Semua orang pasti lelah.
Dan hanya yang bisa menikmati lelahnya lah yang masih tetap bisa tersenyum.
:)
(23/08/23)
dirt enthusiast

oozey mess

blake kathryn
noise dept.

Love Begins

izzy's playlists!

shark vs the universe
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
AnasAbdin
No title available
KIROKAZE

if i look back, i am lost

Kaledo Art
One Nice Bug Per Day
Show & Tell
No title available
NASA
ojovivo
RMH
macklin celebrini has autism

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from India
seen from Chile

seen from United States

seen from India
seen from Senegal

seen from United States
seen from Singapore
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United Arab Emirates
seen from Malaysia
@khumamm
Semua orang pasti lelah.
Dan hanya yang bisa menikmati lelahnya lah yang masih tetap bisa tersenyum.
:)
(23/08/23)
Bagaimana pendapat Kak Herri tentang perempuan yg menolak lamaran laki-laki sholeh krn belum selesai dengan "urusan" masa lalunya. Jadi bukan krn kekurangan laki-laki sholeh tsb, melainkan murni krn perempuan tsb punya "urusan" yg blm selesai.
URUSAN YANG BELUM SELESAI
Bagus. Laki-laki salih itu tidak harus menanggung beban masa lalumu. Kebanyakan dari kita menumpahkan masa lalu pada orang-orang yang ada saat ini. Sementara mereka sudah sepenuhnya siap dengan kita. Ini tidak baik dan tidak adil.
Tapi kan laki-laki tersebut bisa jadi penutup duka atau bahkan penyembuh luka masa lalu? Tidak! Jangan jadikan seseorang sebagai pelarianmu, meditasimu, obatmu. Tidak adil baginya. Kamu harus menyelesaikan urusanmu terlebih dahulu, baru memulai segalanya dengan hal baru. Yang bisa melakukannya ya dirimu sendiri. Orang lain tidak perlu menjadi pelarian. Karena mereka juga ingin dicintai.
25 posts!
Sa'ad bin Abi Waqqash
Doa-doa beliau mustajab, konon kalau beliau berdoa para sahabat takut; takut jika beliau mendoakan keburukan dan tertimpa bala.
Suatu hari, Marwan bin Hakam khalifah berkuasa hari itu berkata:
"Harta negara ini adalah milik kami, bani Umayyah. Terserah akan kami berikan kepada siapa."
Lalu Sa'ad berdiri, "Kalau begitu aku akan berdoa kepada Allah."
Lalu loncatlah beliau dan memeluk Sa'ad dan mengatakan, "Jangan abu Ishaq, jangan berdoa. Demi Allah ini hartanya Allah dan akan kami bagi sesuai aturan Allah."
Zaman itu, memberi kritik kepada penguasa menggunakan doa mustajab Sa'ad bin Abi Waqqash.
Termasuk Assabiqunal Awwalun, masuk islam di usia 12 tahun.
Berasal dari keluarga bangsawan yang terpandang bani Zuhrah; dari nasab dengan Rasulullah SAW, adalah paman dari pihak ibu.
Orang pertama yang menumpahkan darah di jalan Allah. Saat sedang sholat, beliau diganggu oleh orang Quraisy. Qadarullah, saat rukuk dilihatnya tulang rahang unta dan ketika i'tidal dihantam leher orang Quraisy hingga berdarah, lalu beliau lari.
Berbakti kepada ibunya. Suatu hari ibunya mogok makan saat mengetahui Sa'ad masuk islam. Sampai 3 hari dia menemani ibunya dan menyiapkan makan. Lalu, setelah 3 hari 3 malam dia mengatakan,
"Demi Allah, ibu adalah orang yang paling saya sayangi. Saya tidak tega melihat ibu seperti ini. Tapi kalau soal meninggalkan agamanya Muhammad, seandainya ibu punya 100 nyawa, lalu saya dipaksa melihatnya keluar dari raga ibu satu per satu dengan kesakitan yang keras, saya tidak tega. Tapi, kalau agama Muhammad, saya tidak akan meninggalkannya selama-lamanya meski harus seperti itu."
Ibunya pun mengalah dan akhirnya masuk islam.
Kenapa doa Sa'ad bin Abi Waqqash mustajab?
