beautiful list of duaas 🌸
make duaa the last hour before Maghreb and it will be answered inshaAllah :)
$LAYYYTER
Monterey Bay Aquarium

Love Begins
todays bird

@theartofmadeline
sheepfilms
RMH
Not today Justin

shark vs the universe
tumblr dot com

Product Placement
DEAR READER

Janaina Medeiros
he wasn't even looking at me and he found me

Kaledo Art
h
Stranger Things
Keni

roma★

izzy's playlists!
seen from United States
seen from Türkiye

seen from United States
seen from Poland
seen from Italy

seen from United States
seen from United States
seen from Germany
seen from Brazil

seen from Malaysia
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from Dominican Republic
seen from Dominican Republic

seen from Dominican Republic
@rinduaputrii
beautiful list of duaas 🌸
make duaa the last hour before Maghreb and it will be answered inshaAllah :)
The Day of ‘Arafah
Imam Nawawi said:
This day is the best day of the Year to make Du’aa, so it is upon the person to free himself and make time for Dhikr, Du’aa and Recitation of the Quran, and to vary between the types of Dhikr and Du’aa that he makes.
He should pray for himself, his parents, his Shuyookh, his companions, friends, his beloved ones, everyone who has been good to him, and all the Muslims.
And let him be warned of falling short regarding all of that, for indeed this day is so great it is not possible to comprehend its value.
[Kitab Al Adhkar 342]
TAKDIR NYA
Pertemuan kita hari ini atau nanti tentu atas takdir Allah Kasih sayang-Nya mengatur setiap pertemuan demi pertemuan
Jarak dan waktu tak menjadi masalah Tak peduli aku di kutub utara dan kamu di kutub selatan Tak peduli aku memandang bulan dan kamu memandang matahari
Jika nama itu adalah kamu, akan mudah dan dekat Jika nama itu bukan kamu, akan sulit dan jauh
Menunggu dalam doa dan Menikmati Takdir-Nya 🖤
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya .
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an.
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu.
Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya . Seperti Ummu Habibah . Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya .
Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam ! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu . Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu . Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya . Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin !”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i .
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman .
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu .
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak .
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan .
Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani .
Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses . Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu . Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu .
Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri . Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor . Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia.
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.
Semoga terinspirasi…
✍🏻 WA BIS ( Belajar Ilmu Syar'I Akhwat )
🍂🍃Untuk para ibu dan calon ibu
وفي النهاية جميعا سنصبح ذكريات
"Dan pada akhirnya, semua yang pernah kita lakukan hanya akan menjadi kenangan"
Tulisan ini berada di tembok yang lalui oleh pasangan suami istri yang sudah berusia tua, keduanya melalui dengan senyuman.
Ya Allah, cukupkan aku dengan yang halal.
Usia akan tua, badan akan melemas dan tidak lagi kuat, tapi kenangan yang akan membahagiakan. Terkadang ada yang berpisah dengan salah satu dari pasangannya, namun tidak dengan kenangannya.
Buatlah kenangan itu indah selagi bersama, saling membantu dan menguatkan. Dan tidak ada yang instan dari sakinah mawaddah warohmah, untuk mendapatkannya harus dengan melewati berbagai ujian, entah harta atau pun rasa.
Semoga Allah berikan kita semuanya keluarga yang saling menyejukkan hati.
Kuningan, 23 Juli 2023.
Jundi Imam Syuhada
Rasa takut akan melahirkan rasa aman!
“Cintalah seseroang secara diam diam, seperti kisah cinta suci Fatimah dan Ali Bin Abin Thalib. Merekapun Allah pertemukan dalam balutan keberkahan”
Yaa Rabb
Jika hatiku terpaut pada sesuatu yang bukan takdirku, tolong selamatkan aku🥀
Ya Allaah, buatlah kami para muslimah, layak mendampingi lelaki yang kami cintai, mencintai kami, mencintai-Mu dan takut pada-Mu.
Jika tidak kami dapatkan di dunia, berikanlah untuk kami di akhirat.
Dunia hanya sebentar saja, karuniakanlah kepada kami kesabaran..
24 Maret 2019
