Alhamdulillah ..
Udah sampai proses ini yaa, semoga Allah lancarkan dan mudahkan urusan kita sampai hari H ya ..
Barakallahu fiik 😊
17.07.2022 | menanti hari bahagia

Origami Around
almost home
Mike Driver

titsay
Three Goblin Art
Monterey Bay Aquarium

oozey mess
Stranger Things
taylor price
Game of Thrones Daily
🪼
will byers stan first human second
Peter Solarz
h
Claire Keane
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

blake kathryn

Janaina Medeiros
Misplaced Lens Cap
AnasAbdin

seen from United States
seen from United States

seen from Paraguay
seen from Nicaragua
seen from Paraguay
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from India

seen from Germany
seen from United States
seen from Switzerland
seen from Israel
seen from New Zealand

seen from Honduras

seen from Malaysia
@putih-tumbuh
Alhamdulillah ..
Udah sampai proses ini yaa, semoga Allah lancarkan dan mudahkan urusan kita sampai hari H ya ..
Barakallahu fiik 😊
17.07.2022 | menanti hari bahagia
Memaknai kehadiran.
Akan ada kehadiran seseorang dalam hidupmu yang mengajarimu untuk melihat hal-hal yang selama ini tampak rumit menjadi lebih sederhana.
Kehadirannya, membenahi cara pandangmu yang selama ini mudah khawatir, untuk tidak menerka masa depan terlalu berlebihan dan tidak memutuskan beberapa pilihan hidup dengan ketergesaan. Dari kehadirannya kau belajar banyak tentang makna kehidupan.
Kehadirannya, mengajarimu untuk tetap merasa tenang.
Kehadirannya, memintamu untuk tetap jadi diri sendiri dan melepaskan seluruh belenggu takut dan ragu yang selama ini membebani.
Kehadirannya, memintamu untuk berani berjalan lagi, meski perlahan-lahan diatas titian mimpi.
Kehadirannya, seperti hujan gerimis yang tiap bulir jatuhnya menumbuhkan harapan-harapan yang pernah mati.
Kehadirannya, seperti bingkisan ajaib dari Tuhan, atas doa-doa yang selama ini tak pernah lelah kau langitkan.
Daripada khawatir dan membenci kehidupan, dirinya memintamu untuk terus belajar berprasangka baik dan bersemoga bahwa; semuanya akan baik-baik saja dan semuanya pasti akan berujung terbaik dalam ketetapan Tuhan. Itu lebih penting, katanya.
Seperti dua daya yang saling mengisi kekuatan, Tuhan mengirimkannya untuk mengajarimu mensyukuri masa kini dengan lebih sadar dan memaafkan masa lalu yang menyakitkan dengan lebih lapang dan sabar.
Kini, kau paham kan, bagaimana rasanya menemukan makna cukup dalam diri seseorang?
Sudut kamar, 12 Juni 2022 19.59
Menikah
Pada akhirnya masing-masing kita akan mengakhiri pencarian, berhenti pada satu nama, bersama dalam satu sujud dan melukis mimpi dengan satu kanvas yang sama.
Memang pilihan yang sulit, menyatukan dua kepala yang lahir dari tradisi dan habits yang berbeda. Menyatukan mimpi yang jaraknya ribuan mil jauhnya, lalu menyandingkannya menjadi satu. Sulit, karena ini perjalanan yang jauh dengan empat kaki dan dua kendali yang kadang tak bisa disatukan. Sulit, karena harus terbiasa dengan dialog, mendiskusikan satu mimpi dalam satu cawan yang sama, mengiris menunya dengan satu pisau dan menyantapnya dengan satu sendok yang dipegang bersamaan.
Sebuah ikatan yang suci, diikat dengan tali bening, halus tak kasat mata. Ia mengikat dalam sampai ke tulang, menjerat dalam mengikuti aliran urat nadi, mengelilingi jantung dan hati. Hingga kelak, debaran jantung pun terasa di jantung yang lain, sakit hati pun kelak dapat dibagi, dan dinikmati bersama. Ini satu ikatan, yang membuat dua insan menjadi satu jiwa dalam dua tubuh.
Kalimat yang diucapkan itu pendek, tapi gema yang terdengar, huruf-huruf yang terucap berlarian menembus langit, hingga singgasana Tuhan pun bergetar.
Perjalanan yang panjang, dengan waktu yang tak sebentar, bahkan menghabiskan seluruh usia. Dua insan, berjalan bersama menjelajahi gersangnya gurun, tandusnya perbukitan, dan dalamnya samudra.
Namun, bagaimanapun beratnya ujian, perihnya kenyataan dan menakutkannya hidup. Dua insan yang saling terikat dalam satu ikatan keyakinan, dengan mimpi dan cita-cita kehidupan yang lebih baik dalam sebuah bahtera cinta tak akan pernah mengalah pada ombak atau badai bagaimanapun kuatnya.
Cinta adalah ikatan batin yang membuat seseorang mampu tetap bertahan, bahkan melawan takdir meskipun nyawa telah keluar dari kerongkongan.
Cinta memang tak selalu menikah, tak selamanya berakhir dengan ikatan suci dibawah payung Ilahi. Tapi mereka yang menikah pasti tengah merawat cinta yang telah tumbuh, hingga menjelma pepohonan yang rindang dengan buah yang lebat. Ia dirawat agar tetap teduh, dan selalu hidup tanpa pernah layu dan mati.
-----------------------
Untukmu istriku, Rahma Belinda❤️ Yang selalu meminta dibuatkan sebaris kalimat dengan untaian kata penuh cinta.
