Yaudah lah, adios!
Ergalon Dikamar
Today's Document
Cosimo Galluzzi
cherry valley forever
Alisa U Zemlji Chuda
YOU ARE THE REASON
tumblr dot com
Lint Roller? I Barely Know Her

izzy's playlists!
almost home
AnasAbdin
taylor price
No title available

ellievsbear
styofa doing anything
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Product Placement
Mike Driver
Show & Tell

祝日 / Permanent Vacation

Discoholic 🪩

seen from United Kingdom
seen from Malaysia
seen from Philippines

seen from Netherlands

seen from Türkiye

seen from Australia

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Brazil
seen from United States
seen from Croatia

seen from Malaysia
seen from Malaysia
seen from Saudi Arabia

seen from Ukraine

seen from Türkiye
@godblesslewisbingordon
Yaudah lah, adios!
Ergalon Dikamar
Pisang merupakan tanaman yang memiliki hubungan kekerabatan dengan keluarga anggrek.
Pisang merupakan buah yang relatif murah dan lezat serta kaya akan berbagai nutrisi.
Buah ini diperkirakan berasal dari kawasan Asia Tenggara.
Pisang mengalami perjalanan dan sejarah panjang yang dimulai dari hutan di Asia Tenggara hingga menjadi salah satu buah paling populer di dunia.
Para ahli berpendapat bahwa buah ini merupakan yang pertama dibudidayakan oleh manusia dan mendahului budidaya padi.
Budidaya pisang diyakini pertama kali dilakukan di dataran tinggi Papua Nugini.
Bukti tertulis paling awal tentang keberadaan pisang ditemukan dalam tulisan-tulisan Buddhis Pali dari abad ke-6 SM, yang menunjukkan bahwa buah tersebut telah mencapai India saat itu.
Pisang juga disebutkan dalam berbagai kitab-kitab kuno Hindu, Cina, Islam, Yunani, dan Romawi.
Pada awalnya, pisang berwarna merah dan hijau. Pisang pada masa kini merupakan hasil mutasi yang dilakukan oleh Jean Francois Poujot pada tahun 1836 di Jamaika.
Pada tahun 327 SM, Alexander Agung dan pasukannya menemukan pisang selama ekspedisi mereka ke wilayah Laut Tengah.
Kemudian, dengan bantuan penakluk Islam, pisang mencapai Madagaskar dan Palestina.
Pisang kemudian melanjutkan perjalanan melalui pelaut Portugis yang membawa pisang ke Eropa dari Afrika Barat pada awal abad ke-15.
Pada tahun 1482, pisang dibawa oleh para penjelajah Portugis ke Canary Island dan Hindia Barat.
Penjelajah Portugis dan Spanyol juga berjasa menyebarkan pisang ke kawasan Karibia dan Amerika.
China adalah wilayah pertama yang melakukan budidaya pisang secara terorganisir.
Bukti budidaya pisang juga ditemukan di kekaisaran Romawi selama tahun 63-14 SM. Antonio Musa, dokter Kaisar Romawi Octavius Agustinus adalah orang yang mendorong budidaya pisang di kekaisaran Romawi.
Orang Amerika Serikat tidak mengenal pisang sampai tahun 1870. Pisang diperkenalkan kepada masyarakat Amerika hampir pada saat bersamaan oleh dua orang yang berbeda yaitu Lorenzo Dow Baker dan Minor Keith.
Lorenzo adalah seorang kapten laut yang berkunjung ke Jamaika dan menjadi tertarik dengan buah kuning yang dijual di pasar.
Karena penasaran, dia membeli beberapa tandan pisang mentah dan menjualnya di pasar buah New Jersey.
Pada saat yang sama, Minor Keith, yang membangun jalan kereta api di Kosta Rika, menanam pohon pisang di dekat jalur kereta api.
Ketika pembangunan jalan kereta api selesai, pisang yang sudah matang diangkut ke pelabuhan dengan kereta api dan kemudian diekspor ke Amerika.
Segera, pisang menjadi makanan populer di Amerika Serikat.
Saat ini, pisang dibudidayakan di lebih dari 170 negara dan memainkan peran penting dalam perekonomian negara-negara berkembang.
