Siapapun kamu, jika kamu harus selalu menjelaskan bagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik dan seharusnya, itu berarti kamu berada ditangan orang yang salah..
Sebab orang yang benar-benar perduli tak memerlukan buku panduan
Noah Kahan
wallacepolsom
Show & Tell

#extradirty

Kiana Khansmith
macklin celebrini has autism

shark vs the universe
Three Goblin Art

Kaledo Art
Lint Roller? I Barely Know Her
art blog(derogatory)

tannertan36
Stranger Things

⁂
Xuebing Du

@theartofmadeline

blake kathryn
tumblr dot com
h

❣ Chile in a Photography ❣
seen from Philippines
seen from Kyrgyzstan
seen from United Kingdom

seen from Germany
seen from Netherlands
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Spain
seen from United States

seen from Malaysia

seen from United States

seen from United States
@myworldisrule
Siapapun kamu, jika kamu harus selalu menjelaskan bagaimana kamu ingin diperlakukan dengan baik dan seharusnya, itu berarti kamu berada ditangan orang yang salah..
Sebab orang yang benar-benar perduli tak memerlukan buku panduan
Pilihan-pilihan
Terkadang, aku ingin berperan menjadi perempuan yang punya kontribusi untuk dunia.
Namun, di lain waktu, aku hanya ingin menjadi ibu biasa, yang mengurus anak-anak, memasak makanan kesukaan mereka, dan membuat mereka tertawa dengan cerita-cerita masa kecilku.
Terkadang, aku ingin punya waktu sendiri. Makan mi kuah yang masih hangat, tak dingin seperti biasanya karena mesti mendahulukan kebutuhan anak-anak. Berjalan-jalan sendiri dengan bawaan ringkas, tanpa harus repot membawa berkantong-kantong kebutuhan anak-anak, tanpa harus mendengar pertanyaan di sepanjang perjalanan "Topiku di mana, Bu? Spidolku, kok, tidak ada?"
Namun, di lain waktu aku ingin selalu bersama mereka. Ingin memastikan mereka selalu dekat. Sekejap keheningan bisa memunculkan banyak pertanyaan dan kekhawatiran. "Apakah mereka baik-baik saja?"
Sejenak perpisahan menghadirkan banyak kecemasan, "Bagaimana jika .... ?"
Terkadang aku ingin pergi menjelajah dengan bebas. Keliling dunia mungkin tak terlalu sulit dibandingkan mengurus anak-anak.
Namun, adakalanya rumah menjadi dunia yang paling nyaman untuk kujelajahi, kutimang bayi kecilku yang mengantuk sambil kukelilingi tiap ruang di rumahku. Langkahku berirama, bayiku pun tertidur dalam buaian. Wajah bersihnya memudarkan keletihan, senyum manisnya menguapkan semua keluh dan kesah.
Terkadang aku ingin menjadi seseorang yang lebih dari ini.
Namun, adakalanya menjadi ibu sudah cukup. Cukup membuatku berguna, cukup membuatku bahagia.
Terkadang aku berpikir begitu jauh, imajinasiku melanglang buana ke langit tinggi yang menawarkan berbagai kemungkinan.
Namun, adakalanya aku hanya ingin menikmati semua yang ada di hadapanku saat ini dengan hati yang lapang menerima.
Ah, hidup memang selalu menawarkan banyak pilihan. Terkadang, semua itu terlalu membingungkan. Hidup adalah sekumpulan paradoks, kata orang-orang.
Beberapa pilihan menciptakan pertentangan. Selama ada pertentangan, kedamaian hati hanya menjadi angan-angan. Mari jalani saja sesuai kemampuan. Semua akan berujung indah, selagi kita yakin bahwa kita tidak sedang berjalan menuju penyesalan.
Ada beberapa orang yang tidak bercerita bukan karena ia kuat menelannya sendiri, ada yang takut menjadi beban bagi orang lain, dia berpikir kalau orang lain pun pasti punya masalah yang mungkin lebih besar darinya, akhirnya dia lebih memilih untuk diam.
Di satu sisi, ada juga yang ingin bertanya tentang keadaan saudara atau sahabatnya, tentang masalahnya tapi segan karena takut kalau baginya itu merupakan sebuah privasi.
Ternyata diantara kita itu banyak orang-orang yang peduli hanya saling tidak mengetahui.
dari banyak hari-hari yang semakin rumit untuk dijalani, karena waktu terbiasa membuat kita terpaksa mencicipi pahit asam mendewasakan diri, tak ada yang mengalahkan rasa manisnya terlelap dengan memaknai kalau semua akan tetap ada jalannya.
