Hal yang paling mudah bukan membalikkan telapak tangan, tapi melanggar janji pada diri sendiri.
Seperti tulisan ini yang seharusnya naik sepekan lalu. Sebuah janji saya pada diri sendiri untuk ingin konsisten menulis satu tulisan setiap hari di bulan Juli. Kini sudah berlalu satu pekan bulan Agustus.
Semudah itu sih kadang melanggar janji kepada diri sendiri. Janji untuk tidak lagi mengulang kesalahan yang sama, janji untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik, janji untuk ini dan itu yang terkait diri sendiri. Ia menjadi gampang karena hanya kita sendiri yang memegangnya, juga karena itu sehingga bisa tanpa sadar terlanggar.
Menengok ke belakang, ternyata tanpa sadar ada hal-hal, janji-janji atau bahkan sumpah saya pada diri sendiri yang terlanggar. Meskipun beberapa ada juga yang masih dapat dipegang. Mungkin memang kita ditakdirkan tidak memegang terlalu banyak janji. Tangan kita kecil dan terbatas. Janji-janji itu perlu diselesaikan satu persatu untuk kemudian dapat terganti janji yang baru.