Suatu malam saat perang badar sugro, Sa'ad pernah mengajukan diri menjaga kemah Rasulullah. Sa'ad penuh inisiatif, sampai-sampai beliau pun menyiapkan air wudhu untuk Rasulullah. Lalu, setelah selesai wudhu Rasulullah pun bertanya: "Wahai Sa'ad, apa yang kamu inginkan akan aku doakan untukmu."
Lalu Sa'ad menjawab: "Wahai Rasulullah, bisakah Engkau mendoakan agar semua doaku mustajab." Shortcut yang paling strategis dari Sa'ad bin Umair.
Salah satu pemanah terbaik, bisa membunuh 3 orang dengan 1 anak panah.
Tokoh yang low profile, dalam perang memilih menjadi prajurit bukan jadi panglima perang.
Sepupu dari Abdurrahman bin Auf, dijuluki singa yang menyembunyikan kuku. Pernah memimpin 30.000 pasukan melawan 300.000 pasukan Romawi, dan mengalahkannya.
Gubernur Kuffah di masa Umar bin Khattab.
Ketulusannya luar biasa. Menjelang wafatnya Umar bin Khattab saat terluka parah, dipanggilnya Sa'ad untuk menawarkannya menjadi khalifah. Lalu, Sa'ad menolak. Kemudian Umar bin Khattab berwasiat, "Dukung Sa'ad jika terpilih menjadi khalifah. Jika tidak, hendaklah minta pertimbangan dari Sa'ad."
Bukti bahwa beliau tulus tidak ingin menjadi khalifah adalah saat wafatnya Ali bin Abi Thalib. Mua'wiyah langsung proklamasi menjadi khalifah. Kemudian keponakan Sa'ad memintanya menjadi khalifah dan berkata, "Di belakang saya ada 100.000 pasukan, mendukungmu menjadi khalifah."
Dijawab oleh Sa'ad, "100.000 pedang itu tidak ada artinya. Sekarang kalau ada 1 pedang saja di zaman fitnah ini yang kalau aku ayunkan pada orang beriman tidak bisa melukai. Kalau aku ayunkan pada orang kafir akan menebas sempurna. Pedang seperti ini yang aku inginkan."
Sa'ad bin Umair wafat tahun 55 Hijriah, di usia 80 tahun lebih, dikuburkan di Baqi.
SAFOR: Kisah-Kisah Orang Sholeh eps. 1
Jum'at, 24 Maret 2023| 15.53
Masalah
Setiap dari kita pasti tidak lepas dari sebuah masalah. Karena sejatinya hidup kita ini berbanding lurus dengan masalah. Jadi, selama kita hidup, kita akan selalu berhadapan dengan masalah.
Tetapi bagaimana cara kita menyikapinya akan menjadi salah satu hal yang menentukan bagaimana kita bertahan setelahnya.
Ada yang meyerah begitu saja lalu pergi meninggalkannya. Ada pula yang berdiri tegak dan menghadapinya. Ya, ada beragam karakteristik manusia ketika dihadapkan dalam sebuah masalah.
Cobalah untuk mengomunikasikannya dengan orang terdekat yang menurut kamu bisa dipercaya. Mungkin mereka bisa memberikan saran dan masukan yang membuatmu setidaknya merasa lega.
Analoginya seperti ini..
Bayangkan saja, ember yang terus-menerus diisi dengan air lama-kelamaan akan membludak dan mengeluarkan isinya. Alhasil, terjadilah banjir di sekitarnya. Tetapi ketika air yang mengalir itu dibagikan ke ember lain, maka probabilitas terjadinya banjir lebih sedikit.
Begitu pula isi kepala kita. Jika terus-menerus diisi dengan hal-hal yang menjadi beban pikiran, maka lama-lama akan membludak dan bisa mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan terjadi hingga berakibat buruk bagi diri.
Teruntuk kamu yang nggak punya someone to talk.
Mungkin journaling adalah cara yang bisa kamu ambil. Menuangkan segala apapun yang kamu rasakan ke dalam sebuah tulisan setidaknya membuat hatimu sedikit lebih lega dan dapat berpikir lebih baik daripada terus menerus memendamnya di kepala.
Tapi, ada loh cara yang paaaaling efektif untuk menumpahkan segala isi hati.