Aku bukan tak ingin membuatkan kalimat-kalimat yang syahdu, dengan huruf-huruf yang menggoda, dan kalimat-kalimat yang berlarian ingin dipeluk. Aku hanya sedang kehilangan imajinasi, kehilangan Kalimat indah itu dari kepalaku. Sebab semuanya telah utuh, menyatu dalam kamu.
.
.
-Nidzom Izzuddien
Tentang kita ..
Tepat tanggal 22 mei 2022 kamu melamarku, cincin yang dipasangkan oleh mama kandungmu di jari manis tangan kiriku dan keluarga kita menjadi saksinya sebagai tanda kau telah mengikat janji untuk pernikahan kita nantinya.
Berharap semoga semuanya berjalan sesuai rencana tapi ternyata setelah acara keluarga kita malah saling bertentangan, saling mempertahankan keputusan sendiri², hingga saat ini keluarga kita masih sama sama mempertahankan ego nya (27 mei 2022).
Aku berharap semoga ini hanya ujian untuk kita melangkah ke depan, bukan sebagai pertanda bahwa kamu tidak baik dan berujung kandas.
Semoga kita menemukan jalan keluar dan solusi dari masalah ini, aku berharap kamu memang orang yang Allah pilihkan untuk menjadi pendampingku hingga akhir hayat.
Semoga Allah mudahkan segala niat baik kita, semoga semua nya kembali baik baik saja ...
I hope 🥲
“Nantinya akan ada seseorang yang paling memahami kamu melebihi dirimu sendiri. Bisa ia menetap bisa juga hanya sesaat. Mintalah Allah membersamaimu dengan sosok yang seperti itu. Yang dengannya, kau bisa mendewasa bersama-sama. Yang dengannya, kau nyaman berlama-lama walau dalam kepiluan. Yang dengannya, hatimu menjadi damai. Seolah selalu percaya bahwa Allah itu dekat.”
—
Alhamdulillah, hari ini sudah bertemu dengan seseorang itu ❤️
Pernikahan yang disyukuri.
Dua orang yang tidak saling mengetahui sebelumnya, yang tidak pernah berjumpa sebelumnya. Atas kebaikan Allaah menyatukan dua hati dalam satu biduk rumah tangga.
Pernikahan itu tidak tegak karena rupa yang elok atau harta, akan tetapi dia tegak dengan agama dan akhlak.
(Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithi rahimahullaah)
Benarlah, dalam pernikahan memang tidak tegak karena rupa yang elok. Sebab rupa yang elok dengan seiringnya waktu akan jua layu. Tidak juga tegak karena harta, sebab harta bisa kapan saja hilang dari genggaman.
Namun pernikahan akan tegak dengan agama dan akhlak. Bagaimana tidak, ketika salah satu pasangan melakukan banyak kesalahan, maka pasangannya memberinya maaf yang begitu lapang untuknya. Kalau bukan sebab Allaah yang memerintahkan untuk memaafkan dan sabar sebab akhlak yang baik tentulah pernikahan itu tidak akan berjalan dengan baik.
Inilah mengapa pentingnya agama, akhlak dan nilai diri yang harus dimilki oleh pasangan. Oleh karenanya sebelum memutuskan menikah perhatikan betul seperti apa cara dia beragama, seperti apa keluhuran akhlaknya dan nilai diri pada dirinya. Terutama sifat sabar dan pemaaf. Sebab tidak hal tidak mungkin ujian dalam rumah tangga itu akan selalu datang silih berganti. Maka disinilah letak kesabaran dan maaf satu sama lain akan diuji.
Mengapa hal ini menjadi penting? Sebab rumah tangga adalah salah satu ibadah terlama yang bisa kita lakukan sampai akhir hayat kita. Dan ia tidak akan tegak hanya bermodalkan cinta saja, ataupun harta, jabatan saja. melainkan agama, akhlak dan nilai diri.
Terutama pada suami, sabar dan maafnya mungkin 2 kali lebih lapang bila dibandingkan dengan istri. Mengapa demikian? Sebab seorang wanita terkadang kala dengan perasaannya. Perasaannya seperti cuaca yang mudah berubah-ubah. Kau tau cuaca kan? Sebentar hujan, panas, petir, tsunami, terik, badai, topan , angin puting beliung. Sementara laki-laki adalah sebuah negeri yang harus tabah menerima hal itu semua.
Kalau bukan sebab Allaah yang memerintahkan sabar, maka rumah tangga tidak akan berjalan dengan sebagaimana mestinya. Akan ada selalu pertengkaran setiap harinya. Kalau bukan Allaah yang memerintahkan untuk menjadi pemaaf, maka akan terasa berat menjalankan rumah tangga setiap harinya. Itulah mengapa agama menjadi penting pada urutan pertama. Sebab, jika ia paham perihal agamanya. Ia akan paham bagaimana Allaah memerintahkan yang Maaruf dalam menjalaninya.
Perihal akhlak pun demikian, buah dari tauhid adalah akhlak yang baik. Jika dia memahami perihal tauhid dengan benar, maka dia akan berakhlak baik sebagaimana mestinya. Dan terakhir perihal nilai diri yang ada pada pasangan.
Dalam pernikahan bukan hanya kebahagiaan kemana-mana ada yang nganter atau nemenin halan-jalan saja yang nanti kita rasakan, namun juga nemenin pasangan kita saat ia melalui masa sulitnya, saat ia merasa terpuruk di titik rendahnya. Pernikahan tidak hanya bercerita tentang kebahagiaan saja, namun juga bercerita tentang ujian yang akan datang silih berganti.
Tidak ada pernikahan yang selamanya akan baik-baik saja tanpa ujian. Semua orang yang berada di dalam biduk rumah tangga akan mengalami ujian pernikahan. Bahkan pernikahan manusia terbaik sekalipun juga melalui ujian yang tidak pernah mudah, bukan?
