I just wanna say.... "Thank u for loving me mas suam....."😍😍😍😘😘😘 (di Yogyakarta)
Xuebing Du

JVL
noise dept.
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Cosimo Galluzzi

@theartofmadeline
NASA

#extradirty

shark vs the universe
tumblr dot com
Mike Driver

izzy's playlists!
occasionally subtle
Show & Tell
d e v o n
sheepfilms

titsay
AnasAbdin
Monterey Bay Aquarium
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Montenegro
seen from United States
seen from India

seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from Australia
seen from Lithuania
seen from United States

seen from France

seen from India
seen from United States

seen from Netherlands

seen from France
seen from United States
seen from United States

seen from Sweden
@seberkaspurnama
I just wanna say.... "Thank u for loving me mas suam....."😍😍😍😘😘😘 (di Yogyakarta)
Yang Terlewatkan
Semua yang telah terlewati, tidak dan jangan pernah ada yang menjadi sesal. Ada dan selalu ada hal-hal yang memang tidak bisa kita raih setinggi apapun kita berusaha melompat untuk menggapainya. Ada hal-hal yang tidak berjalan bersisian dengan harapan-harapan. Ada yang datang, ada yang pergi. Ada perasaan-perasaan yang memang tidak bisa selesai.
Biarlah semua itu mengalir seperti udara, menempati semua ruang yang mungkin untuk diisi. Dan kita bisa bernafas dengannya, menjalani hidup dengan masa lalu, masa kini, dan masa depan secara harmonis. Menerimanya, mengakuinya, dan bersedia memeluknya.
Semua yang sudah terlewati tidak untuk diandai-andaikan. Tidak untuk dibayang-bayangkan. Biarkan itu menjadi bagian dalam hidup kita yang bisa menjadi pembelajaran berharga untuk siapapun yang mendengarkannya, mengetahuinya, melihatnya, bahkan yang turut serta menjadi saksi-saksi. Biarlah ia tetap seperti itu, seperti apa adanya.
Semua yang sudah terjadi, tidak perlu dikubur. Sebab itu bukanlah sebuah kematian, kenangan itu tidak bisa mati. Ia akan tetap hidup, semakin berusaha kita ingin membunuhnya, ia akan tetap hidup, justru semakin hidup.
Hari ini, memang rasanya tidak menyenangkan. Dan mungkin, entah sampai kapan. Tapi, sungguh ada satu hal yang harus diketahui. Bahwa kalau kita belum juga bisa memetik hikmah darinya, selama itu pula kita akan sulit menerima segala hal yang telah terlewati.
Yogyakarta, 1 Oktober 2017 | ©kurniawangunadi
Jangan terkecoh dengan jumlah yang banyak. Di Alqur'an, kata banyak sering disandingkan dengan keburukan. Banyak yang tidak bersyukur, banyak yang tidak mengerti. Maka, ubah yang banyak dari kita itu menjadi berkah. Harta kita banyak? jadikan ia berkah. waktu kita banyak? jadikan berkah. Hafalan Alqur'an kita banyak? jadikan berkah. Agar banyak tak hanya bilangan yang membinasakan, tapi menyelamatkan…
Uni. 2017 (via rumahati)
Kenangan
Pada yg tak mampu melihat apa yg kulihat, berhentilah menjudge ku. Semua hal yg berkaitan dg masa laluku, baik yg membekaskan tangis, maupun tawa, semuanya sudah kukemas dg cantik pada kotak “pandora”ku masing-masing. Bagaimana caraku melihat dan menghargai apa yg ada di dalamnya, tak perlu kamu nilai jika tak mampu memandang dari sudut pandangku. Jika tak mampu melihatnya, belajarlah, jika tak mau/mampu kau belajar maka tutuplah mulutmu dan hentikan rentetan ke”sok tahu”anmu.
