Sakitmu jangan diceritakan. Tahan semuanya sendiri saja. Karena orang belum tentu merasakan yg sama.

bliss lane

No title available
we're not kids anymore.

Origami Around

oozey mess

blake kathryn
Xuebing Du
No title available
taylor price

#extradirty
Today's Document
EXPECTATIONS
Misplaced Lens Cap
Not today Justin
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year
Show & Tell
he wasn't even looking at me and he found me
Jules of Nature
The Stonewall Inn
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia

seen from United States
seen from Lithuania
seen from Austria

seen from Spain
seen from Türkiye

seen from Germany

seen from Colombia
seen from Mexico

seen from United Kingdom

seen from Malaysia

seen from United Kingdom
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
@nurhyat24
Sakitmu jangan diceritakan. Tahan semuanya sendiri saja. Karena orang belum tentu merasakan yg sama.
Walau pernah pupus. Semoga masih bisa tulus.
Halo, its me again
Ini sudah tahun 2020
Hubungan kita berahir diawal tahun 2018.
Semarang.
Bertemu kamu adalah luka. Bertemu
dia adalah bahagia.
“Satu-satunya cara agar dapat menulis adalah dengan meniru banyak tulisan orang lain. Referensi-referensi yang diserap lama kelamaan akan membentuk ciri khas penulis.”
— Sapardi Djoko Damono
Jakarta,27 July 2019
Aku tau aku sedang dilatih untuk mencari.
Cerpen : Lelah
Aku lelah dalam berjuang, di usia yang berbilang masih muda ini. Seketika aku ingat bagaimana orang tuaku dulu berjuang. Melangkahkan kaki dari rumah ke tempat kerjanya, belum berkendara seperti saat ini. Seketika aku merasa malu.
Cita-citaku terlalu tinggi, sampai-sampai mereka berdua tidak paham dengan apa yang aku citakan. Namun, mereka dengan tulus hati mendoakan; semoga apa yang aku cita-citakan itu tercapai.
Sementara aku sendiri ragu apakah bisa mencapainya atau tidak. Di tengah-tengah jalan yang penuh liku ini. Jalanan yang padat, setiap hari aku harus menantang air dingin di pagi hari, melawan kantuk, menerjang kemacetan, duduk berjam-jam dan sesekali pergi ke lapangan untuk survey, kemudian pulang selepas isya dalam keadaan lelah.
Semua ini membuatku rindu pada rumah. Pada setiap butir nasi hangat yang ibu ambilkan dari ricecooker. Pada sayur tadi siang yang dihangatkan kembali. Aku rindu pada setiap kemudahan yang aku dapatkan ketika aku di rumah. Meski berbilang usiaku sudah 25-an, aku tetaplah anak-anak di mata mereka.
Aku lelah di perjalanan ini. Perjalanan yang membuatku risau, apakah ini jalan yang benar atau bukan. Apakah aku akan menjalani jalan ini hingga akhir hayatku? Mencari rezeki di sana? Dan juga jalan yang akan aku ceritakan dengan bangga ke anak-anakku nantinya.
Aku lelah dan lagi-lagi aku malu kepada ayah. Setiap pagi, sewaktu aku masih tinggal dengan mereka. Ayahlah yang selalu mencuci baju sekeluarga, sementara ibu memasak di dapur. Aku hanya perlu bersiap diri. Dan ayah, ia harus berburu dengan waktu agar bisa berangkat tepat waktu.
Aku lelah dan lagi-lagi aku malu kepada ibu. Aku tahu, betapa bangganya beliau ketika bercerita kepada kerabat dan tetangga tentang anaknya yang berhasil masuk universitas, kemudian lulus dengan predikat cumlaude, tak lama setelah itu diterima bekerja.
Aku malu bila aku hendak mengeluh lelah. Aku tahu, mereka tidak perlu tahu kerisauanku. Sebayaku menyebutnya Quarter Life Crisis. Mereka hanya perlu mendengar kabar baik, agar hatinya tentram dan doanya tidak dipenuhi kekhawatiran, dan sesungguhnya itulah kesimpulannya. Aku tidak ingin mereka khawatir. Yogyakarta, 24 Agustus 2017 | ©kurniawangunadi
Jangan merasa jadi yang paling tersakiti. Coba sesekali lihat bagaimana kondisiku selepas aku memutuskan untuk pergi. Aku sama. Sakit.
Coba pandang dari sudut yang berbeda. Tak selamanya yang meninggalkan selalu jadi tersangka. Dan yang ditinggalkan selalu jadi korbannya. Bisa jadi yang meninggalkanlah yang jadi korban yang paling menderita. (via messyhhm)
Tentang Bekerja
