Benar... Saya tidak berbohong...
“Saya rindu masa itu...”
Tidak banyak orang merasakan hal yang sama. Hanya segelintir saja yang mau bernostalgia.
Jules of Nature
ojovivo
Lint Roller? I Barely Know Her
RMH
Monterey Bay Aquarium
art blog(derogatory)
styofa doing anything
NASA
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
Three Goblin Art
trying on a metaphor
cherry valley forever

pixel skylines
almost home
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
occasionally subtle
we're not kids anymore.

if i look back, i am lost
hello vonnie

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from Germany
seen from Germany

seen from Japan

seen from Bangladesh

seen from Germany
seen from Ecuador

seen from Singapore
seen from Mexico
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia
@mahaf89
Benar... Saya tidak berbohong...
“Saya rindu masa itu...”
Tidak banyak orang merasakan hal yang sama. Hanya segelintir saja yang mau bernostalgia.
Tak apa sesekali jatuh, keluarkan air matamu, dan merataplah dalam kesedihan.
Kamu manusia, bukan robot. Kamu punya hati dan perasaan, bukan mesin penampung beban.
Jika tangismu menjadi penenang dalam sedih, maka bekas air matamu adalah semangat dalam meraih mimpi mu kembali.
Benar... Tuhan menciptakan manusia untuk bersosialisai dengan manusia lainnya, saling membantu dan berbuat baik dengan manusia lainnya. Namun kadang manusia lupa, seringnya manusia berinteraksi dengan sesama, ia lupa untuk berinteraksi dengan TuhanNya. Ia lupa dengan Tuhan yang menciptakannya.
Ini hanya sekelumit pengingat, boleh diterima jika menurutmu bermanfaat.
Maaf jika dirasa sok menggurui, karena saya pribadi kurang ahli dalam menjadi kyai.
Karena memegang teguh ucapan adalah...
Simbol ke-sejati-an dari seorang laki-laki. Bukan hanya mengumbar janji, apalagi sampai menyakiti.
Silahkan saja cari muka dengan cara menjilat atasan. Itu sudah sifatmu. Aku maklumi itu.
Asalkan tidak menyentuhku.
Semangat para pejuang rupiah...!!!
Benarkah...?
Atau ada opini lain?
Untukku yang penikmat kopi, emang iya sih.... :)
Mungkin kisahku tidak sama denganmu, dimana kesuksesan dan kegemerlapan bernaung di tubuh dan istana rumahmu.
“Aku hanyalah pekerja yang menikmati usia dikemacetan jalan Jakarta, hanya karena terlena menjadi pendatang di Ibu kota.”
Semangat para pekerja ...!!!
Berprilakulah seikhlas dan sebisanya. Dan jangan pernah mengharapkan apa-apa.
“Karena sedikit saja pamrih itu ada, kemungkinan luka akan terbuka di dada.”
Lika-liku Asmara
“Saat ada, diacuhin begitu saja. Giliran tiada, disesalin sejadi-jadinya.”
Sungguh luar biasanya dirimu...
Hidupmu berlimpah bertemankan harta - bermandikan mutiara. Sahabat karibmu adalah kesuksesan dan kebahagiaan, bukan luka dan air mata. Semua yang kau pinta secara langsung terlaksana tanpa harus mengantri lama.
Namun kamu tetap manusia. Kapan saja pasti akan berduka. Hatimu yang bahagia seketika akan merana.
Makanya, jangan lupakan Sang Pencipta.
Hati adalah perwujudan diri sendiri. Masing-masing berbeda dan tidak pernah sama dengan manusia lainnya.
Itulah aku. Itulah diriku.
Boleh diterima, boleh tidak. Boleh sepakat, boleh pula tak sependapat.
Semoga kamu termasuk manusia pemaaf tanpa syarat.
Semoga motivasi senantiasa menyemangati tanpa henti.
Semoga harapan bisa sampai pada peraihan tujuan.
Berbeda dengan harapan orang kebanyakan, dimana asa dan cita cita membumbung tinggi pada mereka yang berkelana.
Entah keinginan mencapai keberhasilan atau harapan menggapai semua kesuksesan. Yang jelas, ada satu ambisi dalam menggenggam semesta.
Beda... Saya berbeda...
Mungkin lelah... karena seringnya bertemu dengan kendala.
Sejumput Asa di KRI Nanggala 402
