
oozey mess
Claire Keane
macklin celebrini has autism
YOU ARE THE REASON
Jules of Nature

#extradirty

Kiana Khansmith

Origami Around

No title available

No title available

Janaina Medeiros
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
cherry valley forever

ellievsbear

tannertan36
almost home
will byers stan first human second
🪼

★

shark vs the universe
seen from Philippines
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Italy
seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Japan

seen from Mexico

seen from Malaysia

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States

seen from United Kingdom
@kerudunghitam
رسالة إلى قلبك
A message to your heart:
لا تحزن ولا تفكر كثيراً
Do not be sad and do not over think
فوالله الذي خلقني وخلقك يدبر لك ما سيدهشك ويجبر كسر قلبك
For by Allah, He Who created me and you He will fix everything for you and give that which will amaze you and mend your broken heart.
تفاعل ولا تيأس إن الله على كل شيء قدير
Be optimistic and do not despair, for indeed
Allah has power over all things.
Understand that your friends don’t wanna talk every day. Understand that your love partner doesn’t wanna be lovely or super indulgent every day. Lots of people need rest from performative emotions. All people need rest in general. It doesn’t mean they don’t love you.
- কমলাকান্তের দপ্তর
Sudah satu paket, maka berbesar hatilah
Ketika kita memilih pasangan kemudian memutuskan menikah, maka harus selalu sadar bahwa dia akan membawa bahagia, tapi juga membawa ujian -satu paket-
Ada suami yang perhatian, ringan membantu pekerjaan rumah, dll. Tapi kurang bisa bekerja keras dalam hal pekerjaan.
Ada suami yang pekerja keras, tanggung jawab, bisa diandalkan dalam keuangan. Tapi tidak mampu mengekspresikan rasa sayang, terkesan cuek dan dingin
Ada yang pekerja keras juga perhatian, tapi kurang bisa nyambung ketika diajak ngobrol, kurang bisa membaca situasi dan ekspresi lawan bicara.
Ada istri yang tidak terlalu cantik, tapi begitu teduh dalam kesederhanaan
Ada yang mampu bekerja selevel laki-laki, mandiri dalam finansial tapi kurang rapi dalam mengerjakan pekerjaan rumah
Ada yang pintar dalam pekerjaan rumah, tapi belum mampu mandiri dalam finansial.
Ada yang pintar bekerja juga dalam pekerjaan rumah, tapi mudah mengomel dan marah.
Kelebihannya adalah sumber bahagiamu, kekurangannya adalah ujian kesabaran untuk kamu taklukan. Satu paket.
Jangan terlalu berekspektasi tentang perubahan, cobalah berbesar hati menerima kekuranganya sembari pelan-pelan saling memberi saran (dengan cara yang baik), lalu tumbuh mendewasa bersama.
Sabar, sabar, sabar. Saling memaafkan.
Dia membawa begitu banyak hari-hari tenang dan bahagia, sepaket bersama ujiannya (yang sebenarnya kalau mau dipikirkan lebih dalam tidak sebanyak hari bahagia yang dia berikan)
Berharap bahagia selamanya di dunia adalah sebuah kemustahilan.
Merauke, 24 Februari 2024
Marry someone who will never make you ask for your rights, who will willingly give you your full rights because they fear Allah ﷻ”
Mendung Hari Ini
Jika datang padamu keraguan soal masa depan, entah penantian separuh hati, rezeki, anak, pekerjaan dan semua gemuruh yang tidak mengenakkan hati, percaya bahwa tidak ada yang buruk dari semua itu.
Sebab kepasrahanmu pada Tuhan itu yang pasti akan menenangkan hati dan pikiran. Benar, aku percaya kamu sudah berdoa setiap hari, mengupayakan dengan sebaik-baik upaya, bahkan kamu sudah berikhtiar semaksimal yang kamu bisa.