jaminan akan tetap ada untuk mereka yang selalu percaya, bahwa hidup memang digariskan untuk tak pernah baik-baik saja, tapi Tuhan juga tak pernah berhenti memberikan karunia kepada seluruh ciptaan-Nya.
هناك ليلة يكملها الصبح ، هناك حزن يكمل الضحك
ada malam untuk menyempurnakan pagi, ada sendu untuk menyempurnakan tawa
Seberapa jujur kamu kepada dirimu sendiri? Seberapa royalkah kamu kepada dirimu sendiri? Seberapa pentingkah dirimu menurut dirimu sendiri?
Pernahkah kamu hitung berapa kali kamu menyakiti dirimu sendiri? Membuatnya tergores, sakit, jatuh dan lebam akibat kamu ingin terlihat tampil kuat dan berani di depan orang lain.
Pernahkah kamu membandingkan berapa banyak kamu mengorbankan dirimu sendiri dan membiarkannya terinjak tak berharga demi mendapatkan sesuatu yang kamu inginkan?
Pernahkah kamu bertanya pada dirimu sendiri, sudah sembuhkah lukanya? Bagaimanakah perasaannya? Apakah yang benar-benar ia inginkan?
Berapa kali kamu menekan dirimu sendiri agar semua orang bahagia?
Berapa kali kamu tidak mengikuti keinginanmu?
"Bahkan sering kali tanpa sadar berbohong pada diri sendiri. Bilangnya gak papa padahal gak baik-baik saja. Alasannya gak mau kelihatan lemah."
Sekarang, minta maaflah kamu kepada dirimu sendiri. Peluklah dirimu sendiri dan katakan semua kesalahanmu selama ini kepada dirimu sendiri. Peluk hingga dalam.
Kamu merasa baik baik saja, tapi mungkin orang lain tidak. Begitu pula sebaiknya. Hingga, menghargai adalah kuncinya. Jangan hanya tanyakan hati kita bagaimana, tapi tanyakan hati orang lain bagaimana.
Yok yok, belajar untuk sama sama mengerti, karena kita sesama mahkluk yang sedang hidup di semesta, dan menginginkan damai.
Berterimakasihlah pada diri sendiri, yang sudah mencoba kuat untuk menghadapi apapun yang terjadi dalam hidup.
Membuat dirimu bahagia adalah tujuan hidupmu, menyelesaikan mimpi adalah tugasmu. Kita berjalan dengan cara masing masing. Bersyukur klo pada akhirnya kita bisa saling membahagiakan. Aku berusaha untuk menjaga hatimu dan setiap orang, walaupun pada nyatanya payah, tapi aku berusaha. Aku tidak ingin menjadi sosok yang nampak indah dihidupmu tapi justru mematikanmu perlahan, semoga kamu pun begitu.
Selamat pagi.
Berbuat baiklah, semua kebaikan insya Allah akan dibalas Allah dengan kebaikan, asal ikhlas. Mau orang jahat sama kita? Biarkan itu urusan Allah dan semesta.
Terus Beranjak: "Sabar"
Pada lirih-lirih doamu yang tak terdengar orang lain, pada lelah-lelahmu yang kamu sembunyikan, semoga Allah kuatkan. Semoga Allah mudahkan. Semoga Allah hadiahkan Surga.
Kata Allah dunia itu hanya sehelai sayap nyamuk, meski bagimu ujiannya terasa seperti ombak besar yang menerpamu bertubi-tubi.
Kata Allah dunia hanya senda gurau semata, meski bagimu kadang terasa begitu melelahkan. Berat, dicemooh, dibanding-bandingkan, dilukai.
Tapi begitulah dunia. Bukan "tempat" untuk berbahagia melainkan hanya tempat untuk memupuk amal. Sabar.
Bukankah yang terpenting adalah kamu jadi semakin dekat dengan Allah? Bukankah yang terpenting kamu semakin bergantung kepada Allah? Bukankah yang terpenting matamu dipalingkan dari dunia?
Jangan iri dengan orang lain. Dunia hanya ujian bagi orang-orang yang beriman.
Makassar, 05 Februari 2021 | @terusberanjak
Sederhana Namun Bermakna
“Simple can be harder than complex. You have to work hard to get your thinking clean to make it simple” (Steve Jobs)
-
Mewah itu memesona, tapi terlihat sederhana juga punya pesonanya tersendiri.
Terlebih, ketika kesederhanaan dipilih sebagai prinsip secara sadar untuk menjalani hidup dan lebih dekat dengan pemaknaannya. Biar begitu, bersikap sederhana enggak se-sederhana itu.
Apalagi ketika seseorang memilih jadi sederhana - bukan terpaksa sederhana.
Sebabnya, kita harus bergulat lebih sengit dengan nafsu di dalam diri. Alih-alih menyuapi kehendaknya terus, kita cermat menentukan mana hal yang esensial mana yang impulsif.
Mungkin tantangan itu jadi alasan kuat di balik ketakjuban kita pada manusia-manusia yang bermakna dengan kesederhanaannya. Daya tarik mereka, enggak lekang oleh waktu. Hadir kecermatan & keteguhan lewat sikap mereka.
