Berpikir Ke Depan Kata Orang Itu Visioner
Berpikir ke depan kata orang itu visioner. Banyak kalangan mengatakan jika ingin mencapai suatu hasil yang diinginkan maka berpikirlah jauh ke depan melampaui waktumu hari ini. Memang itu tidak mutlak, namun setidaknya bisa di jadikan salah satu pilihan. Berpikir menjadi salah satu aktifitas penting yang menentukan hidup seseorang akan seperti apa di masa depannya, dan itu bisa ditentukan mulai hari ini, artinya apa yang dipikirkan pada saat ini akan menentukan seseorang akan menjadi apa di masa depan. Tentu ada andil Tuhan soal hasil, kita tidak menafikan.Â
Hari ini sedang melakukan apa? Ini pertanyaan sederhana tapi sarat maksud dan tujuan. Jangan-jangan kita masih melakukan sesuatu yang tidak ada manfaat atau yang tidak ada pengaruhnya sama sekali, jangka pendek maupun jangka panjang. Apa yang dilakukan seseorang hari ini akan menuai hasilnya di waktu mendatang, itu kepastian yang sampai saat ini belum ada yang berani menyanggahnya. Diperlukan kesabaran demi tercapainya sesuatu yang diinginkan, yaitu konsisten dalam berusaha karena sabar bukan sebuah kepasrahan melainkan kegigihan yang kuat untuk sebuah pencapaian.Â
A : “ah kan soal direncanakan atau tidak itu relatif. ada kok yang berhasil mencapai targetnya tanpa direncanakan. Nah! Itu gimana tuh?”
B : “setiap orang di kasih Tuhan karunia berupa keajaiban hidup yang beragam. Apa iya, kita bakal harapin keajaiban yang sama datang ke kita? sedangkan kita punya nasib atau takdir yang mungkin saja berbeda. Ingat, merencanakan adalah cara agar kita mencapai keajaiban yang sama besarnya dari yang didapat oleh orang lain”
A : “tapi, banyak hlo buktinya”
B : “oke mungkin ada orang dapat satu keajaiban tanpa direncanakan sebelumnya dan tetiba datang gitu aja. Terus apa iya, kita bakal nunggu dapat keajaiban seperti orang yang kita lihat mendapatkan itu? Hidup itu misteri, kita gak bisa nunggu keajaiban yang sama datang ke kita tapi jemputlah dia. Kan setiap orang punya takdirnya masing-masing.
A : “terus gimana dong?”
B : “ya tadi itu, kita bisa menjemput keajaiban yang dibutuhkan dengan usaha yang konsisten, meskipun harus jatuh-bangun. Kadang Tuhan menciptakan keajaiban pada seseorang untuk memberikan inspirasi dan pembelajaran bahwa segala sesuatunya adalah mungkin. Agar kita tidak berputus asa pada rahmatNya. Bukankah dengan hadirnya keajaiban yang kita lihat justru membuat yang lainnya mempunyai harapan yang sama besarnya? Lalu apa yang harus dikhawatirkan lagi”
A : “oke. Jadi, rencana apa lagi yang bakal kita aktualisasi, nih ! I’m ready to planÂ
Berpikir ke depan sama halnya membicarakan soal masa depan. Oleh karenanya orang yang seringkali memikirkan, membicarakan dan memvisualisasikan masa depan disebut orang yang visioner. Hidupnya penuh perencanaan yang matang. Maka tak heran sosok visioner salah satunya adalah Ir.Soekarno ketika keputusan beliau melebarkan jalan di depan balaikota dipertanyakan oleh pihak lain dan kemudian beliau menjawab dengan sangat visioner,” kalian tidak akan tahu bagaimana Jakarta di masa mendatang. Jalan ini akan banyak dipenuhi kendaraan yang lalu-lalang dan keadaannya akan jauh berbeda dengan hari ini”. Itu salah satu pemikiran yang jauh melampaui masanya, itulah salah satu keajaiban yang diberikan kepada negeri ini, yaitu menghadirkan pemimpin yang visioner untuk negeri ini. Hasil yang hebat buah dari perencanaan yang matang.
Hari ini setiap orang memasuki usia barunya, entah itu menginjak usia 17 tahun atau 26 tahun atau 35 tahun, misalnya. Tentu banyak sekali perencanaan yang gagal dan berhasil. Dari cerita yang didapat bahwa mereka yang berhasil dalam perencanaan disebabkan gigihnya untuk disiplin dalam aktualisasi. Sedangkan mereka yang gagal karena sebaliknya. Konsisten dan komitmen memang menjadi alasan kuat bagi mereka yang telah berhasil dalam mencapai target atau impiannya.
