Dulu , waktu Ustadz Nuzul Dzikri baca QS. Ali Imran 190–194 saat sholat. Pulangnya langsung buka tafsirnya, dan ternyata maknanya deep bgt
Kita sering punya checklist hidup yg panjang: ingin menikah, punya rumah, usaha lancar. Tp di ayat ini, Allah justru mengajak kita melihat hal sederhana: langit, bumi, dan pergantian malam.
Seolah Allah sedang mengingatkan: “Jika alam semesta yang sebesar ini saja Aku atur dengan presisi, mengapa kamu masih sebegitu khawatirnya dengan jalan hidupmu?"
Orang yg disebut Ulul Albab (orang yang berakal) dalam ayat ini juga punya harapan besar. Tapi mereka tidak memaksa masa depan.
Doa mereka tulus: “Ya Rabb kami, berikanlah kepada kami apa yang telah Engkau janjikan.”
Bukan mendikte waktu. Apalagi menuntut takdir.
Tapi percaya, bahwa jika sesuatu memang baik untuk kita, Allah akan menuntunnya datang pada waktu yang paling tepat. Mungkin yang sedang Allah bangun saat ini bukan cuma masa depan kita, tapi kapasitas hati kita.
Agar lisan ini makin sering berucap: "Subhanaka, ma khalaqta hadza bathila" (Maha Suci Engkau, tidak ada yang Engkau ciptakan sia-sia).
Aamiin ya Mujibas Sailin