Dalam pernikahan suami istri yang saling mencintai dan saling memuji satu sama lain, bukan berarti keduanya tak pernah tersakiti, tak pernah kecewa. Mereka pasti akan melalui fase ini. Pernah kecewa, pernah bersedih, pernah juga tersakiti. Namun sekali lagi diantara keduanya akan saling memberikan udzur satu sama lain, saling sabar, saling memaafkan, berlapang dada, dan berupaya menjadikan rumah tangga sakinnah mawaddah warahmah.
Karena diantara keduanya memahami, pernikahan yang mereka jalani ini menapak di bumi, dan bumi tempatnya ujian untuk berlelah dan bersusah payah. Sebab pada akhirnya tujuan akhir dari semua ini adalah surga Allaah Ta'ala. Sehidup, sesurga bersama.
Perihal pernikahan yang disyukuri adalah perihal saat mendapatkan pasangan yang kesabaran, dan kelapangan hati seluas langit yang entah dimana batasnya. Yang saling memberi nasihat satu sama lain untuk tetap bisa berjalan bersama-sama. Sebab berapa banyak kita temui pada hari ini mereka-mereka yang diuji oleh Allaah melalui pasangannya yang setiap hari bikin ngelus dada..
Semoga tulisan ini menjadi pengingat untuk diri, agar lebih banyak syukur sebab Allaah memberikan seseorang yang kebaikannya tidak bisa dituliskan satu persatu. Jangan lepaskan untuk mendoakan kebaikan selalu untuk pasangan kita kepada Allaah. Sebab salah satu bentuk syukur kita kepada Allaah adalah mendoakan hal baik untuk kebaikannya. Dan doa adalah bahasa cinta paling sederhana. Terimakasih, mas. Terimakasih..
Selepas hujan di balik jendela || 06.46
Rezeki
Salah satu rezeki setelah menikah ialah punya mertua dan kakak ipar yang baik dan pengertian. Semoga setiap kebaikan yang dilakukan, dinilai Allah sebagai amal, dan kembali pada diri kita masing-masing.
Jangan pernah lelah berbuat tulus kepada orang lain. Percayalah, bahwa Allah yang akan membalasnya dari arah yang tidak kita sangka-sangka.
Apabila salah satu dari kita merasa tidak beruntung nasibnya, bisa jadi itu adalah sisi lain nikmat dari Allah. Ya, agar kita tetap bersabar dan berbuat baik. Bukankah menghadapi ujian itu juga nikmat? Nikmat meraih banyak pahala, kalau kita mau lapang dan bersyukur.
Alhamdulillahi bini'matihi tatimmush shalihaat..
Banjarmasin, 11 April 2022 | Pena Imaji
Tonton "Mitos dan Fakta Penyakit TBC 2020" di YouTube
Relate banget nih ..
Oke semua akan baik baik saja ..
Gak boleh cengeng 😊
Bismillah..
BELAJAR BAHASA ARAB ❤
🌸 Syukron ( شكرًا ) = Terima kasih
🌸 'Afwan ( عفواً ) = Sama-sama
🌸 Aseef (asif) ( آسف ) = Saya minta maaf
🌸 Hasanan ( حسناً ) = Baiklah
🌸 Rubbamaa ( ربّما )/yumkin = Mungkin
🌸 Intabih ( انتبِه ) = Awas! (Peringatan)
🌸 Ihzar ( احذر ) = Berhati-hatilah
🌸 Laa tansa' ( لا تنسىٰ ) = Jangan lupa
🌸 Samiin ( سمين ) = Gemuk
🌸 Nahiifun ( نحيف ) = Kurus
🌸 Tawiilun ( طويل ) = Panjang
🌸 Qasirun ( قصير ) = Pendek
🌸 Khofiidhun ( خفيض ) = Rendah
🌸 Yaum ( يوم ) = Hari
🌸 Usbu' ( أسبوع ) = Minggu
🌸 Syahr ( شهر ) = Bulan
🌸 Sanah ( سنة ) = Tahun
Ucapan dalam bahasa Arab:
🌻 Masaaul khair ( مساءالخير ) = Selamat sore
🌻 Masaaun nuur ( مساءالنور ) = Ucapan balasan selamat sore
🌻 Lailatu sa'idah ( ليلة سعيدة ) = Selamat malam
🌻 Sobaahul khair ( صباح الخير ) = Selamat pagi