Dia-lah Allah Sang Maha Melihat, Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Aku jadi teringat kisah nabi Yunus yang ketika itu beliau ditelan oleh ikan paus. Beliau berdoa dan memohon pertolongan kepada Allah. Beliau selamat. Betapa ajaibnya manusia biasa yang bisa bertahan ketika ditelan oleh ikan paus. Memang terlihat di luar nalar, tapi ini Allah. Apa sih yang nggak bisa bagi Allah?
Maka, sesulit apapun, sebesar apapun masalah yang kita hadapi. Berdoalah kepada Allah. Mohon petunjuk kepada-Nya.
Niscaya Allah akan menjawabnya dengan tiada terhingga cara yang Dia punya. Masyaallah :")
Nan, ini surat untukmu; saat kau beranjak tumbuh dewasa.
Sewaktu kecil, pasti pernah terlintas dalam benakmu untuk cepat menjadi orang dewasa dengan tubuh besar kan Nan?
Orang dewasa yang tampak kuat, bisa mengangkat benda-benda berat dan melakukan hal-hal yang sukar untuk dilakukan oleh tubuh kecilmu sewaktu masa itu. Pasti kau iri, sebab mereka tampak bisa melakukan segalanya. Sedangkan kau saat itu harus meminta tolong lebih dahulu dengan Bunda dan Babamu.
Di mata anak kecilmu, orang dewasa tampak hebat kan Nan? Mereka bisa tangguh tidak tidur semalaman dan besoknya mereka mampu bekerja lagi seharian. Mereka tidak mudah sakit hanya karena kehujanan atau kelelahan. Mereka tidak selalu menangis saat terjatuh, tersandung dan sedih. Hidup mereka tampak serius di matamu, sebab tak ada waktu bermain bebas sepertimu kan.
Tapi Nan, kini saat kau beranjak dewasa, kau mulai mengerti kan, bahwa orang dewasa itu tidak sekuat kenyataannya? Nyatanya, mereka tidak pandai dalam semua hal seperti persepsi masa kecilmu. Nyatanya, tubuh mereka sering nyeri saat merebah lelah. Nyatanya, kantuk mereka sering hilang disaat mereka membutuhkannya. Nyatanya, mereka menangis dengan cara yang berbeda sebab mereka seringkali menangis melalui tawa yang pura-pura.
Nyatanya, pikiran mereka beirisik oleh banyak kekhawatiran. Nyatanya, mereka yang sendirian seringkali menelan kesepian diam-diam. Mereka membiarkan monolog menghalau sunyi agar tidak tampak membosankan namun tetap bosan. Nyatanya, mereka seperti berlarian dengan waktu, ekspektasi dan juga mimpi-mimpi kan Nan?
Nan, apakah perasaan dewasa yang ku sebutkan diatas telah menderamu? Nan, jika kau merasa rapuh, maka semoga tulisanku ini memeluk batinmu. Menjadi dewasa, sukar kan Nan? Tapi percayalah, kau bisa, aku bisa, kita bisa.
Sebab ini memang fase yang mesti kita lalui dan rasakan Nan, agar kita tahu, bahwa hidup adalah ujian dan jembatan perjalanan. Nan, kini kita sedang menyebrangi waktu dan mengarungi takdir. Apapun emosi yang meliputimu kini, semoga lekas tenang dan lapang ya. Badai pasti akan berlalu, begitupun segala gemuruh dewasa ini Nan. Aku belajar susah payah menikmati riuhnya, dan semoga kau juga ya.
Pada akhirnya, pagi akan tiba dan malam pasti berlalu,
Seperti cepatnya hangat menguap dari secangkir teh panas di udara terbuka,
Seperti selebat-lebatnya hujan yang pasti akan berujung reda,
Semuanya sementara, semoga kita selalu penuh sadar dan rela menerima setiap perubahannya.
Usai hujan reda, 5 februari 2023 20.17
Ber-pro(s/t)es
Tetap kuat dalam ber-proses, meski terkadang sering protes. Biarkan saja lelah dalam langkah, namun setidaknya jangan mudah menyerah.
Akan terjadi dalam proses langkah hidup ini, kita merasa bahwa seringnya penghalang dalam langkah perjalanan membuat kita lelah. Uring-uringan menyalahkan keadaan dan seakan-akan tidak menerima kenyataan. Terdiam, namun terjadi pertengkaran yang hebat di dalam pikiran.