Buah ini memiliki kandungan kalori dan lemak rendah, tinggi vitamin B6, dan mudah dicerna. Pisang juga mengandung serat, vitamin C, kalium dan magnesium.
Bikin Ask.fm. Baru segitu, eh terus lupa passwordnya. Gak sedih deh!
Hapus UN, Hidup NEFO!
Ada beberapa pertanyaan yang tidak perlu memiliki jawaban. Pertanyaan itu adalah apa yang disebut dengan pertanyaan retoris. Lebih tepatnya tidak perlu memiliki jawaban yang diucapkan karena jawabannya kalau tidak "ya," berarti "tidak," dan penanya juga penjawab yang terlibat sudah tahu jawaban dari pertanyaan itu.
"Kalau kamu pakai bocoran pada saat UN, nanti nilai UN itu masuk ke ijazah. Ijazah kamu pakai buat bekerja. Kamu mau nanti makan uang haram?"
Tanpa bermaksud merendahkan guru yang kerap menanyakan pertanyaan di atas. Pertanyaan tersebut bisa kita sepakati sebagai pertanyaan retoris yang tidak perlu dijawab. Jelas tidak ada yang mau memakan uang haram, siapa pun dia, koruptor pun tidak ingin makan uang haram. Mereka hanya ingin makan uang banyak. Uang banyak yang dimaksud bisa berupa uang yang bernominal fantastis atau uang dari orang banyak (ra'jat).
"Apakah sikap korupsi muncul dari ketidakjujuran yang masif terjadi?" Ini juga pertanyaan retoris, namun kini jawabannya adalah "ya," perilaku korup memang diawali dari sikap ketidakjujuran dari hal-hal dasar dan remeh semacam Ujian Nasional.
Namun, daripada terus mengutuki dan mengimbau para pelajar untuk menjauhi bocoran dan berperilaku curang dalam Ujian Nasional. Bukankah lebih penting untuk menelusuri mengapa sikap ketidakjujuran dan pelbagai kecurangan bisa dilakukan? Dan apakah UN adalah pilihan tepat untuk menggalakan sikap kejujuran dan anti korupsi sementara UN itu sendiri terus-menerus menjadi lahan basah bagi pelbagai bisnis yang mengerdilkan pendidikan itu sendiri?
Menurut hemat saya yang boros, kita tidak pernah menjawab pertanyaan retoris karena tidak perlu, tapi kedua pertanyaan di atas bukan pertanyaan retoris dan sangat perlu untuk dijawab.
Oh, iya sebenarnya saya pernah mendiskusikan pertanyaan dari guru saya tentang ijazah “haram”. Kami menemukan beberapa cara mengatasinya: Jadilah pengusaha (atau pekerjaan lain) yang tidak perlu ijazah. Sesederhana itu.
Teman saya lainnya yang tidak perlu disebutkan namanya tapi saya cantumkan saja dalam hyperlink, malah membuat kesimpulan yang lebih radikal: Pada intinya sekolah memang "membawa kita ke gerbang pintu neraka" karena dalam nilai ijazah isinya bukan hanya UN, tetapi juga nilai harian, UTS, UAS. Dan pelajar macam apa yang tidak pernah berbuat curang minimal nyontek dalam mengerjakan semua itu?
Masih menurut hemat saya yang boros, sekolah memang "haram" selama sekolah masih terus menjadikan nilai berupa angka sebagai berhala menggapai angan dan ingin yang sering disimbolkan sebagai kesuksesan.
Terakhir dari saya, saya pesan agar tulisan ini jangan sampai ke MUI. Selain karena tulisan ini jelek, saya khawatir sejelek-jeleknya tulisan akan menimbulkan inspirasi MUI membuat sertifikasi halal untuk ijazah.
*tulisan ini berasal dari post di masihsiswa.blogspot.com dan sudah mendapat izin dari yang punya blog karena yang punya blog juga saya sendiri.
Ujian Praktik TIK Terbaik
Sekarang sudah Senin hampir jam 2 pagi. Sudah sejak minggu jam 6 pagi tidak tidur lagi. Sekarang mau tidur, tapi sebelum itu mau lebih dulu posting hal-hal yang ingin diposting.
Seminggu belakangan ujian praktik di sekolah diadakan. Mulai dari B. Indonesia, Agama, B. Arab, TIK, Desain Grafis, hingga Olahraga. Hal yang warbyasa terjadi saat ujian praktik TIK.
