Good vibes ever~~~~
todays bird
Mike Driver
Lint Roller? I Barely Know Her
occasionally subtle

Kaledo Art
hello vonnie

tannertan36
macklin celebrini has autism

Andulka

@theartofmadeline

JBB: An Artblog!
I'd rather be in outer space đ¸

#extradirty
trying on a metaphor
art blog(derogatory)
Not today Justin
Cosmic Funnies

shark vs the universe
TVSTRANGERTHINGS

Kiana Khansmith

seen from United States
seen from Italy

seen from United States
seen from Indonesia
seen from Malaysia

seen from Australia

seen from Morocco

seen from Algeria
seen from Algeria
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@semacamcurhat-blog
Good vibes ever~~~~
Sebuah Pertanyaan
Apa yang membuatmu tergugu di dini hari seperti ini? Adakah hatimu bersedih?
Pada mulanya aku keliru dalam empat hal. Aku mencoba untuk mengingat Allah, mengetahui-Nya, mencintai-Nya, mencari-Nya. Sesampainya di tujuan, aku melihat ternyata Allah mengingatku sebelum aku mengingat-Nya, pengetahuan-Nya tentang diriku melebihi pengetahuanku tentang-Nya, cinta-Nya padaku sudah ada sebelum cintaku pada-Nya, dan Ia selalu mencariku sebelum aku mencari-Nya.
Abu Yazid Al-Busthami (via movinspire)
Hati yang sibuk dengan Allah, keperluannya akan dicukupi tanpa permintaan.
Ibn Al-Muari (via alwanizolkifli)
Yang Datang di Kehidupan
Selalu ada ciptaan Allah yang masuk di kehidupanmu, tanpa bisa kau tau sebelumnya, tanpa kuasa kau tolak setelah kehadirannya.
Diantara mereka, selalu ada yang melalui mereka Allah titipkan pelajaran untukmu.
Seperti, pemulung yang setiap pagi memunguti sampah di depan kosmu, darinya Allah ingin kamu lebih bersyukur dengan kehidupanmu saat ini, jadi tak usahlah kamu merasa kurang dengan uang jajan.
Lewat penjual bakso tusuk yang setiap hari berjualan di pinggi jalan, Allah ingin tunjukkan arti kerja keras dan kesabaran, bahwa dua hal itulah yang bisa menyalakan api pada kompor ibumu.
Dan masih banyak lagi yang mungkin luput dari perhatianmu.
Lewat angin yang menyibakkan rambutmu saat kau malas menggunakan helm
Lewat pohon yang membuatmu betah saat menunggu lampu merah berganti hijau
Lewat hujan yang membuatmu kepayahan merapikan pakaianmu yang sedikit basah sebelum kamu masuk kelas
Lewat es teh atau jeruk anget yang kau tengguk beberapa kali saat kamu jajan mie ayam
Lewat semut yang mengerubuti ujung gelas kopimu yang lupa kau tutupi semalam
Dan masih banyak lagi.
Jadi jangan sepelekan apapun yang masuk di kehidupanmu. Bisa jadi, satu diantara mereka ada yang berhasil mengetuk pintu hatimu, mengajakmu ke jalan yang semestinya kau tempuh.
Lebih jeli lah. Siapa tau, ada yang pantas kau ajak bersama, sehidup sesyurga. . . . . . . . .
Oh Allah, indeed we are constantly in need of Your Blessings and Mercy ya Rabb. Shower them upon us ya Allah
More Inspiration | www.lionofAllah.com
Ooooh Allah. :"(
Mengisi Hati
Berapa banyak orang yang kita jumpai sehari-hari? Dan berapa orang dari yang kita jumpai berhasil mengubah hidup kita? Ada yang mengubah hidup kita menjadi acak-acakan, ada juga yang mengubah hidup kita menjadi lebih baik.
Apakah dengan alasan kehadirannya membuat hidup kita berubah, kita bisa dengan leluasa menyalahkannya atau mengaguminya? Bukankah sebenarnya, perubahan yang terjadi pada kita adalah karena kita mengizinkan orang tersebut untuk masuk ke dalam hidup kita? Mengubahnya menjadi berantakan atau menjadi lebih baik, itu disebabkan oleh izin yang kita berikan kepadanya?
Atau kita enggan mengakuinya, enggan berbicara sebenarnya bahwa sebenarnya letak kesalahan dan kebaikan itu ada pada diri kita sendiri? Bukan pada orang lain?