🌻 Sobaahunnur ( صباح النور ) = Ucapan balasan selamat pagi
🌻 Naharun sa'idah ( نهار سعيدة ) = Selamat siang
🌻 Bitaufiiq wannajaah ( بالتوفيق والنجاح ) = Semoga berjaya
🌻 Salam ukhuwah ( سلام اخوة ) = Salam persaudaraan
🌻 Jazakallahu khairan ( جزاك الله خيرا ) = Semoga Allah membalasmu (laki-laki) dengan kebaikan
🌻 Azzhomallahu ajrak ( عظّم الله أجرك ) = Semoga Allah memberimu pahala yang besar
🌻 Uhibbuki ( أحبكِ ) = Saya sayang kamu (perempuan)
🌻 Uhibbuka ( أحبكَ ) = Saya sayang kamu (laki-laki)
Ganti nama/personal pronouns:
👌 Anaa ( أنا ) = Aku / Saya
👌 Anta ( أنتَ ) = Kamu (laki-laki)
👌 Anti ( أنتِ ) = Kamu (perempuan)
👌 Huwa ( هُوَ ) = Dia
🌸 Syukron ( شكرًا ) = Terima kasih
🌸 'Afwan ( عفواً ) = Sama-sama
🌸 Aseef (asif) ( آسف ) = Saya minta maaf
🌸 Hasanan ( حسناً ) = Baiklah
🌸 Rubbamaa ( ربّما )/yumkin = Mungkin
🌸 Intabih ( انتبِه ) = Awas! (Peringatan)
🌸 Ihzar ( احذر ) = Berhati-hatilah
🌸 Laa tansa' ( لا تنسىٰ ) = Jangan lupa
🌸 Samiin ( سمين ) = Gemuk
🌸 Nahiifun ( نحيف ) = Kurus
🌸 Tawiilun ( طويل ) = Panjang
🌸 Qasirun ( قصير ) = Pendek
🌸 Khofiidhun ( خفيض ) = Rendah
🌸 Yaum ( يوم ) = Hari
🌸 Usbu' ( أسبوع ) = Minggu
🌸 Syahr ( شهر ) = Bulan
🌸 Sanah ( سنة ) = Tahun
Ucapan dalam bahasa Arab:
🌻 Masaaul khair ( مساءالخير ) = Selamat sore
🌻 Masaaun nuur ( مساءالنور ) = Ucapan balasan selamat sore
🌻 Lailatu sa'idah ( ليلة سعيدة ) = Selamat malam
🌻 Sobaahul khair ( صباح الخير ) = Selamat pagi
🌻 Sobaahunnur ( صباح النور ) = Ucapan balasan selamat pagi
🌻 Naharun sa'idah ( نهار سعيدة ) = Selamat siang
🌻 Bitaufiiq wannajaah ( بالتوفيق والنجاح ) = Semoga berjaya
🌻 Salam ukhuwah ( سلام اخوة ) = Salam persaudaraan
🌻 Jazakallahu khairan ( جزاك الله خيرا ) = Semoga Allah membalasmu (laki-laki) dengan kebaikan
🌻 Azzhomallahu ajrak ( عظّم الله أجرك ) = Semoga Allah memberimu pahala yang besar
🌻 Uhibbuki ( أحبكِ ) = Saya sayang kamu (perempuan)
🌻 Uhibbuka ( أحبكَ ) = Saya sayang kamu (laki-laki)
Ganti nama/personal pronouns:
👌 Anaa ( أنا ) = Aku / Saya
👌 Anta ( أنتَ ) = Kamu (laki-laki)
👌 Anti ( أنتِ ) = Kamu (perempuan)
👌 Huwa ( هُوَ ) = Dia (laki-laki/seorang)
👌 Hiya ( هِيَ ) = Dia (perempuan/seorang)
👌 Huma ( هماَ ) = Dia (laki-laki / perempuan = 2orang)
👌 Hum ( هُمْ ) = Dia (laki-laki = 3org+)
👌 Hunna ( هنَّ ) = Dia (perempuan = 3org+)
👌 Nahnu ( نحنُ ) = Kami
👌 Antum ( أنتم ) = Kalian (ramai)
👌 Jamiilah ( جميلة ) = Cantik
👌 Qabihah ( قبيحة ) = Jelek
👌 Nadziifun ( نظيف ) = Bersih
👌 Kaslaan ( كسلان ) = Malas
👌 Ata'allamu ( أتعلم ) = Saya belajar
👌 A'kuluu ( أاكل ) = Saya makan
👌 Asyrobu ( أشرب ) = Saya minum
👌 Aqro u ( أقرا ) = Saya membaca
👌 Aktubu ( أكتب ) = Saya menulis
👌 Atakallamu ( أتكلم ) = Saya berbicara
👌 Amsiku ( أمسك ) = Saya memegang
👌 A'malu ( أعمل ) = Saya mengerjakan
👌 Albasu ( ألبس ) = Saya memakai pakaian
👌 Toriiqon ( طريق ) = Jalan
👌 Baytun ( بيت ) = Rumah
👌 Mirsamun ( مِرسم ) = Pensil
👌 Qolamun ( قلم ) = Pulpen
👌 Mimsahatun ( ممسحة ) = Penghapus
👌 Mishbaahun ( مصباح ) = Lampu
👌 Sabbuurotun ( سبورة ) = Papan tulis
👌 Kaifahaluka? ( كيف حالكَ ) = Apa kabar? (Laki-Laki)
👌 Kaifahaluki? ( كيف حالكِ ) = Apa kabar? (Perempuan)
👌 Askunu fi.. ( ..أسكن في ) = Saya tinggal di..
