Pesan Buya
Jika ditanya siapa penulis favoritku, tanpa ragu aku akan menyebut nama Buya Hamka.
Pertama kali mengenal Beliau dari film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, sebuah film roman berdasar karya novel yang ditulis Beliau, bukan semata soal roman, namun berangkat dari kritik sosial terhadap adat Minangkabau.
Buya Hamka adalah patriot sejati. Seperti yang diceritakan dalam Buku "Ayah" tulisan Irfan Hamka, Beliau bergerilya dari satu tempat ke tempat lain, dari gelapnya malam, meninggalkan keluarganya untuk mengupayakan kemerdekaan Indonesia. Beliau yang mengobarkan semangat perlawanan, menjaga persatuan, dan tak lupa mengingatkan dalam ketakwaan.
Dari Novel-novel beliau, banyak sekali nasihat-nasihat yang mendalam. Sebut saja novel Di Bawah Lindungan Ka'bah, kisah seorang Hamid yang menggantungkan perasaanya kepada Allah dan wafat di tanah suci tersebut. Atau judul Merantau Ke Deli, sebuah kisah dinamika keluarga yang mengajarkan siklus kehidupan. Juga, Novel Angkatan Baru, berisikan pesan yang mendalam mengenai makna pendidikan, bahwa gelar bukan semata-mata hanya status sosial, tapi juga pembuktian.
Dari novel, aku juga cukup takjub dengan rihlah ilmiah beliau melalui buku di Tepi Sungai Dajlah. Buku ini menceritakan negeri Irak yang Indah, yang didalamnya banyak sekali pelajaran zaman meliputi bangkitnya sebuah peradaban, persoalan sosial, dan kisah para sahabat. Dari novel ini, aku punya mimpi, semoga suatu masa kelak bisa mentadabburi langsung peradaban Islam yang gemilang langsung di tempatnya.
Dan buku yang menginspirasi bagiku, di dalamnya ada satu kalimat sederhana, namun maknanya begitu dalam, seakan beliau berbicara langsung di depanku, tahu akan semua masalahku, dan kalimat ini juga yang aku baca sebagai pengingat di masa-masa sulit :
bunyinya :
Kepada pemuda: Bebanmu akan berat. Jiwamu harus kuat. Tetapi aku percaya langkahmu akan jaya. Kuatkan pribadimu.
Mungkin terdengar sederhana, namun apabila dikaitkan dengan cerita hidup beliau, sungguh, beban yang kita miliki ini tidak ada apa-apanya.
Beliau seperti mengingatkan kembali, bahwa hidup ini tidak akan sepi dari ujian. Namun percayalah, pertolongan Allah akan selalu hadir untuk mereka yang beriman dan pantang menyerah.
Surakarta, 17 Februari 2025 Mengenang Kelahiran Sang Ulama