Padahal, kendali atas hidup ada pada kita, tentu dengan seizinNya.
Dan untukmu. Padahal, kamu bisa memilih untuk menjadikan hidupmu lebih baik, dengan mengizinkan orang-orang baik yang masuk ke dalam hidupmu? Mengapa kamu izinkan juga orang-orang yang tidak pernah berniat baik kepadamu?
Membiarkan mereka membuat hatimu limbung, pikiranmu kacau. Seakan-akan hidupmu ini seperti akan berakhir besok pagi. Hingga energimu habis hanya untuk memikirkan orang yang merusak. Mengapa tak kamu buang jauh-jauh?
Mengapa kita bisa membiarkan orang-orang jahat masuk dalam hidup kita? Mengapa atas nama perasaan, kita mengizinkannya merusak hati kita? Renungkanlah baik-baik.
Bukankah pilihan itu ada ditangan kita?
Škurniawangunadi | Yogyakarta, 29 Oktober 2016
Menurut saya, jika hati ibarat rumah, kita adalah sang pemilik rumah. Kitalah yang seharusnya tau, siapa yang boleh dipersilakan masuk lalu kita buatkan dua gelas sirup untuk kita minum bersama, dan siapa juga yang hanya perlu kita ajak ngobrol di beranda.
Kau Tahu Apa Itu âManisâ?
Kau tahu, ada yang lebih cantik dari sekadar cantik. âManisâ. Kau tahu apa itu âmanisâ dari diri seorang perempuan?
Seorang perempuan manis itu, ketika ia punya rasa percaya diri. Ketika ia tetap nyaman dengan kesanggupan yang dimampunya sekarang. Ketika ia tak perlu repot-repot selalu berias berlebih hanya agar merasa cantik.
Kau tahu apa itu âmanisâ dari perempuan? Ketika ia tak gampang gengsi, dan tetap percaya diri dengan ataupun tanpa ornamen yang kata orang disebut pelengkap kecantikan.Â
Kau tahu apa yang benar cantik dari sekadar cantik? Adalah ia yang tak sungkan membagikan kemampuannya, bukan sekadar penampilannya.
Jadi, sekarang kau sudah tau, kan?
Bisnis dan Kapitalisasi Aurat
Sebelumnya, saya memohon maaf jika mungkin tulisan saya menyinggung. Saya tidak bermaksud menyinggung siapapun, hanya ingin menceritakan sesuatu yang semoga menjadi pengingat bagi saya sendiri khususnya sebagai muslimah sekaligus sebagai (calon) pengusaha in sya Allah. CieeeâŚ
Kita hidup di jaman di mana hijab menjadi sebuah trend. Menutup aurat bukan lagi sebuah keanehan dan perempuan berpakaian syar'i sudah menjadi pemandangan familiar. Sekitar belasan tahun ke belakang, menutup hijab adalah hal yang janggal, aneh, dan seringkali di larang.
Kemudian kebutuhan akan hijab menjadi meningkat di masyarakat. Bagi orang - orang yang bisa melirik peluang, bau uang sudah tercium dan pasar hijab, saya juga pernah mencoba bermain di dalamnya dulu dan akhir-akhir ini, and seriously, menjanjikan! Kata seorang customer desain saya yang mantan direktur marketing salah satu perusahaan hijab (syarâi) lokal terbesar di Indonesia, justru karena banyaknya saingan, itu menandakan bahwa pasar hijab begitu banyak. Jika tidak ada peluang pasar di dalamnya, tidak mungkin pengusaha - pengusaha merambah ke dunia itu. Tentu saja, perdagangan hijab berkelas - kelas, dari kelas Pasar Baru dan Gasibu hingga Saphira atau Zoya. Dari yang setipis saringan air hingga yang syarâi seperti milik Rabbani atau Nibras Hijab.
Banyak hal positif dari bisnis hijab. Muslimah - muslimah Indonesia tidak lagi kesulitan menutup aurat. Simbiosis mutualisme antara produsen dengan masyarakat bukan?
Saya tidak akan membicarakan hijab, tapi lebih kepada bisnis kecantikan lain yang berawal dari populernya hijab.Â
Ceritanya, hari Selasa lalu dalam mata kuliah Design Thinking, kami diminta presentasi mengenai branding bisnis atau rencana bisnis kami masing - masing. Salah satu teman saya mempresentasikan bisnisnya yang berupa kerudung printed. Scarf printed memang sedang populer, terutama jika desainnya dari brand terkenal seperti Ria Miranda. Motifnya biasanya bunga - bunga, dengan warna pastel yang syahdu, manis sekali walaupun saya tidak pernah ingin mengenakannya. O ya, karena printing kain masih mahal sekali, yang saya tahu, hijab printed biasanya berukuran kecil kecuali dari brand milik Gaida.