Namun dalam langkah lain juga kita harus coba menjadi penengah, menjelaskan kepada diri sendiri bahwa dirinya bisa melanjutkan. Mungkin untuk sekedar mengingatkan tentang apa tujuan dari perjalanannya atau sekedar memberi arahan bahwa langkahnya pasti ada saja halangan, dan memberikan peringatan bahwa itu bukan hambatan.
KHOERUL UMAM
3 Juli 2021
Selamat datang; Juli
Sudah lama berhenti, mari lanjutkan kembali.
Hari ini, bulan sudah berganti. Dari yang semula Juni kini telah berganti Juli. Meski pun hanya merubah satu huruf saja, tapi itu merubah segalanya.
Kita tidak selamanya berhenti disini, karena kita masih belum mati. Kita masih mempunyai banyak hal yang meski dijalani, walau hanya mimpi-mimpi kecil, tapi itu bisa menjadi berarti, meski mungkin itu nanti.
Mari kita mulai kembali, dari hal sederhana saja dulu yang sudah sering kita jalani. Setidaknya jangan berhenti, karena waktu tidak bisa dikompromi, seperti halnya diri sendiri, masih saja bermalas-malasan padahal katanya mempunyai mimpi.
Mari melangkah kembali, mungkin kita akan menemukan sesuatu yang bisa saja menjadi kunci bagi kita untuk mendapatkan yang kita cari di hidup kita ini. Cita-cita dan cinta misalnya, atau bisa saja cara agar bisa bahagia. Seperti yang telah orang-orang lain temukan dan orang lain katakan;
Tentang akhir dari awal perjalanan
KHOERUL UMAM
1 Juli 2021
Padahal; Tak Sendiri
Langkah yang katanya mulai letih, dan juga keadaan yang mendukungnya untuk berhenti.
Menepi, sekedar menghela nafas dan sendirian *katanya;
Padahal jauh dari penglihatannya dan pandangannya tentang kesendiriannya itu, ada yang selalu mengamati, melihat apa yang sedang lakukannya bahkan mungkin juga tahu apa yang sedang dialaminya dan bagaimana keadaannya.
Terkadang kita acuh tak acuh atas apa yang terjadi di sekeliling kita, menganggap setiap kita punya kesibukannya masing-masing dan hanya memikirkan diri sendiri. Begitupun orang yang terdekat dengan kita. Saat kita lelah dan ingin menyerah, saat kita letih dan terhenti dan saat kita terjatuh dan mulai mengeluh. Katanya; kenapa saat-saat terpuruk seperti itu dirinya selalu sendirian, berjuang sendirian, berusaha bangkit pun sendirian.
Kita pun mulai menyalahkan keadaan, hanya karena sendirian. Semua perjuangan dan usahanya untuk bangkit dari keterpurukannya; katanya sendirian. Padahal, bisa jadi sekeliling kita pun ikut menemani. Berdampingan dengan kita hanya saja kita tak menyadari.
Padahal, kau tak pernah sendirian.
KHOERUL UMAM
1 Juli 2021
Kalau ada yang sulit, kenapa harus dipermudah
Sudah terlalu sering kita melakukan sesuatu dan diberikan kemudahan. Sampai-sampai kita tak tahu seperti apa itu kesulitan. Karena sudah seringnya melakukannya dengan mudah. Padahal dari kesulitan kita bisa banyak belajar tentang berbagai hal, dalam kesabaran misalnya. Dimana kita diharuskan untuk bisa bersabar dalam menghadapi dan menyelesaikan kesulitan tersebut.
Kesulitan memberikan pembelajaran dalam diri kita untuk terus berfikir *hal yang tak didapatkan dari melakukan kemudahan. Berusaha menyelesaikan sesuatu atas apa yang ingin kita tuju. Karena tidak ada yang sulit, jika kita mau dan ingin berusaha.
Cobalah sesekali melakukan kesulitan, jika hal yang mudah sudah sering kita lakukan. Kita harus berani mencoba hal baru, yang bisa membuat kita terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
KHOERUL UMAM
Cirebon, 1 Juli 2021
Nanti kita bercerita
Detik ini, saat ini adalah waktu dan keadaan yang harus kita lalui. Perih maupun pedih atau bahagia pun adalah suatu hal yang harus kita lalui. ya, karena kita semua punya cerita.