Lalu dengan cara apa kita bisa belajar bersikap bijak lewat kesederhanaan?
Pertama - Sederhanakan Pola Pikir
Kalau bisa berpikir dengan lebih simpel namun tujuan tetap tercapai, kenapa harus menyulitkan & merumitkan diri? Awali pikiran dari hal yang sederhana, kawal cara kita berpikir sampai akhir.
Kadang kita terjebak dalam pola pikir sendiri dengan anggapan, lebih rumit itu lebih keren. Padahal? YGTD.
Kedua - Sederhanakan Perilaku
Kita bisa bersikap sederhana dengan memahami batas kewajaran atas suatu tindakan di sekitar. Untuk itu, penting bagi kita untuk latihan bersikap peka terhadap situasi dengan tetap berprinsip.
Tanya ke diri sendiri. Pantas enggak gue bersikap begini? Sesuai aturan enggak ya? Cukup atau berlebihan ya?
Ketiga - Sederhanakan Kesan
Kadang, nampak rumit di mata orang lain itu keren. Tapi, kita sadar kalau sesuatu jadi lebih keren ketika apa yang rumit bisa terlihat lebih sederhana dengan penyesuaian lewat sikap & perbuatan.
Makin kita terkesan rumit, makin lebar jarak yang bisa tercipta dengan sesama. Seberapa rumitkah kita?
-
Dari mereka yang bersikap sederhana, kita memetik hikmah untuk diterapkan.
Bahwa perkara yang betulan esensial dalam hidup, jumlahnya enggak banyak. Kita yang seringkali menyulitkan diri dengan merasa kurang dan terus menambah-nambahi :)
-
“With wisdom comes the desire for simplicity” (Brendon Burchard)
Kompilasi yang hebat pagi ini, mengingatkan pada sendunya Bandung dan kenangan hangat yg ada di dalamnya.
Kini Bandung, meretas rindu.
Aku selalu ingin mengenalmu, lebih jauh, lagi. Lebih dalam, lagi.
Ya, kamu. Hati kecilku.
Bukankah perjalanan terdalam dan tersulit adalah perjalanan manusia dengan dirinya?
Hai, hatiku :)
Upayaku hilang, dihembus. Upayamu apa? Ah Knapa aku harus bertanya upayamu? Bukankah upayamu terlalu besar hingga kamu enggan berupaya lagi.
Pada waktu, ku titip rasa yang tidak mampu ku eja. Pada waktu, ku titip kata yang tidak mampu ku ucap.
Biarlah waktu yang membawa mereka berjalan, hingga menemukan ujungnya. Entah mereka tenggelam atau muncul ke permukaan.
Raga kini mulai berdusta dan tak sejalan, membohongi mereka. Raga terlihat segar bugar , padahal hilang arah. Dia gontai tak berkesudahan macam tersesat di jalan gelap.
Dan biarlah waktu yang membawa semuanya pada titik “baik baik saja”.
Ada orang orang yang terlalu sibuk mengurusi aib orang lain sampai lupa terhadap aib sendiri.
Ada orang-orang yang terlalu mahir mencari kesalahan orang lain sedang pada kesalahan sendiri, mereka gagap.
Ada orang-orang yang terlalu bangga menuliskan keburukan orang lain sedang pada keburukan sendiri, mereka acuh.
Ada orang-orang yang tidak punya kesibukan lain selain mencari tahu dan memata matai perbuatan buruk orang lain.
Ada? Iya ada.
Semoga kita bukan menjadi bagian dari mereka yang tidak punya kesibukan lain selain mengurusi perkara sia-sia yang tidak ada faedahnya. Fokus pada diri sendiri, perbaiki diri sendiri. Jika dirasa telah cukup ilmu maka silakan memperbaiki orang lain, mulailah terlebih dahulu dari keluarga dan orang-orang terdekat.
Ada beberapa hal yang tidak perlu kita ketahui dari orang lain begitu pula sebaliknya. Tidak semua kebaikan dan keburukan harus diketahui seluruh dunia. Ada hal yang perlu di simpan sendiri. Tidak melakukan apapun di depanmu bukan berarti dia tidak melakukan apa apa, bisa saja dia melakukan hal yang jauh melebihi ekspektasimu yang menurutnya tak harus diketahui olehmu. Mungkin ada sesuatu yang dia jaga agar kamu tidak tersakiti, atau agar tidak menyakiti orang orang sekitarnya.
Jadi, kepo perlu tapi jangan kepo banget nanti orang terganggu.
Untuk kamu, yang tadi malam mengajak aku menikmati hujan sembari bercerita hal-hal yang sudah kita lewati. Kita sama sama sadar, bahwa dulu kita sangat menyukai hujan dan canda tawa setelahnya.
Terimakasih, hal sesederhana itu bisa kamu kemas menjadi sesuatu yang membahagiakan. Selalu kamu, dan hanya kamu, Tuan, angka kembar.