Tapi jika Allah mengatakan belum waktunya, kamu bisa apa? Yang kamu bisa hanya memperbanyak prasangka baikmu pada-Nya, memupuk sabar dan menebalkan iman.
Apa yang belum waktunya, tidak akan pernah Allah berikan. Dan jika sudah waktunya, pasti Allah hadirkan, siap atau tidak siapnya kamu.
Aku tahu kamu lelah dan sudah pengang telingamu mendengar ucapan orang lain terhadap dirimu. Tapi, bukankah orang lain berhak bebas berbicara dan kamu pun bebas untuk tidak menanggapinya?
Terkadang, ketenangan itu datang di sepertiga malam, dengan keadaanmu yang sudah suci dan khusyu' dalam salat. Tidak terasa air mata itu turun tanpa kamu minta, tersebab gemuruh hati yang kamu tumpahkan pada pemilik alam semesta dan semua takdirnya.
Kamu tidak salah menceritakan, sebab ceritamu pada-Nya pasti didengar dan pasti diberikan jawabannya. Sabar, ya. Sebentar lagi kok :')
— Jundi Imam Syuhada (@jndmmsyhd)
jika sudah waktunya, hujan akan turun. jika sudah masanya, bunga-bunga akan mekar. jika sudah tiba saatnya, doa-doa akan diijabah...
Dari semua kalimat rindu yang paling indah adalah ketika seorang pendosa berkata dalam batinnya; Ya Allah saya rindu bisa menangis lagi di sujud saya, saya rindu bisa menangis lagi saat baca Al-Qur'an.
Sebagian muslim menunggu dapat musibah dan tersudut dulu, baru rindu pada Rabb Nya.
Padahal bisa jadi musibah yang datang setelah ini adalah kematiannya. Setelah itu, rindunya tak terjawab, tak bisa dititip dan tak bisa kembali lagi.
Kalau memang rindu pada Allah, segerakan rindu itu di sujud dan bacaanmu. Barangsiapa yang senang berjumpa dengan Allah, maka Allah pun senang berjumpa dengannya.
(Ustadz Hasan Al Jaizy Hafidzahullah)
بسم الله الرحمن الرحيم
UJIAN PALING BERAT BERNAMA : KEMUDAHAN
Ust. Hasan Al-Jaizy
1. Kehamilan dan persalinan yang mudah, lancar, normal cenderung tanpa kesulitan. Sering membuat mencemooh yang susah hamilnya, penuh resiko, atau bermasalah dengan kata-kata mandul, manja, dll
2. Anak-anak yang cenderung sehat, serba normal, penuh aktivitas, mudah di urus, penuh kasih sayang. Sering menimbulkan rasa riya' merasa diri ibu sempurna hingga merendahkan ibu yang lain dan enggan belajar.
3. Suami yang setia, ndak neko-neko, romantis dan begitu perhatian, membuat terlena untuk memperbaiki diri dan akhlak agar terus menjadi bidadari surga dan bukan pencela pasangan lain yang bermasalah.
4. Keuangan yang stabil, bahkan berlebihan, kadangkala membuat terlupa menengok ke bawah, lupa rasanya bersyukur, mudah menghakimi yang lain pemalas dan tak mau kerja keras layaknya dirinya.
5. Orangtua dan mertua yang pengasih, mudah beradaptasi, membuat kita merasa sempurna sebagai anak, sering membuat kita mudah menghakimi mereka yang bermasalah dengan orangtua dan mertua sebagai anak durhaka, tak tau terima kasih.
6. Ilmu yang tinggi, pengetahuan yang luas tanpa sadar membuat kita merasa lebih mumpuni, malas mengejar ilmu-ilmu yang lain, akhirnya merendahkan dan menyepelekan mereka yang kita anggap tak seluas kita ilmu dan pengetahuannya.
7. Kemudahan dalam ibadah, sholat yang kita anggap tak pernah lalai, puasa yang tak putus, zakat milyaran rupiah, shodaqah tak terhitung, haji dan umroh berkali-kali, membuat kita merasa paling alim dan takwa, tanpa sadar tidak lagi mau belajar dengan alim ulama, enggan bergaul dengan mereka yang kita anggap pendosa.