👌 'Umri ( عمري ) = Umur saya
👌 Masmuki? ( ما اسمكِ ) = Siapa namamu? (Perempuan)
👌 Masmuka? ( ما اسمكَ ) = Siapa namamu? (Laki-Laki)
👌 Ana tilmiidzatun ( انا تلميذة ) = Saya seorang murid (Perempuan)
👌 Ana tilmiidzun ( انا تلميذ ) = Saya seorang murid (Laki-Laki)
👌 Ahlam Sa'iidah ( احلام سعيدة ) = Semoga mimpi indah
👌 Syafakallah (شفاك الله) = Semoga Allah menyembuhkan kamu (Laki-Laki)
👌 Syafakillah (شفاكِ الله) = Semoga Allah menyembuhkan kamu (Perempuan)
🌹 Ukhwahfillah ( اخوة في الله ) = Persahabatan karena Allah
🌹 Ukhti ( اخت ) = Kakak (Perempuan)
🌹 Akhi ( أخ ) = Kakak (Laki-Laki)
🌹 Zaujy ( زوج ) = Suami (Pasangan L)
🌹 Zaujah ( زوجة ) = Istri (Pasangan P)
🌹 Asiff Jiddan ( آسف جداً ) = Beribu maaf
🌹 Ukhwahfillah Abadan Abada ( اخوة في الله أبداً ابدا ) = Persaudaraan/Persahabatan karena Allah selama-lamanya
🌹 Fa'idza 'Azamta fatawakkal 'alallah ( فإذا عزمت فتوكل على الله ) = Setelah kamu berazam maka bertawakallah kpda Allah
🌹 Inni Akhaafullah (إني أخاف الله) = Sesungguhnya aku takut kpda Allah
🌹 Maafi Qalbi Ghairullah ( مافي قلبي غير الله ) = Tiada di hatiku selain Allah
🌹 Lau Samatha ( لَو سمحتَ ) = Maafkan Saya
🌹 Naltaqi Ghadan ( نلتقي غداً ) = Kita jumpa besok
🌹 Illalliqa' ( الى اللقاء ) = Sampai berjumpa kembali
🌹 Tafadhdhol (تفضل ) = Silakan
🌹 La Aadri/ la 'a'rif ( لا أدري ) = Saya tak tahu
🌹 Maa fii Musykilah ( مافي مشكلة ) = Tiada masalah
🌹 Jazakallahu khairan khatsiiran ( جزاكَ الله خيراً كثيراً ) = Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan (Laki-Laki)
🌹 Jazakillahu khairan khatsiiran ( جزاكِ الله خيراً كثيراً ) = Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan (Perempuan)
🌹 Jazakumullahu khairan khatsiiran ( جزاكمُ الله خيراً كثيراً ) = Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan (L & P)
🌹 Wa iyyaka ( وإياك) = Dan untukmu jua (Laki-Laki) *balasan u/ ucapan jzkllah
🌹 Wa iyyaki ( وإياكِ ) = Dan untukmu jua (Perempuan) *balasan u/ ucapan jzkllah
🌹 Allahu khairul jaza' ( الله خير الجزاء ) = Allah adalah Sebaik-baik Pemberi balasan
🌹 Fahimtum? ( فهمتم ) = Apakah kalian faham?
🌹 Fahimna ( فهمنا ) = Kami telah faham
🌹 Ijhad wala taksal ( اجهدْ ولا تكسلْ ) = Bersungguh2 dan janganlah kamu malas
🌹 La Tahzan Innallaha Ma'anaa ( لا تحزنْ انا الله معنا ) = Jgnlah bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita
🌹 Kafaa Bilmauti waa'izhan ( كفى بالموت واعظاً ) = Cukuplah kmatian itu mjadi peringatan
🌹 Bi idznillah ( بإذن الله ) = Dengan izin Allah
🌹 In syaa Allah kullu khoiir , Aamiin ( إن شاء الله كل خير. آمين ) = Atas izin Allah semuanya baik , Aamiin
🌹 Barakallahu Fiik ( بارك الله فيك ) = Semoga Allah memberkahi kamu
🌹 Na'am ( نعم ) = Ya
🌹 Yallah bi sur'ah ( يالله بسرعة ) = Mari2 cepat (lekas2)
🌹 Ismahli ya ustadz/ustadzah ( اسمحلي يا أستاذ/أستاذة ) = Permisi wahai ustadz/ustadzah
🌹 Uridu an azhaba ila dauratul miyah ( أريد أن أذهب الى دورة المياة ) = Saya ingin ke kamar mandi
🌹 Anaa aidhon ( أنا أيضاً) = Saya juga
✨Semoga Bermanfaat 🤲
GANTI UCAPAN KITA DENGAN DOA ✍️
KISAH SEORANG ISTRI YANG BISA MEMBUAT SUAMINYA TERGILA-GILA PADANYA
Kisah seorang istri yang bisa membuat suaminya tergila-gila padanya. Seorang Ayah bercerita pd anak perempuannya, Suatu hari seorang wanita tua diwawancarai oleh seorang presenter dalam sebuah acara tentang rahasia kebahagiaannya yang tak pernah putus. Apakah hal itu karena ia pintar memasak? Atau karena ia cantik? Atau karena ia bisa melahirkan banyak anak, ataukah karena apa? Wanita itu menjawab : “Sesungguhnya rahasia kabahagiaan suami istri ada di tangan sang istri, tentunya setelah mendapat taufik dari Allah. Seorang istri mampu menjadikan rumahnya laksana surga, juga mampu menjadikannya neraka. Jangan Anda katakan karena harta ! Sebab betapa banyak istri kaya raya namun ia rusak karenanya, lalu sang suami meninggalkannya. Jangan pula Anda katakan karena anak-anak ! Bukankah banyak istri yang mampu melahirkan banyak anak hingga sepuluh namun sang suami tak mencintainya, bahkan mungkin menceraikannya. Dan betapa banyak istri yang pintar memasak. Di antara mereka ada yang mampu memasak hingga seharian tapi meskipun begitu ia sering mengeluhkan tentang perilaku buruk sang suami.” Maka sang peresenter pun terheran, segera ia berucap: “Lantas apakah rahasia nya..?” Wanita itu menjawab: “Saat suamiku marah dan meledak-ledak, segera aku diam dengan rasa hormat padanya. Aku tundukkan kepalaku dengan penuh rasa maaf. Tapi janganlah Anda diam yang disertai pandangan mengejek, sebab seorang lelaki sangat cerdas untuk memahami itu.” “Kenapa Anda tidak keluar dari kamar saja..?” tukas presenter. Wanita itu segera menjawab: “Jangan Anda lalukan itu! Sebab suamimu akan menyangka bahwa Anda lari dan tak sudi mendengarkannya. Anda harus diam dan menerima segala yang diucapkannya hingga ia tenang. Setelah ia tenang, aku katakan padanya; ‘Apakah sudah selesai?’ Selanjutnya aku keluar…. Sebab ia pasti lelah dan butuh istirahat setelah melepas ledakan amarahnya. Aku keluar dan melanjutkan kembali pekerjaan rumahku.” “Apa yang Anda lakukan? Apakah Anda menghindar darinya dan tidak berbicara dengannya selama sepekan atau lebih?” tanya presenter penasaran. Wanita itu menasehati : “Anda jangan lakukan itu, sebab itu kebiasaan buruk. Itu senjata yang bisa menjadi bumerang buat Anda. Saat Anda menghindar darinya sepekan sedang ia ingin meminta maaf kepada Anda, maka menghindar darinya akan membuatnya kembali marah. Bahkan mungkin ia akan jauh lebih murka dari sebelumnya.” “Lalu apa yang Anda lakukan..?” tanya sang presenter terus mengejar. Wanita itu menjawab: “Selang dua jam atau lebih, aku bawakan untuknya segelas jus buah atau secangkir kopi, dan kukatakan padanya, Silakan diminum. Aku tahu ia pasti membutuhkan hal yang demikian, maka aku berkata-kata padanya seperti tak pernah terjadi sesuatu sebelumnya.” “Apakah Anda marah padanya..?” ucap presenter dengan muka takjub. Wanita itu berkata: “Tidak… Dan saat itulah suamiku mulai meminta maaf padaku dan ia berkata dengan suara yang lembut.” “Dan Anda mempercayainya..?” ujar sang presenter. Wanita itu menjawab : “Ya. Pasti. Sebab aku percaya dengan diriku dan aku bukan orang bodoh. Apakah Anda ingin aku mempercayainya saat ia marah lalu tidak mempercayainya saat ia tenang..?” “Lalu bagaimana dengan harga diri Anda?” potong sang presenter. “Harga diriku ada pada ridha suamiku dan pada tentramnya hubungan kami. Dan sejatinya antara suami istri sudah tak ada lagi yang namanya harga diri. Harga diri apa lagi..?!! Padahal di hadapan suami Anda, Anda telah lepaskan semua pakaian Anda!”
(Ditulis Ustadz Abu Fairuz Ahmad hafidzahullah, dikutip dari FB)
Persahabatan dalam Keluarga
Ada beberapa pertanyaan yang muncul, tentang bagaimana menumbuhkan kedekatan antara orang tua dan anak, ataupun antara kakak dan adik dalam sebuah keluarga.
Sebagian kita ada yang merasa “canggung”, bahkan tidak begitu akrab dengan orang tua dan saudara kandung, bisa karena faktor karakternya yang memang tidak suka menunjukkan perhatian dan kasih sayangnya satu sama lain, atau juga karena sejak dari awal, orang tua sebagai suami istri mensikapi hubungan antara keduanya sebagai hubungan atasan-bawahan, ordinat-sub ordinat. Perasaan setara, kesamaan, sebagai dasar terbentuknya persahabatan tidak ada sama sekali. Kesetaraan disini bukan dimaknai tanpa adanya batasan.
Maka, jangankan berbagi cerita, mengungkapkan satu hal kecil saja menjadi teramat sulit lantaran batasan yang begitu tegas. Sehingga anak-anak nya pun demikian.
Idealnya dalam pandangan Islam, pernikahan ataupun membangun sebuah keluarga memang bukan ajang untuk saling mendominasi antara suami dan istri. Bukan juga diartikan harus setara dalam tanggung jawab dan hak-haknya. Begitupun antara orang tua dengan anak, sebaik-baiknya adalah membangun “chemistry” yang baik, sehingga yang tercipta adalah hubungan orang tua dan anak yang hangat, seperti layaknya sahabat, namun batasannya tetap ada.
Seorang suami ataupun ayah adalah qowwam, sebagai pemimpin ataupun imam keluarga tetap punya hak sekaligus kewajiban mengarahkan seluruh anggota keluarganya kepada nilai-nilai Islam sebagai upaya melindungi dirinya dan keluarganya dari api neraka.
Seorang ayah adalah sosok pemimpin, pelindung, pendidik dan sahabat jiwa bagi istri dan anak-anaknya. yang memadukan ketegasan dan kelembutan, yang menebarkan cinta, bukan yang membuat takut. Yang mengedepankan kemauan baik, bukan menggunakan otoritasnya.
Seorang istri ataupun ibu adalah sebagai “partner/sahabat”, atau dalam Al-Qur'an disebut “shahibah” bagi suaminya dalam menjalankan rumah tangga.
Pada banyak kasus yang saya dengar dan amati, seringkali penafsiran dan penerapan prinsip keluarga yang kurang tepat, yaitu dengan menempatkan suami/ayah sebagai sosok yang “otoriter”, hidupnya hanya tentang mencari nafkah, perkataannya harus selalu dituruti tanpa tapi ataupun tanpa adanya komunikasi dua arah. Sangat jarang yang namanya komunikasi dua arah antara istri dan anak-anaknya. Kerap menjadi kendala bagi suami istri dan juga antara orang tua dan anak. Banyak hal prinsipil yang kemudian susah diwujudkan dalam iklim demikian, semisal menjalin komunikasi yang efektif.
Bila hal pokok semacam ini sulit dijalankan, bagaimana bisa rasa keterikatan hati dan kenyamanan sebagai unsur persahabatan bisa terwujud dan bisa dijalankan? Tidak heran kalau kemudian hal tersebut sebagai rutinitas yang kerap membosankan, bahkan menyakitkan. Akhirnya, masing-masing mencari orang lain yang bisa diajak bicara dan mendengar.
