caranya Allah
ada yang Allah sayang dengan ujian. Allah mengizinkannya melalui berbagai ujian kehidupan. karena ujian itu, dia sadar bahwa hanya Allah pemilik segalanya. karena ujian itu, dia kembali kepada ketaatan.
ada yang Allah sayang dengan dosa. Allah membiarkannya berbuat dosa begitu banyak, begitu jauh. hingga suatu hari dia terbentur, terjatuh, dan tersungkur. dia menyadari betapa banyak dosanya selama ini. lalu dia bersegera untuk bertaubat.
ada yang Allah sayang dengan penundaan. Allah membiarkannya terus berdoa, memohon, dan meminta. selain karena Allah mengetahui yang terbaik, doa itu menjadi benang yang menghubungkan dia dengan Dia.
ada yang Allah sayang dengan nikmat, rezeki yang berlimpah. karena nikmat itu, dia terus bersyukur. dia berbagi dan menolong banyak orang. dia menjadi orang yang bertakwa.
ada yang Allah sayang dengan ilmu. ilmu itu menjadikannya seseorang yang mulia, seseorang yang bisa berkarya untuk sesama. umurnya panjang. dia berupaya menjadi orang yang bermanfaat.
ada yang Allah sayang dengan saudara. semua orang sangat menyayanginya karena kebaikan hatinya. di mana-mana dia memiliki tempat. karena persaudaraan itu, dia senantiasa mendoakan orang lain.
mungkin ada juga, orang-orang yang kelihatannya disayang oleh Allah. Allah membiarkannya beribadah siang malam. berpuasa, berzakat, berinfak. tapi rupanya, di hatinya ada perasaan "baik". merasa lebih baik dari orang lain. merasa sempurna. dan dengan begitulah gugur pahala dari amalnya.
yakinlah bahwa Allah menjadikan segala hal duniawi sebagai caranya menyayangi kita, memanggil kita. dan janganlah sekali-kali kita merasa lebih baik dari orang lain. apalagi menjadi pengumpat dan pencela. sebab bagi mereka adalah neraka yang apinya membakar sampai ke hati. na'udzubillah. (Al Humazah)









