Ada yang diam-diam jatuh hati dengan caramu menulis, dengan caramu mengeja ‘aku’ di awal kalimat dan menempatkan ‘kamu’ pada akhir paragraf.
Ada yang begitu penasaran bagaimana caramu mengubah luka menjadi kata dan mengubah nama menjadi aktor utama dalam cerita.
Ada yang tak mampu memejamkan matanya menjelang tidur, sebelum membaca kembali apa yang kamu tulis. Sebab ia takkan tenang, sebelum memahami keresahanmu hari itu lalu ditutup dengan doa.
Aneh memang, ia tak pernah melihat rupamu, tak pernah berjumpa denganmu, dan tak pernah bertukar kabar denganmu. Namun mengetahui sudut pandangmu dari tiap tulisanmu.
.