Wahai Allah, anugerahkanlah aku hati yang mampu melihat kehidupan melampaui penglihatan mataku. Yang membuatku selalu terjaga dalam kesadaran, bahwa Engkau sedang menguji dan menyaksikanku. Bahwa tak ada yang perlu kukejar melainkan untuk membuat-Mu ridha padaku. Bahwa tak ada yang lebih berharga daripada penghargaan dari-Mu. Ya Allah, merdekakanlah aku dari penilaian manusia, gemerlapnya dunia, dan dari diriku sendiri. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui, Maha Mendengar, Maha Mengabulkan Doa.
(via yasirmukhtar)
To make the right choices in life, you have to get in touch with your soul. To do this, you need to experience solitude, which most people are afraid of, because in the silence you hear the truth and know the solutions.
Deepak Chopra (via psych-facts)
Tulisan : Dapur Keluarga
Kalau ingin memberi tahu laki-laki tentang betapa perlunya untuk bersiap sebelum menikah, ajak mereka ke toko alat-alat rumah tangga terutama peralatan dapur. Niscaya mereka akan berpikir berkali-kali lipat untuk menghambur-hamburkan penghasilannya. Kecuali niat mereka tidak kuat, dan keberaniannya tidak cukup untuk mengambil tanggungjawab lebih jauh untuk membina rumah tangga denganmu.
Kamu mungkin tidak pernah tahu berapa harga satu buah batu bata, berapa harga satu karung semen, sampai ke hal yang paling sederhana mungkin kamu tidak tahu kalau keramik itu banyak ukurannya dan berbagai jenis harganya. Coba sekali-kali main ke depo bangunan. Kamu mungkin tidak pernah terpikir sampai hari ini berapa banyak yang harus dihabiskan untuk membuat kamar tidur seperti yang kamu huni malam ini yang ukurannya mungkin hanya 3x3 m. Dan bertapa berharganya ruang seluas itu bagi mereka-mereka yang tidak seberuntung kamu yang memiliki rumah. Niscaya, kamu akan berpikir lebih bijak dalam membelanjakan penghasilanmu dan mulai berpikir bagaimana caranya mencicil rumah untuk keluarga kecilmu nantinya.
* * * * *
Niat dan keberanian kita perlu diimbangi dengan persiapan dan kesiapan. Ini bukan tentang berapa banyak yang harus kita miliki. Juga bukan tentang apa-apa yang harus kita miliki sebelum menikah. Melainkan tentang seberapa siap kita bertanggungjawab untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar itu agar keluarga kita bisa mandiri.
Kalau kita ingin menolong lebih banyak orang, pastikan kalau urusan domestik telah selesai kita tunaikan. Kalau ingin berdaya bagi umat, pastikan urusan-urusan mengisi perut itu sudah selesai, sebab sekalinya kita berpikir untuk mengambil keuntungan dari pekerjaaan untuk umat dan masyarakat, langkah kita akan terbebani.
Menikah itu butuh keberanian dan kesiapan lahir dan batin dan mental untuk mengambil seluruh tanggungjawab berserta resikonya. Tentu butuh proses, tentu butuh waktu, butuh ketekunan dan kesabaran. Dan hal-hal itu tidak sesederhana yang kita pikirkan. Ada begitu banyak hal yang luput kita pahami sekarang. Menikah hanya melihat manis-manisnya. Lupa untuk menyiapkan penawar dari lelah, sakit hati, ketidaksiapan, ketakutan, kekhawatiran.
Coba tengok dapur keluargamu saat ini. Dibalik asapnya yang terus mengepul setiap hari, ada perjuangan yang panjang dan berliku. Belajarlah dari mereka, orang tua yang mungkin selama ini kamu anggap tidak mampu mengerti tentang keinginan dan harapanmu. Tapi karena merekalah, kamu bisa menjadi seperti saat ini.
Dapur rumahmu nanti adalah tanggungjawabmu. Kalau tidak bisa menyediakan gas, apakah kamu siap hanya dengan tungku kayu? Kalau tidak ada daging, apakah kamu siap hanya dengan sayur mayur?
