Takut Salah
Kita mungkin tidak akan pernah tahu sesuatu itu tepat atau tidak selain kita menjalaninya. Tapi, coba ingat-ingat sebelum kamu melakukan perjalanan selama ini. Bagaimana cara kamu menyiapkan diri sehingga kamu yakin untuk tetap melakukan perjalanan itu? Lalu, apakah di perjalanan itu nanti semuanya seperti dalam rencanamu? Bukankah bisa jadi ada hal-hal yang tidak bisa kamu kendalikan, sesederhana cuaca? Makin dewasa, ternyata keberanian kita pada beberapa hal terasa begitu tipis. Khususnya saat diminta membuat keputusan-keputusan besar dan penting. Kita mungkin tidak pernah belajar mengambil risiko besar sebelumnya, atau mungkin sebelum ini, semua pilihan besar selalu dipilihkan oleh orang tua? Sehingga saat udah dewasa dan harus memutuskan sendiri, kita kehilangan sosok yang selama ini menanggung beban dan risiko dari pilihan. Kini kita harus menghadapinya sendiri. Ingat sebelumnya? Bahkan pilihan kita untuk kuliah aja, risikonya ditanggung oleh orang tua. Mereka yang membayarkan, bekerja keras dan kita cukup belajar dengan baik, itu pun kita kadang masih merasa terbebani. Ingat sebelumnya? Saat kita membuat pilihan dan ragu, ada orang yang menyakinkan diri kita untuk mengambilnya karena ia bersedia berbagi risiko atas pilihan kita. Sekarang? Tidak lagi.
Kita sudah dianggap dewasa dan bisa mengambil keputusan. Meski rasanya tiba-tiba. Tapi, ketakutan akan salah membuat pilihan, salah memilih, salah memutuskan. Dan kita tahu, tidak ada jalan untuk memutar balik. Kamu sedang takut untuk mengambil keputusan apa?
(c)kurniawangunadi








