Bismillah
Tugas BLP Arabic Challange Stage-2 #CCBLPArabicChallenge2 #المحادثة_العربية @careerclass @nadiahshimam
https://www.instagram.com/reel/C-A0n2wPO_F11iE30RyxtVrcXJDw22h88de2ZE0/?igsh=dmh0bTJ1cm51eHlj
I'd rather be in outer space 🛸
Sweet Seals For You, Always
dirt enthusiast
Stranger Things
Not today Justin

Discoholic 🪩

JVL
almost home
noise dept.
KIROKAZE
we're not kids anymore.

Andulka
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Product Placement
Xuebing Du
Lint Roller? I Barely Know Her

⁂
Today's Document
Game of Thrones Daily
Peter Solarz
seen from Trinidad & Tobago

seen from Malaysia

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Germany

seen from Malaysia
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Singapore

seen from United States

seen from United States
seen from Germany
@lulukrj
Bismillah
Tugas BLP Arabic Challange Stage-2 #CCBLPArabicChallenge2 #المحادثة_العربية @careerclass @nadiahshimam
https://www.instagram.com/reel/C-A0n2wPO_F11iE30RyxtVrcXJDw22h88de2ZE0/?igsh=dmh0bTJ1cm51eHlj
"Carilah kehidupan di dalam penghidupan", - AffinBahtiar
Lelah sekali rasanya jika semua harus soal dunia, selalu perihal untung dan rugi.
Kemarin, ada hati yang sakit oleh keadaan dunianya, entah patah oleh rezeki yang tak kunjung membaik, atau sakit karena jodoh yang tidak tiba padahal usia sudah semakin bertambah.
Dan kini semua membaik, sebab menyerahkan semuanya pada pemilik waktu dan dunia. Hati dan harinya tenang, ia sekarang hanya bisa melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan.
"Perihal waktu dan masa depan, ia serahkan saja pada pembuat skenario terbaik. Allah."
Ternyata, setenang itu menyerahkan segalanya pada Allah, sebab ada bagian dan sisi kehidupan yang tidak bisa kita ikut campur, kita hanya bisa berprasangka baik dan melakukan yang terbaik dari amal-amal yang bisa kita pilih dan kerjakan.
Semoga, Ramadan ini menjadi obat, untuk setiap hati patah dan rapuh tersebab dunia dan keadaannya. Bukankah sebaik-baik obat adalah takdir yang diberikan dan disajikan oleh Allah? Ramadan dan obat terbaik.
@jndmmsyhd
Hidup di dunia hanyalah sementara, hidup yang sesungguhnya di akhirat kelak.
Ramadhan telah berlalu, semoga diri tetap berpacu dengan tujuan yang sama. Disetiap langkah dan tindakan semoga Allah menjadi yang utama.
Demi mendapatkan ridho dan keberkahan sebagai bekal di akhirat nanti.
Pekerjaan
Kemarin jadikan pelajaran, syukuri apa yang dijalani sekarang, berdoalah dengan harapan terbaik untuk yang mendatang.
"Urip iku mung sawang sinawang"
"Bersyukur dengan posisi yang diemban sekarang, banyak yang ingin ada diposisimu sekarang"
Sedikit banyak itulah pendapat yang didengar selama menjalani profesi sebagai ASN. Amanah menjadi abdi negara, pelayan masyarakat.
Ya, amanah. Profesi pekerjaan ini selalu menggapnya juga amanah. Amanah yang harus dijalankan dengan niat yang baik.
Semoga diri ini tetap mengemban "amanah" dengan niat ibadah. Bukan bekerja dengan ambisi memperkaya diri.
"Kamu tidak dapat mengubah dunia, tapi kamu bisa menghadirkan dunia dengan satu orang yang lebih baik - Dirimu sendiri."
Dimana aku ditempa (2)
Highschool Moment (2)
Mendapatkan kesempatan yang berharga bisa bertemu kalian dengan berbagai karakter dan budaya. Dalam 24/7, selama bukan libur panjang sekolah, disitulah kita bersama menjalani kehidupan asrama dan sekolah dengan segala hiikmah pelajaran yang bermakna.
Keberuntungan dan kesempatan yang sangat disyukuri ke-2 bisa berkumpul dengan teman-teman yang unik dan spesial. Lagi, Terimakasih, untuk support system-ku, senior high school moment tak akan seberwarna itu jika tanpa kalian. High school moment lengkap dengan kalian, menyambut gerbang candradimuka yang bukan remaja lagi, melainkan mempersiapkan diri menjadi dewasa.
Kembali lagi, juga Terimakasih diri, untuk tetap berani bertumbuh kala itu, ingatlah hari itu dengan segala moment pahit manisnya kala diri tak sedang baik baik saja (2).