Tugasnya membuat poster/cover buku. Saya buat cover satu, lalu bantu teman-teman. Tapi otak sudah buntu, jadilah saat itu buat meme. Ya, daripada tidak ada yang bisa dibuat. Akhirnya hadirlah meme meme yang sangat menginspirasi.
Berikut ini meme-meme warbyasa itu:
Keterangan: 1. karya Dika Lazuardi, 2. Karya Alfian Abdul Fatah, 3. Karya Jefri Juliansyah. Masih ada karya Ardiyan Khusni tetapi entah kemana. Nanti lain waktu, barangkali.
Proses reproduksi tumbuhan yang selama ini diajarkan di SD belum tentu benar. Berangkat dari kasus Mawar dan Kumbang ini menambah perspektif baru untuk kita. Tot ziens!
Sekali-kali unggah beginian gak apa lah ya. Bebas. Tumblr gua ini. Tadinya unggah yg gif tapi gak bisa jalan. Gak ada bensin. BBM naik, install Line.
Be patient toward all that is unsolved in your heart and try to love the questions themselves, like locked rooms and like books that are now written in a very foreign tongue. Do not now seek the answers, which cannot be given you because you would not be able to live them. And the point is, to live everything. Live the questions now. Perhaps you will then gradually, without noticing it, live along some distant day into the answer.
Rainer Maria Rilke, Letters to a Young Poet (via bookmania)
Ibu, Pertiwi dan Revolusi
Bahan baku esai ini sedianya tayang di Majalah Bung edisi III. Hanya saja karena angle-nya dirasa masih kurang pas dengan permintaan redaksi, dan saya sungkan memenuhi permintaan untuk mengubahnya, maka esai ini mangkrak cukup lama. Saya memangkas 65% bahan baku esai itu, memendekkannya jadi sekitar 1000 kata, dan lantas mengirimkannya ke Jawa Pos. Versi ini tayang di Jawa Pos edisi Minggu, 23 November 2012. Saya unggah di sini karena ada beberapa yang menanyakan naskah ini.
Ibu berada dalam tempat yang kudus di negeri yang terus mereproduksi folklore Malin Kundang dan/atau doktrin perihal “surga di bawah telapak kaki ibu”. Pramoedya Ananta Toer juga menabalkan kekudusan seorang ibu itu dalam puja-puji yang tak alang kepalang. Katanya, “Ibuku adalah nilai tanpa sumpah, api tanpa debu, sekiranya aku raja Sri Kertanegara, ia pun akan kucandikan dan aku persembahkan gelar Pradnya Paramita.”
Bagi Pram, kekudusan seorang ibu bukanlah sebuah penalaran, melainkan sebuah pengalaman konkrit yang menjelujuri riwayat hidupnya, yang disempurnakan dengan adegan yang menyentuh antara Pram dengan jenazah ibunya.
Pramoedya tidak berada di samping ibunya saat sang ibu menghembuskan nafas penghabisan karena gerogotan TBC. Pram yang saat masih berusia 17 tahun mengambil tindakan yang penuh resiko tapi dengan itu Pram juga menegaskan kembali kekudusan ibu dalam tindakan yang sepenuhnya fisikal:
“… bila seseorang mati karena tuberkolosis, bakteria ke luar dari mulutnya dan hidungnya. Orang berkata bahwa, bila Anda menempatkan sehelai telur ceplok di atas wajah si mati, lubang-lubang kecil di telur ceplok itu akan menelan semuanya. Tidak, ibu saya tak mungkin membunuh saya dengan bakteria itu. Saya memeluk tubuhnya yang dingin dan mencium keningnya.”
Read More
Jacatra
Pada dini hari itu, saat para bhikku sedang berkemas menyiapkan Waisyak, saya nyangkruk di salah satu sudut Bundaran Hotel Indonesia (BHI). Angin tak begitu kencang, jalanan –seperti biasanya jika sudah dini hari—terlihat lebih sunyi. Sementara bulan tampil dalam sosoknya yang “penuh-seluruh”. Situasi macam ini yang mungkin membuat Rendra bisa menulis sajak “Bulan Kota Jakarta”:
“Bulan telah pingsan di atas kota Jakarta tapi tak seorang menatapnya …. Bulannya! Bulannya! Jamur bundar kedinginan Bocah pucat tanpa mainan …. Bulanku! Bulanku! Tidurlah, sayang di hatiku!”