Masalah ini pun nyatanya tidak melulu disebabkan dominasi suami/ayah. Ternyata ada pula peran seorang istri/ibu. Misalnya, ada istri yang juga sebagai seorang ibu enggan mengungkapkan pendapat dan perasaannya. Bukan karena suami yang demikian keras, tapi karena istri merasa memang seperti itulah seharusnya seorang istri bersikap. Atau waktunya pun “habis” digunakan untuk mencari nafkah juga. Sehingga pulang dalam keadaan sama-sama capek, dan keduanya tidak lagi mau “diribetkan” dengan urusan mendidik anak ataupun menjalin komunikasi dengan anak.
Hal-hal semacam ini tentunya harus dibenahi, dan tentu tidak akan mudah bagi yang sudah menjalaninya sekian lama. Sehingga sulit untuk diubah, namun bukan berarti tidak bisa.
Bagi kita yang belum mengambil keputusan untuk berumah tangga, ilmu sebelum berumah tangga itu sangat penting, salah satunya dari sisi ini.
Pernikahan yang diniatkan sebagai bentuk ibadah kepada Allah, seharusnya menjadi tempat untuk menebar kebaikan di setiap sudutnya. Yang dibangun antara suami dan istri adalah persahabatan, yang merupakan perwujudan dari kasih sayang untuk memperingan langkah dalam menjalankan ibadah tersebut.
Penerapannya dimulai dengan saling berkomitmen dari awal, dan mengetahui tanggung jawab dan hak masing-masing tanpa harus menuntut. Sebagai seorang lelaki, kita mencontoh dari sosok suri tauladan terbaik sepanjang sejarah dalam memperlakukan wanita, dialah Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Sebenarnya jikalau kita mau mengamalkan Islam dengan sebenar-benarnya, maka kita contoh perilaku dan akhlak beliau kepada istri dan anak-anak. Banyak film percintaan atau novel-novel yang sedang “booming” akhir-akhir ini, dimana menggambarkan bagaimana mesranya dan lembutnya seorang lelaki dalam memperlakukan perempuan, sehingga perempuan itupun jatuh hati. Padahal perempuan itu bukan istrinya. Hal itu wajar, karena sebelum yang namanya tahu baik-buruknya, sebelum saling mengikat satu sama lain dalam sebuah pernikahan, biasanya adalah masa yang penuh kamuflase.
Orang yang belum menjalankan hidup berumah tangga memperlihatkan kebaikannya saja itu wajar, tapi orang yang sudah membina rumah tangga sampai tua, lalu memperlakukan pasangan dan anak-anaknya dengan baik, itu baru luar biasa. Itulah yang dicontohkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam.
Contoh klasik dari kemitraan dan persahabatan yang ditunjukkan Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam adalah betapa ringannya beliau membantu pekerjaan rumah tangga, semisal menjahit bajunya yang robek sendiri. Pun acapkali Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak sungkan meminta pendapat pada istri-istrinya untuk satu masalah yang butuh pemecahan. Dalam beberapa kesempatan beliapun asyik bersenda gurau dengan istri-istrinya, memperlakukan anak-anak dengan lembut, tanpa rasa takut akan hilang kemuliaannya.
Agar dalam sebuah keluarga bisa memberi rasa aman dan nyaman bagi suami istri dan anak-anaknya, usaha membangun keluarga dengan iklim persahabatan adalah salah satu ikhtiar yang sangat diperlukan :)
Popularitas Memperdaya Manusia
Agak dikenal namun tidak begitu terkenal itu nikmat, selama tetap bisa terus beramal dan bermanfaat. Apalagi tidak terkenal dan kurang dikenal namun bisa istiqamah menebar manfaat. Ini lebih nikmat lagi sebenarnya. Banyak dugaan bahwa semakin terkenal semakin nikmat. Jika ditimbang dengan mizan dunia, mungkin iya. Namun, jika ditimbang dengan takaran mizan akhirat, popularitas itu salah satu pisau bermata dua, yang mana buruknya lebih dominan daripada baiknya.
Bagaimana popularitas memperdaya manusia, mesti kita tahu.
Bagaimana manusia menjaga ucapannya bukan karena Rabbnya, tapi karena manusia, takut akan manusia dan berharap pada manusia. Bagaimana sikap di luar rumah begitu berwibawa, bersahaja dan baik, tidak selaras dengan sikap di dalam rumah atau kesendirian.
Betapa banyak point kemunafikan terlahir dari popularitas. Ketenangan yang tak kunjung hadir.
Kecuali bagi yang Allah rahmati dan jaga. Mungkin karena ia tetap ikhlas, tidak toleh kanan kiri, dan bakti pada orang tuanya.
Tapi orang-orang yang berusaha ikhlas dan kadung terkenal pasti sepakat, bahwa popularitas dunia itu penuh ujian, menekan, membebani dan tidak nyaman dinikmati. (Ustadz Hasan Al Jaizy, Lc hafidzahullah, Facebook)
25.
Aku ingin sekali menemanimu berjuang di jalan yang sangat tidak mudah ini. Sesederhana memberi secarik kalimat, "semangat, ya," lalu menjadi tempat pulang kala kepalamu sedang penuh dan membutuhkan seorang pendengar.
Aku ingin sekali menjadi teman di segala macam cuaca. Berada di bawah payung yang sama ketika hujan sedang turun atau menjadi kawan menikmati segelas es teh manis ketika mentari membakar kulit.
Aku sangat ingin menjadi garda terdepan sebagai pendukung semua keputusan-keputusan besar penuh risiko yang selalu kau ambil dengan berani.
Aku sangat ingin mengatakan bahwa aku mendukung juga mempercayaimu sejak dahulu, hari ini ataupun hari esok. Tapi, aku hanya bisa diam membatu, seolah tak perduli dan memberimu jarak sejauh yang ku bisa.