"Menjadi keren berarti menjadi diri sendiri, bukan melakukan sesuatu yang diperintahkan orang lain."- Vanessa Hudgens
Dimana aku ditempa (1)
Highschool Moment (1)
Titik balik dimana diri ini mau bertumbuh untuk eksplorasi diri. Dikelilingi dengan support sekitar yang luar biasa hangat, mulai dari kepala sekolah, guru, maupun teman sekelas.
Keberuntungan dan kesempatan yang sangat disyukuri bisa berkumpul dengan teman-teman yang saling support dan kebersamaan yang terjalin selama 3 tahun, tanpa terdampak resuffle kelas.
Terimakasih, untuk support system-ku, junior high school moment tak akan seberwarna itu jika tanpa kalian. Terimakasih diri, untuk berani bertumbuh kala itu, ingatlah hari itu dengan segala moment pahit manisnya kala diri tak sedang baik baik saja.
Mengawali Perjalanan
Langkah awal dimana diri ini mengabdi Memasuki masa dewasa yang sesungguhnya Semoga diri ini ridho akan setiap ketetapanNya dan Semoga Allah juga ridho atas setiap langkah yang diambil
"Aku Ditempa"
Mercusuar atau menara angin adalah sebuah bangunan menara dengan sumber cahaya di puncaknya untuk membantu navigasi kapal laut. Sumber cahaya yang digunakan beragam mulai dari lampu sampai lensa dan api. (Sumber : Wikipedia) Mercusuar. Ya, icon dari sekolah dimana diri ini dulu ditempa, menghabiskan masa remaja, dan belajar menuju dewasa. Dimana tempat ini diharapkan menjadi cahaya, pengarahan untuk menyiapkan diri yang masih anak anak yang remaja ini menghadapi kehidupan masa dewasa. "aku mentah, aku ditempa, dan aku lebur terbakar", -Jalaluddin Rumi
Keraguan yang mulai memudar (?)
Tak mengapa, tak perlu untuk ragu.
Bismillah, mantapkan hati Memutuskan berani sebuah langkah untuk tetap bertumbuh, mengenal diri, lebih terbuka, menemukan dan ditemukan dengan hal-hal baik.
Ya, selama itu memang hal baik, bahkan kebaikan itu terlihat sebesar sebutir debu.
Jika kamu tidak menemukan namamu dalam panjangnya tulisan dan catatanku, tidak perlu bertanya dan menerka. Ketahui saja bahwa kamu terlalu istimewa untuk diceritakan dengan kalimat yang sederhana, sebab doaku untukmu lebih panjang dan tenang daripada kata.
Jalan sebuah cerita terkadang tidak kamu dapatkan dari tumpukan buku dan tulisan, seringnya ia sampai padamu dari lisan seseorang yang menceritakan, lalu menyebar dan bahkan akan ada orang yang kemudian menuliskannya.
Cintanya padamu tidaklah terumbar dalam banyaknya kalimat, namun doanya untukmu selalu terucap sampai langit. Lebih cepat daripada lisan, dan tercetak dalam bukti pengabdian dan pengorbanan. Sebab romantisnya ia itu pada apa yang diutarakan dan disampaikan pada-Nya, melalui bait-bait doa yang tulus ikhlas tanpa kamu minta.
Ada banyak orang di dunia ini yang lebih suka mencintai dalam diam dan doa, ia tidak ingin orang lain tahu soal kebaikan dan perjuangannya, sebab ia ingin menikmatinya tanpa harus memikirkan cara agar orang lain mengetahuinya.
Setiap pengagum memiliki caranya masing-masing untuk mengungkapkan, dan sebaik-baik cara untuk menyampaikan kebaikan itu adalah dengan doa. Mungkin kamu tidak mendengarkannya, tapi kamu merasakannya.
Tulisan ini teruntuk mereka yang sedang mengagumi dan enggan untuk bicara, sebab takut merusak atau mungkin memang belum waktunya. Ia memilih bercerita pada-Nya soal bagaimana mengagumi dan mendoakan, pada akhir doa pun ia tutup dengan "Semoga Allah berikan ketetapan takdir yang baik, untukmu dan untukku, entah bersama atau tidak, takdirnya akan selalu baik".
Agustus dan musim yang berganti :')
@jndmmsyhd
Kompromi dengan Diri Sendiri
Memang perlu berulang-ulang untuk berkompromi dengan diri sendiri: berkompromi untuk tidak kecewa lama-lama dengan urusan duniawi, berkompromi untuk mengaku salah lalu bertanggungjawab, berkompromi untuk tidak melakukan hal bodoh saat marah, berkompromi untuk memaafkan diri sendiri atau orang lain, serta kompromi-kompromi lainnya.