Keadaan saat ini adalah kenangan di suatu hari nanti. Tentang bagaimana kita melangkah atau bagaimana kita berjuang melewati hidup ini. Maka dari itu, buatlah kenangan yang setidaknya pantas kau ceritakan nanti.
Nanti kita bercerita. Tentang banyak hal yang pernah kita lalui, tentang pengalaman yang pernah kita alami, dan mungkin juga tentang hal konyol yang pernah terjadi. Karena kita punya jalan ceritanya sendiri, dan nanti mari kita ceritakan kembali.
Saat kau dan aku telah bersatu
Saat ini kita sedang buat cerita, dan nanti mari kita bercerita.
KHOERUL UMAM
Kamis, 26 Juni 2021
Jangan Berhenti
Jika keadaan ini membuat kita lelah, beristirahat! Karena kita manusia, mempunyai batasan dalam melangkah. Carilah tempat yang setidaknya bisa membuat tenang, karena berhenti beristirahat melangkah bukan berarti menyerah.
Merenungkan sejenak atas apa yang telah terjadi dan dilalui. Bermuhasabah diri, agar diri nanti mampu melangkah kembali.
Mungkin setidaknya akan ingat, tentang bagaimana kita awal melakukan langkah dalam perjalanan. Begitu banyak perlawanan dan pertentangan dengan diri sendiri, bahkan sampai pertengkaran diri pun terjadi. Dan mungkin kita pun harus ingat, dengan perjalanan yang telah dilalui. Hmmmm ya, tentang jatuh dan berdiri lagi, terluka namun mencoba memaksa diri. Semua itu pernah terjadi dan sudah dilalui kan?!
Bagaimana?! Ingin menyerah saja?! Atau ingin dilanjutkan *nantinya ?!
Sudah sampai dititik ini kita berada, titik dimana lelah dan ingin menyerah itu kembali ada.
J A N G A N B E R H E N T I
Kita coba lagi nanti. Untuk saat ini beristirahatlah saja dulu, karena hal seperti ini sudah pernah terjadi. Nanti, kita lanjutkan kembali.
KHOERUL UMAM
Kamis, 17 Juni 2021
Mari niatkan kembali
Tentang perjalanan yang sedang kita lalui hari. Sebenarnya, apa tujuan yang ingin kita capai? Baiklah pencapaian itu?!. Lantas, bagaimana jika tujuan perjalanan dari perjalanan kita telah sampai?! Sudahkah, hanya seperti itu saja?!.
Bagaimana dengan niat tujuan awal kita dalam memulai perjalanan. Bukankah banyak hal yang semulanya ingin kita lakukan setelah semua perjalanan itu tercapai dan sampai?! Apakah kita telah lupa, hanya karena sebuah euforia?!
Mari niatkan kembali, tentang sebuah harapan kita dalam memulai perjalanan langkah ini.
Dalam memulai langkah, bukankah kita mempunyai banyak hal tentang apa yang akan kita lakukan setelah sampai pada tujuan perjalanan. Namun kita khilaf, setelah melewati perjalanan yang ternyata tidak mudah dan bahkan sempat ingin menyerah.
Mari niatkan kembali
Untuk aku nanti, ketika perjalanan ini telah ketujuan dan sampai.
KHOERUL UMAM
Kamis, 17 Juni 2021
Akhir- nya
Bagaimana pun juga akan sampai pada akhir-nya. Setiap kita punya tenggang waktunya masing-masing, entah itu akan terjadi cepat atau lambat bahkan mungkin akan terlambat. tapi percayalah bahwa kita akan sampai pada tujuan akhirnya.
Mengalah saja, terkadang setiap orang akan banyak terbesit itu jika sudah merasa lelah. Tidak ada lagi rasa semangat melangkah atau bahkan ahhhh sudahlah buat apalagi melangkah *katanya.
Yang pada akhirnya berhenti dan mengakhiri semunya begitu saja dan sia-sia.
Karena pada cerita yang lain, pada akhirnya pun akan sampai pada titik akhir- nya.
Dia (aku) yang tak terjaga
Sekian hari terus berlari melawan semua tanpa henti, akhirnya bisa berhenti disini untuk merawat diri. Bukannya berhenti dan tak melanjutkan lagi, namun ini salah satu proses yang terkadang harus terlewati ketika letih datang menghampiri.
