Batinku dibunuh oleh orang tuaku
10 tahun sudah aku merasa tidak punya tujuan hidup, menunggu kematian yang berharap hari ini juga. Setiap hari berharap kematian mengampiri tapi nyatanya aku masih hidup dengan batin yang begitu menyiksa. Mengakhiri hidup? Aah, aku ingin kematian yang damai bukan karena mendahului sang empunya takdir
3 tahun belakangan batin ku dicabik cabik hanya karena takdir yang tidak bisa aku hindari. Menyoba melupakan tetapi aku tidak mampu. Ikhlas hanya dalam kata, nyatanya semakin hari semakin menggangga luka dihati ini
Katanya Ibu itu adalah surga bagi anak-anaknya. Surga yang seperti apa jika setiap hari batin ku digores berkali-kali? Katanya seorang ayah itu cinta pertama anak perempuannya. Cinta yang seperti apa? Aku tidak pernah merasakan itu
Dibunuh perlahan oleh ketidak adilan hanya karena aku belum menikah. Apa salah? Tidak ada pembelaan dari siapapun. Mengeluh tidak punya uang selalu kepadaku, tapi nyatanya dengan anak yang sudah menikah dia masih menafkahi
Bu, pak.. katanya anak yang melum menikah itu masih tanggungan orang tuanya. Katanya anak yang belum menikah layak dinafkahi lahir dan batin. Benarkan?
Tapi kenapa aku berbeda? Aku tidak meminta harta atau warisan, aku hanya meminta keadilan. Kasih sayang kalian, dan cinta yang tulus tanpa ada embel-embel uang. Boleh kah aku menuntut kebahagiaan sebelum aku benar-benar pergi?
Aku melihat temanku yang sudah menikah masih saja disuapin ibunya. Masih saja diperhatikan disaat dia sakit, masih pula ditanya kabar dan apakah sudah makan?
Bu, pak, aku iri.. aku ingin juga seperti mereka yang merasakan peran orang tua yang tidak pernah aku rasakan :'(
Nyatanya, aku dibunuh perlahan oleh orang tuaku. Niat hati mau bercerita, ternyata masih saja ada segelintir hati ku yang tidak bisa mengutarakan dengan ketikan atau ucapan hanya bisa digambarkan dengan air mata
Apa masih ada laki laki yang mau menikahi gadis seperti aku yang tidak punya peran orang tua? Apa masih ada yang mau menerimaku tanpa melihat luka batinku yang masih mengangga? Jika ada, boleh kah aku meminta, Tuan?
Bawa aku pergi dari rumah ini dan bantu aku melupakan mereka yang selama ini mencoba membunuhku