Namun, sebelum semua itu bisa diterima, terima lebih dulu diri sendiri. Bahwa, suatu saat saya bisa salah, suatu saat orang lain bisa tersakiti karena saya, suatu saat orang lain yang benar, saya tidak. Jangan hanya menerima bahwa saya harus tidak boleh salah, saya ingin selalu benar, saya harus menjaga harga diri sekalipun terlihat ganjil.
Masalah, selain untuk menguji seberapa kuat dirimu, juga untuk memperlihatkan siapa kamu (jelas) pada orang lain, tapi lebih jelas pada diri sendiri. Jangan hidup dengan orang lain, jika semuanya suka-suka diri sendiri. Begitu kata bapak. Apalagi marah-marah saat salah. Marah-marah saat kecewa saja kadang bisa terlihat memalukan, apalagi marah-marah saat salah.
Begitulah.
Ttd, Yang masih terus berkompromi dengan diri sendiri.
Diam itu emas
ketika kita menjaga mulut kita dari menyakiti, menghakimi, menghina, membicarakan keburukan, memperburuk keadaan, memperkeruh suasana, sungguh diam itu emas.
Ketika kita sering berbicara tanpa ilmu, tanpa berpikir, tanpa memastikan, tanpa menyaring, sungguh diam itu emas.
Ketika kita menjaga mulut kita dari dosa, dari perkataan yang menjauhkan diri dari surga, sungguh diam itu emas.
Perhatikanlah, kapan kita berbicara, dan kapan kita diam.
(via choqi-isyraqi)
Ujian
Jika kau tak siap diuji, maka ujian itu akan tetap ada di depanmu, menantimu siap menghadapinya. Begitu seterusnya dengan ujian-ujian yang lain, mengantri dibelakangnya, semakin banyak. Jika kita tidak menghadapinya, kita tidak akan beranjak kemana-mana, diam ditempat.
Esok atau lusa, seperti saat-saat ini, saat kita melihat kebelakang dan menyaksikan betapa banyak ujian yang telah kita lewati, semuanya terasa seperti baru kemarin sore. Segala keresahan, kekhawatiran, ketakutan itu sudah terlewati. Dan perasaan ketika ujian datang selalu begitu, ragu, khawatir, takut, dsb.
Esok atau lusa, seperti saat-saat ini, saat kita sudah berhasil memahami, mengapa kita mesti melewati ujian-ujian tersebut. Sudah seharusnya itu cukup untuk menjadi penyemangat kita atas ujian yang ada didepan mata, sesuatu yang besar menanti didepannya.
Esok atau lusa, kita mungkin akan banyak bersyukur. Sebab hadiah terbaik dari setiap ujian bukanlah di hasilnya, melainkan di rangkaian prosesnya. Sesuatu yang membentuk kita menjadi pribadi yang lebih baik, lebih bijaksana, lebih saleh, dan menjadi manusia yang lebih bernilai.
Yogyakarta, 30 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi
Tulisan : Berhenti Bertanya
Bisakah kita tidak bertanya-tanya tentang betapa dalam perasaan seseorang? Karena dalamnya tidak untuk kita ukur, tidak pula untuk kita salahkan.
Bisakah kita tidak bertanya-tanya tentang bertapa berat hidup seseorang? Karena hidupnya sudah terlalu banyak pertanyaan tentang dirinya sendiri, tugas kita adalah menemani.
Bisakah kita tidak bertanya-tanya tentang rahasia hati seseorang, nama yang disimpan rapat di hatinya. Karena dia telah berusaha kerasa untuk menyimpannya, siapa kita merasa berhak memaksanya bercerita.
Bisakah kita tidak bertanya-tanya tentang keburukan seseorang. Karena setiap manusia itu bersalah, mengapa kita tidak bertanya tentang keburukan kita sendiri.
Bisakah kita tidak bertanya-tanya tentang orang lain. Dan mulai bertanya tentang diri sendiri. Sudah seberapa jauh langkah yang kita buat. Bila sudah jauh, berapa banyak langkah yang berarti. Apakah perjalanan jauh ini hanya sekedar jauh, tidak bertujuan? Apakah perjalanan ini hanya membuang waktu dan tenaga, tanpa tahu kemana arah yang dituju? Apakah perjalanan ini hanya akan berakhir sia-sia.
Bandung, 5 Oktober 2014 | ©kurniawangunadi
(?) bertanya
#Repost @sabarlahdiriku ・・・ Jika Allah mempertemukan kita dengan orang yang membuat kita tersenyum, saat itu Allah mengajarkan kepada kita rasa syukur. #sabarlahdiriku