baik hati, juga teman-temanmu.”
Dan mulai sekarang rajin-rajin belajar Iqra supaya nanti bisa mengaji Quran. Mengaji Quran artinya kita berbicara sama Allah. (Ucapkan dengan menatap mata anak sambil tersenyum manis).
Wallahua’lam.
Sumber : Jika Anak Bertanya tentang Tuhan | Muxlimo’s
Being a mom is a big deal, preparation is a must. Karena nasib peradaban ini dipercayakan pada tangan para ibu.
Go follow @SuperbMother | superbmother.tumblr.com
Save dulu