Untukmu Yang Aku Tunggu
Hai…
Aku selalu memperhatikanmu dalam kejauhan,
Aku tau kamu tidak menyadari hal itu,
Tapi kamu tau, bahwa kamu itu selalu dinikmati oleh pandangan orang-orang tentang keindahanmu,
Tentang senyumanmu yang indah itu,
Ya, termasuk aku.
Mungkin aku bagaikan angin yang lewat dimatamu hanya lewat untuk menyapa,
Kamu merasakan hal itu, tapi tidak menyapaku.
Aku tersenyum, ketika aku melihat senyumanmu yang indah itu,
walaupun senyumanmu itu, bukanlah untukku.
Dalam khayalanku aku membisikkan kepadamu,
“wahai bidadariku…
Aku ingin terbang jauh ke angkasa, tapi aku tidak mempunyai sayap untuk diterbangkan
Dan hanya bisa membisikkan sesuatu kepadamu,
“maukah kamu menjadi sayapku yang selalu dekat denganku?”
Tapi itu semua hanyalah khayalan…
Disaat ini, aku hanya menunggu dan menunggu, ya.. menunggu kehadiranmu!
Tapi kapankah kamu mau menoleh padaku?
Mukinkah penantian ini hanyalah sia-sia?
Hmm… sial, aku selalu membodohi diriku sendiri dengan berharap yang tidak pasti.
Tapi kenapa? Rasa ini selalu yakin bahwa waktu itu akan tiba,
Kamu tersenyum padaku dan membisikkan,
“maukah kamu menjadi imamku?”.