Manusia akan diuji dengan kelaparan (QS.1:155). Sesuatu yang kadang membuat manusia lupa diri, buta mata, dan menghalalkan segala cara untuk memenuhi kebutuhan dirinya. Maka, pastikanlah dapur keluargamu terpenuhi, agar selamat. Selamat bersiap sejak hari ini :)
9 Juni 2017 | ©kurniawangunadi
Menjemput Do’a
Kalau saja mau direnungkan, begitu lucu jika manusia masih saja punya waktu sedetik memalingkan hati hanya untuk sekedar berputus asa. Padahal, Allah mendengar lebih dari yang kita katakan, Allah menjawab lebih dari yang kita minta, bahkan Allah memberi lebih dari yang kita inginkan.
Curahan hati tiada pernah ia berbatas. Sekali ia menjelma menjadi hujan, maka tidak akan pernah habis ia tumpahkan pada bumi hingga matahari yang memaksanya untuk berhenti. Maka tidak pernah ada yang terlalu besar bagi-Nya, tidak pun berkurang apa-apa dari-Nya.
Do'a-do'a itu tidak akan pernah memakan waktu lama untuk sampai pada-Nya. Demi waktu yang bergetar di atas dada, langit ketujuh tidak pernah berjarak lebih jauh dari urat leher kita.
Maka, memintalah. Pada permintaan yang selalu kita sangka mustahil, yang kita lafalkan dengna begitu rumitnya, jadikan harapan itu sebagai temali pada tiap jari-jari di tangan agar mudah menggantungkan impian pada-Nya.
Peluk-Nya dalam keyakinan kita, agar lapang hati dan tidak tercipta semula sekat di antara do'a dan pengabulan-Nya.
Sebab dibelakang kita, ada banyak kekuatan yang tak terhingga. Di hadapan kita, ada banyak kemungkinan tanpa batas, di sekitar kita ada kesempatan yang tiada akhir.
Dan lebih dari itu, ada Allah yang selalu hadir tanpa kita harus meminta.
Sebab satu ketukan lembut di pintu-Nya, begitu anggun kasih-Nya sampai ke bumi.
Bogor, 11 Maret 2017 | Seto Wibowo
Tuhan, Jika ia baik bagiku. Baik bagi agamaku. Baik bagi kehidupanku. Baik bagi masa depanku. Maka dekatkanlah ia kepadaku. Mudahkanlah jalannya menujuku. Dan berkahilah seluruh cara yang kami tempuh untuk mendapatkan restuMu.
Amin (via mbeeer)
^_^
Aamiin...
Maaf. Sama sekali bukan karena kamu tidak menarik. Bukan karena kamu tidak layak. Namun, kamu datang di waktu yang tidak tepat. Saat seseorang sudah lebih dulu memiliki kesepakatan denganku. Aku, atas alasan apa pun, tidak bisa menyakitinya. Itulah kenapa kupikir menjauhimu adalah satu cara yang baik. Karena, aku hanya menjaga hati seseorang. Dia yang sudah menemaniku sebelum kamu. Meski aku paham, kamu bisa jadi memiliki kelebihan yang lain. Hanya saja, ini persoalan bagaimana hati menjaga. Bukan untuk mendapatkan segalanya. Semoga kamu paham. Aku menjaga jarak bukan karena kamu tidak layak. Hanya saja, karena kamu datang di waktu yang tak seharusnya.
—boycandra
SETIA itu bukan perkara “bisa ataupun tidak”. Namun antara “mau terus berusaha atau lelah singgah sebentar”
^_^
Book Dinosaurs
Posting on Tumblr my art in the past few months.
Kalau setiap doa dikabulkan, nanti kamu lupa caranya berusaha
(via bulangerimis)
(via https://www.youtube.com/watch?v=p4MYegJUE1U)
Kek mana besok nonton filmnya kalo baru liat teasernya ajah dah deg2an n mewek terus gini ya Allah....
Butuh berapa box tissue ka @ikanatssa ??
Dear my future, ada yang harus kita mintakan kepada Allah tentang sebuah hati. Hati yang lembut, bersih lagi jernih. Yang ketika mendengar, berdiskusi dan mencoba untuk menasihati, hati kita berkenan untuk memahami daripada menghakimi. Hati yang mudah mencari kekurangan diri, bukan hati yang mudah menilai karakter dan sifat orang lain dengan sudut pandang sendiri.