Dalam sajak yang ditulis pada 1955 itu, Jakarta hadir seperti sebuah slide yang lambat dan berat. Saya menduga, suasana itu agaknya lahir dari rasa sunyi yang minta dikisahkah, ketercekaman yang ingin dirayakan, serta melankoli kerinduan –entah pada apa atau siapa– yang mendesak untuk diproklamirkan. Dua tahun sebelumnya, pada 1953, Sobron Aidit sudah lebih dulu mengeluhkan bulan di Jakarta yang mengenaskan. Dalam sajak “Jauh Malam di Pasar Matraman”, Sobron mengakhirinya dengan baris pendek yang terasa pedih: “…dan bulan kehabisan sinar”.
Read More
Mengisi Lembar Kerja Siswa.
Auk ah
Saya hanya ingin menumpahkan semuanya di sini. Saya berada dalam salah satu situasi beruntung yang sebelumnya juga sering Saya alami. Situasi beruntung yang dimaksud itu adalah bingung. Kebingungan adalah keberuntungan. Beruntunglah mereka yang bingung.
Bingung adalah suatu hal yang sulit dijelaskan, bahkan saya pun bingung untuk menjelaskan apa arti dari bingung tersebut. Tapi dari apa yang saya alami, bingung ini adalah ketika saya dihadapkan pada beberapa pilihan, ketika saya harus menentukan untuk melakukan atau tidak, ketika saya sangat lama untuk memutuskan, termasuk saat saya sangat lama untuk berpikir.
Pikiran panjang tak selalu benar, tapi kapan lagi saya bisa berpikir atau sekadar merenung. Kebingungan ini suatu hal yang patut disyukuri, beruntung saya masih bisa bingung. Beruntung saya bisa berpikir dan membuang waktu tak penting karena terlalu lama berpikir.
Kebingungan saya saat ini utamanya adalah saat perilaku saya dalam bersikap benar-benar berbeda dengan apa yang saya inginkan. Itu termasuk kebingungan saya yang kedua yaitu saat saya tidak bisa mengendalikan beberapa hal. Bagaimana mau mengendalikan diri kalau tidak mengenali diri?
Kebingungan saya yang terakhir adalah sempat-sempatnya saya tulis semua ini saat dini hari.
Rumput Lumpur
Politik itu lumpur Sepak bola itu rumput. Di mana ada rumput Di situ ada tanah Di mana ada hujan deras Dan juga ada tanah Di situ ada lumpur yang bercampur dengan rumput
Taukah kamu apa lumpur yang paling kotor dari segala yang ada? Bukan lumpur lapindo atau lumpur (bencana alam) Sidoarjo
Tukang Beras
Oh, tukang beras. Engkau menjual beras. Untuk membeli beras. Pekerjaanmu begitu selaras
---
Puisi ini dibuat bersama Syihab dan Nanda saat kelas 1 SMP atau sekitar tahun 2010.
Sedikit Cerita Tentang Atletico Madrid
Atletico Madrid menjalani musim yang amat fantastis. Merebut gelar La Liga dari dua penguasa lewat pertarungan sampai akhir musim dan mampu menempuh final UCL adalah raihan yang luar biasa.
Pada awalnya saya benar-benar tidak peduli dengan apa yang Atletico lakukan pada musim ini. Setengah musim pertama saya tidak pernah peduli kabar tentang tim tersebut di portal-portal berita online atau acara olahraga pagi dan akhir pekan. Apalagi ketika mereka melakukan pertandingan persahabatan dengan pemain-pemain Mitra Kukar yang dinamakan Indonesia Selection, saya benar-benar sangat tidak peduli.
Saat setengah musim berjalan saat banyak ulasan tentang gaya bermain Atletico Madrid yang keras dan berbeda itu saya juga tidak peduli.
Saat Barcelona kian hancur, dan Real Madrid mulai bangkit namun memiliki poin yang hampir sama dengan Atletico, saya juga tidak peduli.
Saat tim favorit saya, AC Milan ditakdirkan dalam undian untuk bertemu Atletico Madrid di 16 besar Liga Champions, saya juga tidak peduli. Bahkan tidak menyaksikan dua leg pertandingan tersebut. Yang satu karena saya malas dan yang satu karena ketiduran.
Hehehe