semakin dewasa diri ini belajar dan mulai mengerti tentang banyak hal. salah satunya, tidak ada yang selamat dari perkataan manusia. meski kita sudah merincikan kebenarannya bahkan detail sekecil apapun dengan runut, dengan hati-hati, dengan tenang. tidak menjamin itu akan selamat dari celaan manusia.
manusia dengan prasangkanya akan selalu saja menemukan celah meski itu kecil, sekecil lubang jarum untuk menjahit pakaian. jadi tak usah berlelah-lelah hanya untuk dinilai baik oleh manusia. kamu tidak akan selamat. sekalipun engkau berdiri dalam kebenaran, kamu tidak akan selamat dari celaan mereka.
maka benar, ya, untuk selalu meluruskan niat karena Allaah sekecil apapun. hanya untuk Allaah, karena Allaah bukan untuk manusia. keridhaan yang tidak akan pernah kamu dapatkan. dan celaan manusia tidak akan menjatuhkanmu, sebab sekalipun seluruh makhluk berkumpul dan bersatu untuk menjatuhkanmu jika Allah tidak menghendaki. kamu tidak akan jatuh, kamu akan tetap baik-baik saja.
bukankah kamu selalu menuliskan bahwasanya apapun yang terjadi, kamu akan terus menulis. menulis dengan perasaan murni bukan karena kepentingan siapapun. namun untuk mengatakan kebenaran dengan sudut pandang dan cara yang kamu yakini.
jangan berhenti, sayang, ku mohon. melangkah lah kembali, jika terlalu berat untukmu. berhentilah sejenak, tak apa jika harus mundur beberapa langkah ke belakang. untuk itulah pesanku agar selalu kau ingat, mintalah pertolongan Allaah, mintalah petunjuk Allaah dalam setiap keputusan dan luruskan niat setiap kali engkau memulai penamu untuk menulis. Allaah bersamamu. Allaah akan selalu bersamamu. jangan berputus asa dan jangan lemah. melembutlah selalu, wahai diriku..





