Mencari kerja itu susah buat orang kebanyakan. Ngerasain sih 6 bulan apply sana sini tapi ga keterima. Lelah. Putus asa. Jadi ya kalau lo udah punya kerjaan, be grateful. Some jobs you hate. Some jobs you love. It is normal. Very. Just be grateful. You hate your job? That’s fine. Find a better one and submit your resignation letter. But until then, just do your duty. Jangan juga ngikutin pola kerja orang lain. Karena lo ga tau gimana sebenarnya mereka bekerja. Lo liatnya mereka nyantai, gaji besar. Mereka yang sudah bisa nyantai dalam bekerja dan digaji besar adalah mereka yang dulunya ketika bergaji kecil tetap bekerja keras. Lo ga bisa ngikutin pola kerja mereka apalagi ketika yang lo lakukan cuma mengeluh soal pekerjaan lo. Merasa gaji kurang? Minta naik gaji. Kalau lo memang yakin bahwa kinerja lo bagus, meminta kenaikan gaji itu sah. Ga dikasih, cari kerjaan baru. Resign. Dan jangan pernah ngata-ngatain tempat lo bekerja saat ini. Sejelek apapun mereka, lo masih makan dari gaji, lo masih belajar ini itu. Lo bergaul sama teman-teman lo yang kerjanya kultwit, nonton youtube, lalu lo mengaplikasikan itu ke diri lo. Ya kacau karir lo. Perlu diingat, kesuksesan teman lo ya kesuksesan dia, bukan kesuksesan lo. Yang harusnya lo aplikasikan etos kerja mereka. Lo boleh niru keselowan teman-teman lo dalam bekerja selama lo udah mengaplikasikan etos kerja yang mereka gunakan. Agak susah nyari tempat kerja yang mau bayar gaji gede tapi kerjanya minim. Life doesn’t work that way. So yeah, just work your ass off.
Mr.
Kadang cinta selucu itu: Aku yang berlelah-lelah memperjuangkan. Kamu yang tak peduli dan menyia-nyiakan. Saat aku mulai merasa lelah dan mencoba pergi dari pandanganmu. Kamu mengejarku dan memohon untuk tidak pergi dari duniamu. Itu terlihat seperti kamu butuh aku diduniamu, tapi sebagai orang yang kamu permainkan. Bukan sebagai pribadi yang memberikan kamu kenyamanan.
Arief Aumar Purwanto (via sajaksesak)
Berbeda
Tidak seorangpun mau diperlakukan berbeda alias diistimewakan. Setiap orang berhak diperlakukan dengan adil. Namun, sering kita melihat banyak orang yang dipandang sebelah mata, karena fisiknya yang kurang cantik, karena dia bodoh, karena miskin, karena dia tidak ada apa-apanya.
Semesta selalu adil. Pada akhirnya yang mepermainkan akan kembali dipermainkan.
Luka Kita (via lukakita)
Semesta selalu adil. Pada akhirnya yang mepermainkan akan kembali dipermainkan.
Luka Kita (via lukakita)
Aku tidak bisa menahanmu lebih lama jika memang kau ingin pergi. Aku tidak bisa melihat siapa yang paling terluka, sebab saat aku menatap kedalam matamu, aku menemukan kenyataan bahwa kau menyimpan luka yang sama terhadapku. Saat aku melihat lebih jauh lagi ke dalam matamu, aku menemukan pantulan diriku sendiri.
Aku tidak paham; mengapa cinta begitu rapuh- atau mungkin kita yang belum begitu mampu. Kenyataan yang harus kita hadapi adalah saling pergi, kau ke arah berbeda begitu pula aku. Aku tidak ingin salah seorang di antara kita menetap pada tempat terkahir kita berpisah. Aku ingin kita bisa lebih memaknai kata rela. Dengan begitu, kita bisa lebih percaya bahwa tidak apa saling melukai tanpa belas kasih, sebab dari rasa sakit itu kita bisa tahu seberapa besar kita saling mencinta. Kita tidak berakhir mengenaskan seperti katamu, kita hanya baru akan memulai.
Aku tidak akan meminta pada Tuhan tentangmu, kamu juga setuju melakukan hal yang sama. Kita berdua hanya perlu menerima bahwa mencintai bukan hanya tentang bersama selamanya, namun mecintai juga bisa di lakukan dengan cara berhenti karena ketika kita bersama, kita hanya akan saling terluka, kita hanya akan saling melukai. Cinta tidak hadir untuk itu bukan?
Setelah ini, kita akan berjalan masing-masing. Kita pula tidak sedang dalam perlombaan siapa yang lebih dulu mendapat pengganti. Aku harap, ketika kamu menemukan seseorang, semoga dia adalah rumah paling teduh untuk akhir perjalananmu. Begitu pula denganku.
Kita berakhir sebagai dua orang yang saling mencintai, tapi takdir membawa kita ke dalam sebuah hubungan pertemanan, dan itu lebih baik dari pada berhenti peduli. Semua akan berjalan pada jalur yang wajar. Maka sudah sebaiknya jika kita berpisah bukan dengan tawa yg hambar.
Bahagialah, sekarang, nanti, kapanpun itu.
Assalammu'alaikum Wr. Wb. Untuk kakak-kakak muslimah cantik yang ingin mendonasikan kerudungnya yang masih baru / sudah tidak terpakai (tapi masih layak pakai), boleh donasikan kerudungnya melalui Kerudungku Untukmu. BISA ketemuan langsung / Kirimkan kerudung ke alamat: "Kerudungku Untukmu Charity" Jalan Taman Kelud Selatan No. 18 Semarang atau hubungi, 085 600 288 944 (Laras) wa/sms Syukron Katsir Wassalammu'alaikum Wr. Wb. MORE INFO: Instagram : @kerudungku.untukmu Blog : kerudungkuuntukmu.blogspot.co.id
Berhenti datang-datang lagi selayaknya kau ingin menjadikanku tempatmu pulang. Kita berdua sama-sama tau, kau itu hanya kesepian.
(via mbeeer)
Nyatanya aku memang ga pernah nemu