Riuh suara terdengar keras di luar sana. Tabuh genderang sengaja dibunyikan begitu kencang. Lirik nyanyian bersama - sama dilantunkan. Suaranya sengaja dikeraskan agar memecah keheningan. Tidak butuh suara merdu karena ini tidak diadu. Bukan pula dibutuhkan mereka yang jago beraksi karena ini bukan kontestasi.
Bukan...! Sekali lagi bukan...!!!
Ini hanyalah seruan yang bersahutan agar mereka yang hendak berpuasa segera mempersiapkan.
Kita pun menggeliat. Berusaha menopang raga sembari menyeka mata agar bisa terjaga. Yang tak kuasa, biasanya menarik kembali selimut mereka. Lalu membuka mata saat mentari mulai menyapa. Meski tak biasa, toh ini hanya moment di bulan puasa. Setahun hanya tiga puluh hari lamanya. Agama lain pun sudah pasti memakluminya.
Pukul 4:30 wib. Saat mayoritas orang terlelap dan kita sedang bersiap untuk beribadah, Kabar duka menyeruak. Tentang si - Ikan besi yang tak mampu lagi menerima kontak. Padahal, ia sedang berlatih menembak dengan membawa 53 awak. Namun Tuhan telah berkehendak. Kapal itu terus menyelam ke laut dalam, meninggalkan daratan sebagai tanda perpisahan.
“Sejumput Asa Untuk KRI Nanggala - 402″.
Untaian do’a ku sematkan padanya...
21 April 2021. kabar yang menyayat hati berkumandang di perairan bali. Ia adalah KRI Nanggala - 402, tenggelam dengan membawa 53 orang anggota. Mereka putra - putra terbaik bangsa. Tugasnya adalah menjaga perairan Indonesia.
Seluruh tenaga dilakukan. Bahkan campur tangan negara pun datang memberi pertolongan. Mereka adalah teman satu angkatan kelautan, bantuan mitra yang segera diberangkatkan. Mulai dari Malaysia, Singapura, Australia, hingga Amerika (AS). Mereka terjun, saling bangun koordinasi untuk segera mencari.
Ditemukan tumpahan minyak di sekitar lokasi perairan hilangnya KRI Nanggala. Tangki minyak pastilah rusak akibat besi yang tak sanggup menahan tekanan di kedalaman. Kita menduga, itu adalah isyarat yang dikirim olehnya (Nanggala)
Selain itu, KRI Nanggala 402 juga diduga kehilangan tenaga. Listriknya padam tak ada daya. Istilah pada keadaan ini disebut Black-Out oleh dunia. Bisakah kita bayangkan keadaan di sana? tak berdaya harus berbuat apa, di tengah gelap gulita tanpa cahaya. Namun masih ada harapan lantaran masih ada cadangan oksigen yang tersedia, walau hanya bertahan 72 jam atau 3 hari lamanya.
Kiranya, kala itu hanyalah latihan semata. Niatnya si - Nanggala hanya menembakkan torpedo satu dua, sebelum nanti paginya menggunakan peluruh nyata.
Namun ternyata, si - Nanggala sudahlah tua. Usianya sudah tidak lagi muda.Sudah 44 tahun sepuhnya. Tahun 1977 di Jerman di rakitnya, dan tahun 1981 dikirim ke Indonesia. Meski tua, Nanggala sebenarnya masih berjaya. Perawatan dan perbaikan konsisten dilakukannya. Bahkan untuk kapal seusianya, Nanggala masih dinyatakan siap tempur melindungi Indonesia.
Tanggal 24 April pun tiba. Inilah batas akhir dari cadangan oksigen yang tersedia. Waktu atas kesempatan yang diberikan Tuhan, perlahan kehabisan. sudah terlalu lama mereka terjebak di kedalaman.
Pencarian pun mulai dihentikan, semua materi dan teknologi mulai diangkat ke daratan. Armada dari negara tetangga, pun perlahan kembali ke basecamp-nya.. Tinggal lah sejumput do’a dan harapan terdalam untuk para korban. Semoga ada keajaiban yang Tuhan berikan.
Terima kasih untuk Kalian, sang penjaga lautan. Indonesia tetap aman tanpa hilang pengawasan
Terima kasih KRI Nanggala - 402, Selamat berjaga untuk selamanya. Akan ku kirimkan do’a, yang akan menyertaimu di perjalanan sana.
Bukan dunia yang membuatku terluka. Namun CINTA yang kadang membuatku meneteskan air mata
Dan, berhati - hatilah kau di jalan. Semoga rahmat dan karunia kau dapatkan. Seperti do'a khusyu' yang selalu kita panjatkan - kepada Tuhan - Sang pemberi pertolongan
Jejak_Jurnalis
Tak usah berharap dari yang diharapkan. Biarkan saja. Karena saat ikhlas dilepas, tak berharap asa dibalas
Jejak_Jurnalis