Lalu bagaimana saran untuk mereka yang sedang merencanakan sesuatu di usia produktif? Seorang visioner pasti berencana akan satu hal bahkan lebih. Dari berbagai sumber, ternyata ada hal-hal sederhana yang perlu kita jadikan pertimbangan atau sumbangan pemahaman dalam membangun kesadaran yang terkadang lupa akan kebutuhan yang seharusnya di utamakan, sebagai bagian dari berencana.Â
Baik, mari bertamasya !!!Â
(note : begitu biasa saya menyebutnya hal beginian yang dibawah)Â
8 hal yang perlu dijadikan sumbangan pemahaman untuk kesadaran diri . . .
1. Mulai untuk berhemat. Tantangan hidup kedepan semakin sulit di prediksi, ibarat jalanan Jakarta udeh berangkat pagi tetep aja telat.
2. Tahu mana prioritas. Mempunyai pasangan halal itu perlu, cuman mbangun masa depan untuk kebahagiaan orangtua dulu juga perlu pake banget. Kan, katanya surga ada di dalam rumahmu. Oke, misal yang udah terlanjur pacaran tetep ilmu kudu, ya kudu tahu mane yang didahuluin mane yang ntaran. Mungkin juga kudu tau mana yang kudu di jaga. Nah!
3. Menabung yang serius. Urusan ini bukan cuman soal uang sebenernya, ngajarin kita buat komitmen plus konsisten. Bisa dibilang disiplin aktualisasi. Oiya jangan lupa tabungan khusus bersedekah supaya berkah kalo kata salah satu khotib mimbar sholat jumat.
4. Investasi yang dipahami. Kesannya berat, tapi bisa dimulai sama yang minimal/sederhana dan udah paham yang penting. Itung-itung belajar siapa tau jadi investor besar masa depan, siapa tau.
5. Silaturahim diperbaiki. Pertemuan yang sempat ada, dari PAUD misalnya sampai usia hari ini wajib dijaga semampunya. Jejaring itu utama. apalagi kalo mau buat bisnis selain perlu modal sama kemampuan juga perlu networking.
6. Menghilangkan gengsi. Kita udah gak berlindung dari nama besar orangtua. Yang orang mau tau itu, elu itu siapa sih? Dan bisa apa? Terus mau ngapain?
7. Romantisme masa lalu. Dulu ya dulu, sekarang kita kudu mikir dan jalanin secara mandiri mau gimana itu masa depan dibawa. Jangan kelamaan nostalgia.
8. Disiplin bangun pagi dan ibadah. Gimana mau bangun masa depan kalo bangun buat ibadah aja masih susah. Gimana mau bangun rumah tangga kalo bangun pagi aja susahnya setengah mati. Dan satu lagi ini, gimana mau promosi jabatan kalo kerja aja telatan.
Berpikir ke depan kata orang itu visioner. Menjadi visioner adalah aktifitas untuk melampaui waktu di masanya. Menjadi visioner juga merupakan aktifitas untuk melampaui kemampuan hari ini demi masa mendatang yang lebih hebat dan menghebatkan. Mempunyai visi itu penting dan perencanaan adalah jalan untuk mencapai itu. Meskipun ada yang tanpa perencanaan mampu mencapai visi, misalnya. Kembali lagi Itu adalah pilihan. Dalam segala hal selalu ada kewajiban memilih, namun bukan kewajiban untuk memaksa untuk memilih.Â
Berpikir visioner akan mengantarkan pada keajaiban. Ini belum tentu. Berusaha keras akan melenggangkan diri pada keajaiban. Ini belum tentu. Ketentuan yang paling bisa diyakini adalah ketika sesuatu yang dibutuhkan itu datang menghampiri dan kemudian mengikhlaskan meskipun bukan yang diinginkan, itulah ketentuanNya.
Sampai pada waktu kapanpun tidak akan ada yang mampu melampaui ketentuanNya. Meski siapapun dia
Berpikir ke depan kata orang itu visioner. Tapi, menurutku tidak. Sebelum pikiran berbuah menjadi tindakan yang nyata dalam realitas. Dan bermanfaat untuk sesama.