Koridor
Aku tahu aku perlu semakin rajin pergi ke kampus. Siapa tahu Tuhan beri aku kesempatan kembali. Siapa tahu kali ini bisa berpapasan dan dengan penuh keberanian aku bisa bertukar nama. Sudah banyak skenario aku jalan di dalam otak simpel aku ini. Banyak lah kemungkinan ini itu, siapa tahu aku bisa bertanya namanya dengan wajar. Tidak dengan muka aku penuh grogi dan kagum. Aku pikir ada baiknya dia tahu nama aku juga, minggu demi minggu lewat, nama aku tidak juga dipanggil dosen. Mana mungkin dia tahu kalau semacam ini. Kalau akhirnya aku dipanggil juga, apa jaminannya dia akan hapal juga.
Aku hari ini pun lagi rajin ke kampus. Aku ada rencana, sekedar mengumpulkan tugas kuliah. Tidak macam-macam lah, aku datang, aku kumpulkan, aku pulang. Kali ini ada kawan yang bisa diajak bicara. Bolehlah aku pikir. Sekedar cari tahu kabar-kabar terbaru saja. Bicara sana bicara sini. Habiskan waktu saja. Lagian dari tadi aku ke kampus, masa sama sekali tidak lihat dia. Aku memang tidak kenal, tapi dia sudah curi hati aku. Boleh dong aku sekedar mau lihat, sepintas pun tak apa. Sambil bicara-bicara, aku lihat sana, lihat sini. Siapa tahu aku hari ini beruntung.
Lagi seru betul aku mendengarkan kawan aku ini, samar-samar dari belakang aku dengar suara yang aku tahu. Yang aku kenal dari hati aku. Bukan karena aku sudah kenal lama, tapi karena suara ini sudah lama berdiam didalam hati aku. Aku berbalik dengan hati-hati, aku tidak mau membuat dia kaget, atau teman aku merasa seperti ditinggalkan. Aku harus lihat dia. Dan aku lihat dia. Aku lihat dia, di koridor panjang ini. Di koridor yang teduh ini. Dia sedang bercakap-cakap dengan kawannya di koridor seberang sana. Ada taman diantara kedua koridor. Dia perlu mengeraskan suaranya, agar kawannya mendengar. Atau mungkin biar aku sadar juga? Tak tahu lah. Aku tidak mau berandai-andai kali ini. Aku tidak ingat apa yang mereka bicarakan atau apa yang sedang aku bicarakan dengan kawan aku. Yang aku tahu, aku dengar suaranya lagi. Aku hanya bisa tersenyum, di kejauhan, di koridor panjang dan teduh ini.
[]










