Memang, Siapa yang Lebih Menepati Janji Selain Allah?
Barangkali, yang paling rapuh dari manusia bukanlah tubuhnya, melainkan keyakinannya ketika waktu memilih diam.
Sebab penantian adalah musim yang panjang. Ia mengikis harap setetes demi setetes, hingga yang tersisa hanya pilihan: berpaling, atau semakin tenggelam ke dalam tawakal.
Di situlah langit memperlihatkan perbedaannya dengan dunia.
Dunia menagih bukti sebelum percaya. Sedangkan Allah meminta percaya, lalu menghadirkan bukti pada saat yang telah selesai ditentukan oleh ilmu-Nya.
Bukankah matahari tidak pernah terburu-buru menyingsing, namun tak sekali pun terlambat dari garis edarnya? Bukankah hujan tidak jatuh sebelum awan menyempurnakan kandungannya? Demikian pula janji-janji Allah; bukan untuk didahului oleh kegelisahan, dan bukan pula untuk dikalahkan oleh tergesa-gesanya manusia.
Ada takdir yang sengaja dipanjangkan agar hati kehilangan seluruh sandarannya, hingga akhirnya hanya mengenal satu nama sebagai tempat bergantung. Sebab selama masih ada yang lebih dipercaya daripada Allah, barangkali penantian belum benar-benar usai.
Lalu ketika segala pintu tampak tertutup, ketika doa seakan memantul di langit yang bisu, ketika harapan nyaris kehilangan bahasanya, pada saat itulah rahasia rububiyyah bekerja tanpa suara.
Allah tidak sedang menunda. Allah sedang menata.
Tidak ada detik yang terlewat dari hitungan-Nya, tidak ada air mata yang menguap sia-sia di sisi-Nya, dan tidak ada harapan yang gugur sebelum dituliskan balasan yang lebih agung daripada bayangannya sendiri.
Maka yang dinamai “terlambat” hanyalah ukuran manusia.
Sedangkan di sisi Allah, setiap peristiwa selalu tiba tepat pada tempat yang telah dipersiapkan oleh hikmah-Nya sejak langit dan bumi belum saling mengenal.
Karena janji Allah tidak lahir dari kemungkinan. Ia lahir dari kehendak Dzat yang apabila berfirman, “Kun,” maka seluruh semesta hanya mengenal satu jawaban: “Fayakun.”
”…Maka, setelah segala keraguan luruh di hadapan kebesaran-Nya, lidah pun tak lagi memiliki jawaban selain firman yang telah berabad-abad menggema di dalam Kitab-Nya:
وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِ مِنَ اللَّهِ
‘Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah?’ (QS. At-Taubah: 111)