Dia, adalah aku yang berhenti. Ini bukan pertama kalinya dia letih, sudah sering dia tak mampu melawan derasnya pujian-ujian yang silih berganti. Dan terkadang melawan diri untuk mengakhiri perjalanannya ini. Untuk kembali menjadi manusia yang biasa-biasa saja (katanya).
Ada sesuatu yang tak harus dimengerti oleh semuanya. Dan hanya dirimu saja!
Tentang perjalanan yang telah terlewati, tentang langkah-langkah yang harus terhenti, tentang lelah-lelah yang menghampiri, tentang diri yang terkadang tak tahu diri, dan semua tentang mereka yang terkadang datang hanya untuk menghakimi.
Dan kini, terhenti dan merenungi lagi. Melawan arogansi dunia yang masih saja mengintervensi. Untuk dia atau aku yang berhenti disini, atau mereka yang sedang mengalami hal yang sama terhadap kebimbangan hati.
Berhenti dan lanjutkanlah kembali.
Cirebon, 8 Juni 2020
08:26
Esensi
Idoydo6di6si7do7sj6so7dukdkyskuduls6iw6is4qykxjysulfi6wj6s7or5iwkudo6ei6e7ldtjs5is5uq3y1y4wykdpufp7ri6d8p9t6e5uq4uqiudyksi5w6kdyksk7f8lto6w5i2ykrlifuldludulr5ieludyks6kfilri5eo6r7oe6keuldl8to7ei6e6kro6e5iej5eykw23ludkys6krl8ftjsukd7lr5jw3lifiltludjysjtw6kf51j5eulduldlue5jdkudluf7kd6ksluuclicludykzjtajyduldiysulfkys5jaludhmsydli
fkysykshmdgnshrangsnysntsjydkydkywdgkxjysjtsk6s6jwulckydydjyskyeuldyksykmhxhmxcmys5jw6kengsykskudmuur5jeykdhmdykejywk6ekuru5wj6ej6217le6keykdumddhmfhmdnhxhmdjysjskudngsnysnydnysheyjtwlue5jwk7e6ksymdjyjfukt8lekywkurk7eymdumfmuf7ke1i626j3l8t7l4748l4j5wj6dkudmyrumrumdmyeudynsymejtwkurykdukdkuduldtxiyxo6d6oeykdyldkydykdkydlyludkydykdyldyleludykdmydmhdgmmgshmswhmdykwykeulduldk6eludk6dludykei6ekudykekyeulekyskyddkyskyek6wyksykfoyjtwjw6kdkysjts5jwj5w5j1j4atnzymdykemudkuej6eukd6j2yksmydkyei5qkysyke6ke6kekyd.
6sp7r7ri5sl8fukdtTjstjauktgfyd4whs6js5jsekydykdu5w5ie6kduffigifkyzkys5jwkyejyfmuumfjys5hwyjdkufilfulfkyekyej6ej6dngfilfkudtjsj6djydjydgilgyks5uw4uw2tjsykrmrludykxymxkysjtajtdkyfukdjdhmxhchcngshtw5jejywtjs4hgzgndymdyjsj5sjydyjw5hwk6dkye5jwk6eykdhmdhdhdjfyjsgnsuke5jw6jw5j27lr6keykdf
Ulfkyd6keulrh5wyksykdkysjtsjydjykfjdkudkudkys6iek7difkudykdkudo7fi6dkududyofud6d56eudyyd5ieiydyxur7r5iw5i16ieydufhchdtidiydu4sjyduf6d5usydufulgifydtjdkfuif6id5ie6id7d5isyidydiydi5di6xufuoei5eykghog6ie6ieu5e6idi6e5d6id6e6it7fi6e6ifkuf7oto7gogd5idfuf6idukfo7f6od5id6id7of8lgkui6e5ie5ieufif6od6is6ke5idukf6id6s5u
Yod6odi6di7f7oe85do6d4ydyd6od5iw5is5id7odits6is5idukfyid5s6id6odi6e5idkyf6is5is6id6ofo7d5e5jd6od7ri6d5iducyfud6ie5is6ie5ie6idyf6
7od6d6ifo7f6ie5jdu44w477w5jdykxykdi6di6du5sftsjtdjydjtsu5wjydfkufyiu5wu5ddkydkydjysj5wu5wu6dkufjtk6dj6dkuxykdj5wu5wj6dkdj5wj5w6kdkurk6ri6ej6dkydjysi6djydjydyxhxkysu5e6jdkydyjdu5ei5wjekufkdkydjysjxdjduwi5ei6ddkyxkudi6si6
Cirebon, 8 Juni 2020
21:06
Pandangan mata
Semuanya terasa hambar tak terlihat panca indera.
Samar-samar padahal begitu indah.
Putih namun disangka hitam pun kita harus coba menerima.
Karena mungkin hanya terlihat dari padangan mata.
Kita yang menerima tidak harus marah atas pandangan mereka.
Kita yang merasa dan melihat semuanya lebih jelas, tak harus uring-uringan menjelaskan semuanya.
Mungkin akan ada waktunya, mereka akan melihat yang sejelas-jelasnya! Seindah-indahnya! Bahkan melebihi pandangan kita.
Bahwa hitam yang dia sangka, adalah putih dibaliknya.
Tak seburuk apa yang di sangka.
Cirebon, 08 Juni 2020
06:56
📌 Desa balad, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon. Jawa barat
⛰️ Gunung Ciremai