Kemudahan itu ujian yang berat, melenakan sering mendatangkan penyakit hati tanpa disadari, berhati-hatilah.
Dari : Ustadz Hasan Al-Jaizy
#selfreminder ✍️
POTSEN TSENG
Where is Allah?
Mu’äwiya ibn Al Hakam Al Sulami reported, “…I had a slave girl who would take my flock of sheep towards Uhud and Jawwäniyya to graze. One day I checked up on her [and saw that] a wolf had run off with a sheep from the flock. Now I’m a man from among the children of Adam. I am saddened just as they are saddened, hence I [went to the girl and] gave her a slap. I [later] went to Allah’s Messenger صلى الله عليه وسلم [and told him what happened, for] this matter had put under stress. I then proposed, “O Messenger of Allah صلى الله عليه وسلم, shall I free her?”
He replied, “Bring her to me.”
So I brought her and he asked her, “Where is Allah?”
She answered, “In the sky.”
He asked, “Who am I?”
“Allah’s Messenger, “she said.
The Prophet صلى الله عليه وسلم then instructed, “Free her for she is a believer.” [Muslim:1199]
Allah’s Messenger صلى الله عليه وسلم delivered a sermon to the people on the day of the sacrifice…He then raised his head [towards the sky] and expressed, “O Allah! Have I conveyed? O Allah! Have I conveyed?” [
Bukhäri: 1739]
AHL-AL SUNNAH WA AL-JAMA’A believe that Almighty Allah is above his Arsh (the throne). His Arsh is above the skies. Allah, the exalted is above every thing.
Umar ibn Al Khattab (radhiAllaahu ‘anhu) with his Wife»
“It is reported that a man came to ‘Umar ibn Al-Khattab (radia Allahu anhu) to complain about his wife’s ill-temper.
While he was waiting for ‘Umar to come out of his house, he heard ‘Umar’s wife scolding him and ‘Umar quietly listening to her, and not answering her back.
The man turned around and started walking away, muttering to himself: “If that is the case with ‘Umar, the leader of the believers, who is famous for his uprightness and toughness, then what about poor me?!”
At that moment, ‘Umar came out of his house and saw the man walking away.
He called him and said, “What is it you want of me, O man?”
The man replied: “O leader of the believers, I came to complain to you about my wife’s bad-temper and how she nags me. Then I heard your wife doing the same to you, so I turned around, muttering to myself, ‘If that is the situation of the leader of the believers,then what about me?’”
‘Umar replied, “O my brother, I bear with her because of her rights over me. She cooks my food, bakes my bread, washes my clothes, breast-feeds my child… and yet none of these are her duty; and then she is a comfort to my heart and keeps me away from forbidden deeds. Consequently, I bear with her.”
The man said,“It is the same with me, O leader of the believers.”‘
Umar said: Then, O my brother, be patient with her, indeed this life is short.
[Adh-Dhahabi, Al-Kaba’ir194]
Commended - Landscape Photographer of the Year 2018 Sintra Dreams IV Cathedral of the Pines II
by James Mills
Asy-Syaikh Muhammad bin Sholih Al-'Utsaimin rahimahullah berkata :
"Macam-macam manusia di saat musibah menimpanya:
- Syaakir (bersyukur)
- Raadhi (ridho)
- Shaabir (bersabar)
- Jaazi' (marah).
Adapun orang yang Marah (ketika ditimpa musibah) maka ia telah berbuat keharaman dan murka terhadap ketentuan dari Rabb (pemilik, pengatur, dan penguasa) alam semesta.