Kau tahu biarpun laku dan sikapku begitu, di hadapan-Nya, aku senantiasa mendoakanmu; semoga Allah menjagamu, mudahkan jalanmu dan mudah-mudahan hal-hal baik selalu menyertaimu.
Rumah, 11.30 | 04 Maret 2022.
Tidak apa pelan-pelan. Jangan merasa tertinggal dalam hal apapun dengan orang lain. Nikmati prosesnya. Allah lihat upayamu. Allah lihat semangatmu. Allah tau langkah demi langkah yang kamu ambil untuk menjadi lebih baik.
Tidak usah merasa tertinggal. Tidak apa bila masih banyak yang belum kamu tau. Allah tau niat yang tersimpan di dalam hatimu. Jangan menjadikan pandangan orang lain sebagai hambatanmu untuk berubah ya.
Bukankah kamu berubah untuk Allah? Maka cukup Allah saja yang menjadi takaranmu dalam segala sesuatu. Yang penting Allah ridha, senang dan bahagia dengan keputusan yang kamu ambil.
Bila nanti kamu temukan banyak orang yang mencibirmu, tidak apa. Yang penting Allah bahagia dengan perubahanmu. Sekali lagi tidak apa-apa pelan-pelan. Tidak apa-apa masih banyak yang harus dipelajari. Yang penting kamu tidak berhenti belajar dan terus berupaya untuk menjadi sebaik-baiknya hamba.
Jangan jadikan mata manusia sebagai takaranmu ya. Cukup hanya Allah :)
@terusberanjak
“Jika yang datang padamu adalah orang yang tidak pernah kamu doakan, bagaimana?”
—
Terkadang Tuhan akan mengujimu dengan seseorang yang tidak kamu duga dan doakan lalu kemudian ia datang dan memintamu menjadi bagian dari hidupnya, memintamu untuk menjadi bagian dari perjalanan panjang yang pasti ada kerikil dan ombaknya.
Hal ini tidaklah mudah terlebih jika ternyata dalam hati dan doamu ada nama lain, juga tidak akan mudah untuk mereka yang berdoa sekian lama kemudian Allah berikan secara tiba-tiba.
Sikapilah ketetapan takdir ini dengan bijak, janganlah langsung menolak dan menerimanya. Berikanlah waktu untuk hati dan pikiranmu menimbang, berikan waktu kepada keluarga untuk memilah dan memberikan nasihat. Sebab terkadang keputusan yang terburu-buru itu akan mendatangkan penyesalan, pelan-pelan saja dan mintalah petunjuk pada Tuhanmu, sebab Ia yang memberikan soal maka Ia pula yang sebenarnya memiliki jawaban terbaiknya.
Pastikan saja penerimaanmu itu karena agamanya, tanggungjawabnya, kebaikan dan kejujuran dalam menjalani proses tanpa ada kecurangan dan kepura-puraan. Karena semua yang jujur akan mendatangkan ketenangan soal menjalani peran dan kehidupan. Jangan lupakan itu.
Untukmu yang hari ini masih menunggu, bersabarlah. Ia sedang berjalan menujumu, tutuplah dulu pintumu untuk orang-orang yang tidak pantas untuk masuk, dan bukalah pintumu kepada ia yang meminta izin dengan baik dan penuh keseriusan.
Dan untukmu yang hari ini dihadapkan oleh seseorang yang datang tapi tidak pernah kamu sebut dalam doa, pertimbangkanlah baik dan buruknya, perbanyak dan perdekat hubunganmu dengan-Nya yang Maha Tahu dan memegang jawabannya. Semoga Allah mudahkan.
Dariku yang pernah berada dipersimpangan jalan sepertimu.
@jndmmsyhd
Bila pada akhirnya aku berhenti mengupayakanmu. Aku hanya ingin tetap baik-baik saja pada akhirnya. Pada perasaan yang tidak seharusnya tumbuh sebelum waktunya. Pada perjuangan yang tidak seharusnya diperjuangkan dengan begitu kerasnya. Pada upaya yang baik yang seharusnya diupayakan dengan begitunya
Bila pada akhirnya aku berhenti mengupayakanmu. Aku hanya ingin tetap baik-baik saja pada akhirnya. Pada hidupku yang ku habiskan terlalu lama untuk menunggumu. Pada setiap tangis dan jatuh ku yang tak pernah kau tahu pernah ada untukmu.
Aku yang tidak tahu diri. Memintamu dengan begitu kepadaNya. Padahal aku memahami tidak akan mungkin perasaanku akan berjalan beriringan denganmu. Aku saja yang tetap bersikeras untuk terus memperjuangkan mu.
Bila pada akhirnya aku lelah untuk memperjuangkanmu. Aku hanya berharap Allaah mengampuni diri ini. Pada perasaan yang salah, pada upaya yang tidak seharusnya dilakukan. Aku, hanya terlalu menuruti perasaan yang tak mendasar. Dan kini aku begitu takut. Mengapa aku begitu keras dalam memperjuangkanmu.
Bila pada akhirnya aku berhenti mengupayakanmu. Aku hanya ingin kembali tenang. Hari dimana sebelum aku mengenalmu. Bila pada akhirnya aku berhenti. Itu artinya Allaah masih menolongku dari perasaan yang salah kepadamu. Bila pada akhirnya, aku sudah berhenti. Aku ingin tetap baik-baik saja meski pada akhirnya bukan kamu orangnya.
Sesuatu yang tidak menujuNya. Sudah seharusnya dihentikan dengan semestinya. Aku harusnya paham akan hal itu..
Relate~