MAKANAN KHAS DAERAH FAVORITEKU
“Jangan mati dulu sebelum ke Makassar dan merasakan salah satu icon kulinernya Mie Kering …” *poker face
Allaaa…. udah banyak keleess di jual di mana-mana *sambil puter bola mata
Eitss… leemmmeee tell you gaes, mie kering emang udah banyak ditemukan dimana-mana, apalagi di resto-resto banyak yang menyajikannya dalam bentuk hot plate. namun keistimewaan Mie kering di Makassar memiliki cita rasa yang berbeda pada rasa kuah dan jenis Mie-nya. Kekentalannya dengan rasa asin dan asam yang pas serta dilengkapi kocokan putih telur tercampur rata dalam “adonan”nya. Konon resep Mie kering ini tetap masih menjadi resep keluarga almarhum pembuatnya dan hanya bisa dinikmati di Makassar. Cita rasanya sangat khas dari perpaduan resep Cina dan Bumbu Makassar yang tidak akan bisa ditemui dimana-mana bahkan di Cina sekalipun.
Terberkatilah seorang keturunan Tionghoa bernama koko Ang Kho Tjao. karena kerinduannya dengan I Fu mie, si koko ini meracik Mie yang dipanggang sampai benar-benar kering dan disiram dengan kuah kental panas yang berisi ayam, udang, bakso daging, bakso kanji, kol, wortel dan sawi dengan cita rasa bawang putihnya yang pekat di masak di atas kuali dengan bahan bakar kayu yang menyisakan bau khas kayu bakar saat kita menghirup aromanya. sambalnya terdiri dua macam, sambal merah yang tidak terlalu pedas dan acar lombok (cabe rawit kecil yang direndam di cuka)
Koko Ang Kho Tjao membuat Mie ini untuk sesama warga tionghoa yang dilokalisir di kawasan pecinan, yang sekarang saya kenal namanya di Jl. Riau sangat dekat dengan daerah pelabuhan Soekarno Hatta Makassar. Karena pemukiman pecinan berbaur ditengah warga pribumi, sajian Mie Kering Ang kho Tjao dengan cepat menjadi populer. Mie Kering Ang Kho Tjao menjadi sajian masyarakat umum yang paling digemari. Setelah meninggal, resep dan bisinis masakannya kemudian menurun ke anak-anaknya yaitu Hengky, Awa , Anto dan Titi. Keempatnya secara mandiri membuat kedai Mie sendiri- sendiri. Jadi kalau ke Makassar kalian akan mendengar empat nama mi kering dari dinasti si koko Ang Kho Tjao dan di minta memilih.
Mie Titi, Mie Awa, Mie Hengky, Mie Anto ( mereka kalau di jejerin kayaknya kayak F4 atau Boys Before Flowers gitu… tapi versi tuir)
Nah..galau kan pilih yang manahh… TIti, Awa, Henky atau Anto?? Menurut banyak orang walau berasal dari resep yang sama tapi keempatnya memiliki ciri khas tersendiri di kuahnya.
Mie Titi Ayam (28k IDR), Seafood ada tambahan cumi dan udang di atasnya. 35K IDR
Mie Awa- Jl. Sulawesi . 25K IDR
Mie Anto - Jl. Bali. 28K IDR
Mie Hengky- Jl. Nusantara dekat pelabuhan .
Makannya pake acar cabe ini niihh… makan deh tuh bulet-bulet
Semua porsi diatas ada yang kecil dan besar, kalau porsi biasa di makan sendiri, kalau porsi besar bisalah di makan sampai tiga orang.
Yang namanya selera orang tetap berbeda-beda sih, biar adil saya ngasih review dari teman yang gak suka dengan makanan ini, soalnya sudah beberapa kali saya menjamu teman saya dari kota lain yang datang berkunjung ke Makassar buat makan mi kering, tanggapan mereka berbeda-beda. bisa jadi karena kebiasaan makanan dari daerah asal ..
“kayak makan jus bawang putih…mo muntah” , Ira. asal Gorontalo - okeh Ira..nga nyanda cocok kaweng deng orang chinese dang…
“kuahnya enak, cuman depee mie suka ba tusuk-tusuk di gusi ehhh” , Yetti. asal Manado. -kunyah-kunyah manja ajahh…zaaayyy!
Karena saya bukan turunannya si Ang Kho Tjao, jadi ini bukan resep asli rasanya juga pasti beda dan emang beda sih, gak bisa samaa ikss..iks,,, ini resep garis besar yang di ketahui orang pada umumnya.
Mie telor yang kecil kayak lidi. Sebenernya mie kering sendiri memakai bahan mie khusus yang hanya di jual di Makassar, kalau di Makassar nyarinya di Toko Liem.
merica, garam, gula pasir
Mie telor di goreng sampai agak kecoklatan, tiriskan.
Untuk kuah. tumis bumbu halus, masukkan ke dalam kaldu ayam, masak hingga mendidih lalu masukkan potongan daging ayam masak hingga empuk. masukkan bakso, udang, hati dan ampela, kocokan telur. aduk rata
Masukkan larutan tepung maizena yang sudah dicampur air. aduk hingga mengental. masukkan sayuran sawi, kol dan pakcoy.
tata mi kering diatas mangkuk dan siram kuah diatasnya. santap dengan tambahan jeruk nipis -Inget! Jeruk nipis yahh…bukan cuka- , acar cabe dan lombok merah.
Pic source : IG Jajanan_makassar
Ditulis untuk mengikuti proyek menulis makanan khas daerah favoritku dari KITA Club Food and Travelling. cc: @tumbloggerkita @kitaclubofficial