Kutipan ini mengingatkan saya pada masa-masa saya masih sekolah. Dulu, saya punya teman-teman yang terbilang cukup dekat. Kami sering pergi dan mengerjakan tugas bersama. Seiring berjalannya waktu, saya merasakan ketidakcocokan dengan salah satu dari mereka. Dia sering melontarkan kalimat-kalimat kurang menyenangkan tentang fisik seseorang, termasuk kami yang berada satu grup dengannya. Kalau istilah kerennya sekarang, body shaming. Saya juga tidak luput dari komentarnya. Bahkan, saya sampai kepikiran dengan ucapan-ucapannya tentang tubuh saya. Di satu titik, saya menyadari kalau hubungan pertemanan ini tidak bisa saya pertahankan. Mungkin ini terdengar ekstrem untuk beberapa orang. Mungkin ada yang berpendapat kalau teman saya itu bebas mengungkapkan pendapatnya. Benar, tapi sebagai individu yang bebas juga seperti teman saya, saya pun bebas memilih teman-teman saya, bukan? Begitu pun dengan kalian. Tanpa kita sadari, memilih teman adalah salah satu bentuk sayang kita pada diri sendiri. Bukan tanpa alasan. Pasalnya, pikiran dan tindakan manusia seringkali juga dipengaruhi oleh lingkaran sosial, termasuk teman-teman. Dan kadang, kita membiarkan diri kita dikelilingi orang-orang yang sebenarnya memberi dampak buruk bagi kita demi asas pertemanan. Namun, kita perlu mengetahui juga, kalau kita pun berhak memilih siapa saja yang boleh tinggal di dalam hidup kita. Siapa saja yang dapat mendorong kita menjadi individu yang lebih baik dengan cara yang baik pula. Because this is our lives. We live it the way we want it to be and share it with people who deserve our love, affection, and attention. Never settle for less, because darling, you deserve all the best things in life. Always. Cheers, MP💙 . #quote #quotes #qotd #quoteoftheday #inspirationalquotes #lifequote #selflove #beyourownperson #love #loveyourself #mindset #positivevibes #MPShares https://www.instagram.com/p/CJGNzyZHkFt/?igshid=1iibh2q1l4o61