©Quraners (via
quraners
)
DEAR MY FUTURE. 😌
(via thewanderlusthijabi)
Photographer Spends Hours on Bridges to Capture Colorful Overhead Portraits of Street Vendors
Prioritas
Pernah tidak kita sedang membutuhkan seseorang, lalu orang itu berkata tidak ada waktu namun dia update sedang bersantai atau berjalan - jalan?
Pernah tidak sahabat yang dulu selalu menghubungi kita ketika pulang kampung, tiba - tiba menjadikan kita orang terakhir yang dihubunginya?
Pernah tidak orang yang dulu selalu saling berkirim kabar dengan kita, tiba - tiba hanya menghubungi kita ketika dia punya bonus telfonan yang dia tidak tahu lagi siapa yang bisa ditelfon?
Pernah tidak sahabat paling dekatmu, sulit sekali untuk diajak makan siang dengan alasan sibuk, bahkan setelah kau memohon - mohon?
Dulu saya selalu sakit hati ketika mendapat perlakuan seperti itu dari orang - orang terdekat saya. Bagi saya saat itu, apakah saya hanya orang asing baginya? Hingga suatu hari, saya memperbincangkan hal ini dengan seorang sahabat saya. Dari dia, saya mendapat pemahaman baru.
Kita sering berasumsi sesuka hati sih, menduga - duga jangan - jangan orang ini ga suka sama saya, jangan - jangan sahabat saya begini begitu. Jika terlalu banyak pikiran buruk yang sulit untuk dihindarkan, tanya dia! Konfirmasikan ke orang yang bersangkutan mengapa dia begini begitu! Kita tidak tahu apa yang tengah orang lain hadapi, barangkali justru dia sedang membutuhkan kita. Barangkali dia mungkin tengah bergejolak dengan kehidupan. Disinilah pentingnya komunikasi.
Begini, hidup ini berjalan dengan cepat, kita punya banyak persoalan yang harus segera diselesaikan, kita punya banyak sekali pekerjaan. Kita tidak punya waktu untuk memikirkan hal - hal yang tak perlu.
Apa masalahnya jika sahabat kita tidak lagi punya waktu buat kita? Yang penting, ketika dia membutuhkan, kita ada. Apa masalahnya jika cerita - cerita kita diabaikan oleh orang yang dulu selalu mendengarkan? Ya sudah, tak usah lagi bercerita padanya, dan masalah selesai. Apa masalahnya jika orang yang dulu dekat dengan kita tidak lagi memberikan waktunya untuk kita? Ya sudah, barangkali dia punya prioritas di atas kebersamaan dengan kita, kita pun bisa mencari kebahagiaan sendiri.
Tak usahlah kita membesar - besarkan masalah dengan terus memikirkan sebuah kejadian kecil, hanya akan menghabiskan energi dan waktu kita. Belajarlah untuk bersikap ‘masa bodoh’ dengan perlakuan orang lain yang membuat kita sakit hati. Tidak semua sakit hati patut untuk ditindaklanjuti. Tidak semua asumsi patut untuk dipercayai.
Kadang kita berpikir, “saya kan sudah baik sama orang itu, kok dia kayak gitu?” Kalau kita baik, ya baik saja, tanpa peduli orang lain membalasnya atau tidak.
Belajarlah untuk ikhlas, berbuat baik tanpa berharap imbal balik. Belajarlah mengenyampingkan sakit hati dan menghabiskan energi hanya untuk memikirkan hal - hal yang tak perlu untuk ditindaklanjuti.
Apa pun yang sedang kuperjuangkan memang belum tentu berhasil. Tapi setidaknya aku berjuang untuk berhasil. Saat melewati tahap seperti ini. Aku paham, akan ada saja orang yang melemahkanku. Namun, kamu harus paham. Suatu hari nanti saat semua yang kuinginkan tercapai. Saat semua perjuangkan terbayar. Kamu tidak akan bisa lagi melemahkanku. Pahamilah, aku akan terus bertumbuh maju. Orang-orang yang melemahkan kuanggap sebagai pembakar semangat. Lalu kubiarkan berlalu bersama angin lalu.
–boycandra