Jika tujuan hidup di dunia adalah untuk akhirat, sesakit apapun masalah akan dilewati oleh senyuman. Karena dunia tak begitu penting bagi pemburu akhirat
Tidak ada kuasa selain melangitkan doa untuk kebaikan mu
Dear, saat hatimu mengenali fitrahnya, saat hatimu telah cenderung dengan seseorang, saat ketika kamu sadari ada degup "aneh" yang hadir dalam hidupmu, tentang kehadirannya, tentang dia, tentang seseorang yang bisa membuatmu memikirkannya lebih dari apapun.
Anggunkan perilakumu, tenangkan hatimu, tundukkan pandanganmu, lalu pakai pakaian malu. Di sana, Allah membahagiakanmu dengan kabar ada cinta dalam hatimu— itu tanda kenormalan. Namun di sana pula, Allah uji kamu, bisakah kamu amanah akan kepercayaan-Nya atau tidak.
Yaa Allah mampukan aku 🥺
Setiap kali aku masuk kedalam jurang kemaksiatan, tak ada satupun yang kuberi tau, karena aku malu. Tapi aku tidak malu dengan Allah, seakan Allah tak melihatku.
Tapi begitu aku melakukan 1 kebaikan kuberi tau semua orang, seakan aku orang yang tak pernah melakukan dosa dan maksiat.
Begitulah aku manusia dengan kefuturan iman dan kesombongan Amal sholeh
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah seperti Nuwair binti Malik yang berhasil menumbuhkan kepercayaan diri dan mengembangkan potensi anaknya .
Saat itu sang anak masih remaja. Usianya baru 13 tahun. Ia datang membawa pedang yang panjangnya melebihi panjang tubuhnya, untuk ikut perang badar.
Rasulullah tidak mengabulkan keinginan remaja itu. Ia kembali kepada ibunya dengan hati sedih.
Namun sang ibu mampu meyakinkannya untuk bisa berbakti kepada Islam dan melayani Rasulullah dengan potensinya yang lain.
Tak lama kemudian ia diterima Rasulullah karena kecerdasannya, kepandaiannya menulis dan menghafal Qur’an.
Beberapa tahun berikutnya, ia terkenal sebagai sekretaris wahyu.
Karena ibu, namanya akrab di telinga kita hingga kini: Zaid bin Tsabit.
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
jadilah seperti Shafiyyah binti Maimunah yang rela menggendong anaknya yang masih balita ke masjid untuk shalat Subuh berjamaah.
Keteladanan dan kesungguhan Shafiyyah mampu membentuk karakter anaknya untuk taat beribadah, gemar ke masjid dan mencintai ilmu.
Kelak, ia tumbuh menjadi ulama hadits dan imam Madzhab. Ia tidak lain adalah Imam Ahmad.
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah ibu yang terus mendoakan anaknya . Seperti Ummu Habibah . Sejak anaknya kecil, ibu ini terus mendoakan anaknya .
Ketika sang anak berusia 14 tahun dan berpamitan untuk merantau mencari ilmu, ia berdoa di depan anaknya,
“Ya Allah Tuhan yang menguasai seluruh alam ! Anakku ini akan meninggalkan aku untuk berjalan jauh, menuju keridhaanMu . Aku rela melepaskannya untuk menuntut ilmu peninggalan Rasul-Mu . Oleh karena itu aku bermohon kepada-Mu ya Allah, permudahlah urusannya . Peliharalah keselamatannya, panjangkanlah umurnya agar aku dapat melihat sepulangnya nanti dengan dada yang penuh dengan ilmu yang berguna, aamiin !”.
Doa-doa itu tidak sia-sia. Muhammad bin Idris, nama anak itu, tumbuh menjadi ulama besar. Kita mungkin tak akrab dengan nama aslinya, tapi kita pasti mengenal nama besarnya: Imam Syafi’i .
~Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah ibu yang menyemangati anaknya untuk menggapai cita-cita. Seperti ibunya Abdurrahman .
Sejak kecil ia menanamkan cita-cita ke dalam dada anaknya untuk menjadi imam masjidil haram, dan ia pula yang menyemangati anaknya untuk mencapai cita-cita itu .
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah menghafal Kitabullah, kamu adalah Imam Masjidil Haram…”, katanya memotivasi sang anak .
“Wahai Abdurrahman, sungguh-sungguhlah, kamu adalah imam masjidil haram…”, sang ibu tak bosan-bosannya mengingatkan .
Hingga akhirnya Abdurrahman benar-benar menjadi imam masjidil Haram dan ulama dunia yang disegani .
Kita pasti sering mendengar murattalnya diputar di Indonesia, karena setelah menjadi ulama, anak itu terkenal dengan nama Abdurrahman As-Sudais.
~ Jika suatu saat nanti kau jadi ibu 🌸
Jadilah orang yang pertama kali yakin bahwa anakmu pasti sukses . Dan kau menanamkan keyakinan yang sama pada anakmu . Seperti ibunya Zewail yang sejak anaknya kecil telah menuliskan “Kamar DR. Zewail” di pintu kamar anak itu .
Ia menanamkan kesadaran sekaligus kepercayaan diri . Diikuti keterampilan mendidik dan membesarkan buah hati, jadilah Ahmad Zewail seorang doktor . Bukan hanya doktor, bahkan doktor terkemuka di dunia.
Dialah doktor Muslim penerima Nobel bidang Kimia tahun 1999.
Semoga terinspirasi…
✍🏻 WA BIS ( Belajar Ilmu Syar'I Akhwat )
🍂🍃Untuk para ibu dan calon ibu
Welcome august 🌻
Jika bukan keyakinan akan janji-janji Allah dalam kitab-Nya, juga cinta dan takut kepada Allah. Entah berada dimana diri ini yang termakan oleh hawa nafsu 🥺