Dan keadaan orang yang bersabar maka ia telah menegakkan kewajibannya. Orang yang sabar ini tidak suka terjadinya (musibah itu) dan memandang musibah tersebut sebagai sesuatu yang pahit dan sulit.
Namun ia memikul dan menahan jiwanya dari (melakukan) sesuatu yang diharamkan (dalam menghadapi musibah).
Dan tentang orang yang ridho maka dia adalah yang tidak memperhatikan musibah dan ia melihat bahwa hal itu datang dari sisi Allah sehingga ia ridha dengan keridhaan yang sempurna. Tidak ada duka lara di hatinya.
Kondisinya ini lebih tinggi derajatnya dari keadaan orang yang bersabar..
Dan mengenai orang yang bersyukur maka ia bersyukur kepada Allah atas musibah ini.
Syukurnya ini dari dua sisi:
1. Dengan cara ia melihat kepada orang lain yang ditimpa musibah yang lebih besar. Lalu ia bersyukur kepada Allah bahwa ia tidak terkena yang semisalnya.
2. Dia memahami bahwa dengan musibah ini akan menjadikannya mendapat penghapusan (dosa) kejelekan-kejelekannya dan terangkat derajatnya bila ia bersabar.
Semoga Allah menganugerahkan kepada kita berupa syukur ketika datang musibah.
— Asy-Syarhul Mumti' 5 | 395
Apabila kafilah dari Yaman datang, ‘Umar bin Khaththab bertanya kepada mereka:
“Adakah di antara kalian Uwais bin ‘Amir?”
Sehingga suatu saat ‘Umar mendatangi Uwais dan minta agar Uwais memintakan ampun untuknya, karena Uwais adalah seorang tabi’in yang sangat berbakti kepada ibunya, dan rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa jika Uwais berdo’a, do’anya pasti dikabulkan, maka Uwaispun melakukan apa yang diminta ‘Umar.
Kemudian Umar bertanya kepada Uwais: “Anda mau pergi kemana?”
Uwais menjawab: “Kuufah”,
Umar bertanya: “Perlukah saya tulis untukmu sebuah memo kepada pegawai saya di Kufah (agar dia memenuhi kebutuhanmu)?
Ia menjawab: "Aku lebih senang menjadi manusia yang tidak diperhitungkan“.
- Shahih Muslim (no. 2542)
Hukum Grup Chat Bercampur Lawan Jenis
Bagaimana hukumnya membuat group WhatsApp yang ada campur lawan jenis (pria dan wanita)? Apakah dibolehkan?
Ini sederhana. Ada di dunia maya permasalahan semacam ini. Kadang ada group reuni, group teman-teman kantor, group teman kuliah, juga ada perkumpulan lainnya yang dibuat group dalam aplikasi WhatsApp. Walau memang ada contoh lainnya lain selain pada media chating seperti WhatsApp.
Ingat … Jalan Menuju Kehancuran itu Dilarang.
Ini baru jalan atau perantara, belum masuk dalam inti larangan.
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.”(QS. Al Isro’: 32)
Campur baur antara laki-laki dan perempuan (ikhtilath) itu dilarang. Lihatlah beberapa tujuan dari cara shalat misalnya akan terlihat bahwa Islam tidak menginginkan campur baur laki-laki dan perempuan.
Dari Ummu Salamah radhiyallahu ‘anha, ia berkata,
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – إِذَا سَلَّمَ قَامَ النِّسَاءُ حِينَ يَقْضِى تَسْلِيمَهُ ، وَيَمْكُثُ هُوَ فِى مَقَامِهِ يَسِيرًا قَبْلَ أَنْ يَقُومَ . قَالَ نَرَى – وَاللَّهُ أَعْلَمُ – أَنَّ ذَلِكَ كَانَ لِكَىْ يَنْصَرِفَ النِّسَاءُ قَبْلَ أَنْ يُدْرِكَهُنَّ أَحَدٌ مِنَ الرِّجَالِ
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam jika salam dari shalat, para jama’ah wanita kala itu berdiri. Beliau tetap duduk di tempat beliau barang sebentar sebelum beranjak. Kami melihat –wallahu a’lam– hal itu dilakukan supaya wanita bubar lebih dahulu sebelum berpapasan dengan para pria.” (HR. Bukhari, no. 870). Lihat syariat ini ingin mencegah pertemuan antara pria dan wanita. Karena memang campur itu tidak boleh kecuali jika sulit dihindari.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
خَيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا وَشَرُّهَا آخِرُهَا وَخَيْرُ صُفُوفِ النِّسَاءِ آخِرُهَا وَشَرُّهَا أَوَّلُهَا
“Sebaik-baik shaf laki-laki (dalam shalat berjamaah, pen.) adalah yang paling depan dan yang paling jelek adalah shaf yang paling belakang. Sebaliknya, shaf perempuan yang paling baik adalah yang paling belakang dan yang paling jelek adalah yang paling depan.” (HR. Muslim, no. 440). Kalau dikatakan bahwa yang paling baik bagi laki-laki adalah yang paling depan sedangkan perempuan adalah yang paling belakang, menunjukkan bahwa memang antara laki-laki dan perempuan tidak boleh bercampur. Semakin dekat antara keduanya akan menimbulkan godaan yang semakin besar.
Baca bahasan lengkap disertai dalil: Dosakah Campur Baur Lawan Jenis di Pasar, Kampus dan Rumah Sakit?
Berdua-Duaan Saja Saat Chating, Waspadalah!
Awalnya memang chating di group, setelah itu mengantarkan pada obrolan via jalur pribadi (japri). Awalnya bisa jadi beralasan curhat. Bisa jadi salah satunya sudah punya pasangan yang halal. Namun ingatlah godaan setan sangat dahsyar. Panah setan kalau sudah dilepaskan dari busurnya dipastikan akan menusuk langsung ke hati dan sulit untuk disembuhkan. Tak percaya? Banyak kasus yang terjadi di sekitar kita, dari sekedar curhat dengan lawan jenis, beralih pada “fall in love”, ujung-ujungnya yang terjadi adalah perselingkuhan dan perzinaan.
Coba perhatikan bagaimanakah dilarang berdua-duaan dengan lawan jenis.
Dari ‘Umar bin Al Khottob radhiyallahu ‘anhu, ia berkhutbah di hadapan manusia di Jabiyah (suatu perkampungan di Damaskus), lalu ia membawakan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,
لاَ يَخْلُوَنَّ أَحَدُكُمْ بِامْرَأَةٍ فَإِنَّ الشَّيْطَانَ ثَالِثُهُمَا وَمَنْ سَرَّتْهُ حَسَنَتُهُ وَسَاءَتْهُ سَيِّئَتُهُ فَهُوَ مُؤْمِنٌ
“Janganlah salah seorang di antara kalian berduaan dengan seorang wanita (yang bukan mahramnya) karena setan adalah orang ketiganya, maka barangsiapa yang bangga dengan kebaikannya dan sedih dengan keburukannya maka dia adalah seorang yang mukmin.” (HR. Ahmad, 1: 18. Syaikh Syu’aib Al-Arnauth mengatakan bahwa sanad hadits ini shahih, para perowinya tsiqoh sesuai syarat Bukhari-Muslim)
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَلاَ لاَ يَبِيتَنَّ رَجُلٌ عِنْدَ امْرَأَةٍ ثَيِّبٍ إِلاَّ أَنْ يَكُونَ نَاكِحًا أَوْ ذَا مَحْرَمٍ
“Ketahuilah! Seorang laki-laki bukan muhrim tidak boleh bermalam di rumah perempuan janda, kecuali jika dia telah menikah, atau ada mahramnya.” (HR. Muslim, no. 2171)
Ingat Godaan Wanita Sungguh Dahsyat
Dari Usamah Bin Zaid radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَا تَرَكْتُ بَعْدِى فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ
“Aku tidak meninggalkan satu godaan pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari, no. 5096; Muslim, no. 2740).
Kalau sudah tahu demikian, mau coba-coba dekati zina? Padahal godaan kaum hawa begitu dahsyat.
Ya Allah Yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hati kami di atas agamamu.
MENGENAI GROUP WHATSAPP (WA) YANG MASIH CAMPUR BAUR LAWAN JENIS, SILAKAN JADI PERTIMBANGAN ANDA.
Semoga bermanfaat. Hanya Allah yang memberi petunjuk.
- Ust. Muhammad Abduh Tuasikal hafidzhohulloh.