Aku bukan orang baik, tapi tidak ada satupun buruk yang menjadi niatku.
Aku selalu ingin membawa bulu selembut sutra, bukan duri yang menyakiti.
Niatku, selalu baik..
Niat untuk berubah, dan niat untuk pulang..
Kalau nanti aku ngga sempat berubah, kalau waktuku habis sebelum aku sempat menebus semuanya, tolong...
Jangan ingat semua kesalahanku sebagai satu-satunya warisan yang aku tinggalin, yaa..
Inget juga bahwa di balik semua kekacauan itu, ada anak laki-laki yang ngga pernah tahu caranya jadi manusia baik. Tapi, selalu ingin dicintai dan diterima, dengan segala retak dan gelapnya.
Untuk bapak dan ibu, surgaku di dunia,
maaf kalau aku sering jadi luka di hidup kalian. Nafasku, hidupku karena kalian, dan aku ngga pernah bisa berhenti untuk sayang.
Dan untuk kamu, Dunia yang ngga pernah bisa aku genggam sepenuhnya..
Aku mungkin gagal menjagamu, tapi kamu adalah alasan kenapa aku sempat pengen jadi lebih baik, bahkan sampe kapanpun. Kamu adalah rasa yang tidak bisa aku benci, bahkan disaat aku harus pergi.
Dan untuk tuhan...
Aku tahu aku salah, aku tahu aku jauh. Tapi kalau ini waktunya.. Tolong jangan kasih aku siksa, jangan kasih mereka rasa yang sakit.
Peluk mereka dan rangkul mereka, tolong aku.. Aku tidak ingin melangkah lebih jauh, dan menggali dalam untuk mencari duri, karena aku ngga mau menanamnya kepada siapapun. Aku sayang, tuhan..