Saya hanya fokus pada teknis dan proses brandingnya ketika  Profesor kami dengan agak sungkan bertanya, âsaya ingin bertanya pada kalian yang berhijab di sini. Hijab itu kan untuk menutupi aurat ya, nah kerudung bercorak warna warni gini kan membuat perempuan jadi cantik dan memikat banyak laki - laki. Itu gimana ya, bukankah hukumnya justru tidak boleh demikian dalam Islam? Saya tidak tahu ini ya, tapi bahkan brand W**d*h juga membuat seakan perempuan tuh harus (dandan) cantik, begini, begitu.â
Terus terang saya merasa ditampar. Hal ini membuat saya berpikir lebih jauh lagi. Pengusaha kebanyakan akan melihat kecantikan yang seakan Islami dari sisi peluang. Serius deh, saya juga pernah bekerja di perusahaan kosmetik yang disebutkan dosen saya itu (walaupun saya tidak mengerjakan project decorative, tapi skin care). Bisnis muslimah adalah pasar besar yang dilirik banyak orang. Di sana kita bisa jualan apa saja, asal brand ambasadornya berhijab dan ada label halal, seakan - akan semuanya sudah memenuhi syarat menjadi muslimah.
Wardah adalah yang mengawali penjualan kosmetik dengan label halal, dan memang tujuannya demikian, memberikan garansi dan rasa aman pada santri yang ingin merawat kulitnya (merawat kulit, bukan berhias) karena banyak kosmetik yang tidak halal bahkan najis. Di jaman ini, semuanya bergerak sesuai dengan perkembangan pasar dan bisnis. Banyak brand kecantikan kemudian ikut-ikutan menggunakan label halal dengan bintang iklan berkerudung demi menarik minat pasar muslimah, padahal belum tentu secara syariah yang dipamerkan di televisi dan media itu diperbolehkan.Â
Tentu saja, bisnis yang mendukung muslimah ini banyak manfaatnya. Kita jadi mengerti bagaimana harus berpenampilan baik, kita jadi mudah merawat diri, dan yang jelas ini adalah ladang rejeki bagi banyak sekali orang dan bidang.
Yang menjadi kontroversi adalah ajang Putri Muslimah, yang diprotes banyak orang karena membawa nama muslimah tapi memamerkan kecantikan di depan khalayak. Sponsor memberinya sponsor bukan karena mendukung kegiatan tersebut, tapi karena takut kesempatan menjadi sponsor direbut oleh kompetitornya. Lagi lagi kepentingan marketing.
Saya sendiri bukan yang sudah mengenakan hijab syarâi (semoga suatu hari nanti), saya juga masih sering berhias dan berdandan, karena begitulah kecenderungan wanita : ingin berhias dan terlihat cantik. Bagi saya, sulit sekali mengenyahkan nafsu ingin kelihatan cantik. Barangkali banyak perempuan juga begitu.
Lalu apa ujung dari tulisan ini? Sebenarnya lebih kepada mengingatkan diri sendiri dan barangkali teman - teman yang mengamati hal yang sama, bahwa kita perlu lebih berhati - hati. Dalam jaman yang begitu dinamis dan kapitalis, banyak sekali produk yang dengan mudah akan memuaskan nafsu kita berhias. Saya sendiri masih kebayang - bayang untuk membeli lipstik warna merah menyala. Tentu saja perempuan boleh berhias, tapi dengan batasan - batasannya. Dan batasan ini sesungguhnya mutlak sesuai tuntunan agama, namun pengaplikasiannya begitu relatif sesuai dengan yang mau kita percaya.
Duh, pada akhirnya, tulisan ini mengkritik diri saya sendiri yang kerap tidak peduli bahwa apa yang saya kenakan jauh dari kewajiban muslimah.Â
Sekali lagi saya mohon maaf jika ada yang tidak sepakat. Kita bisa berdiskusi di belakang, karena fenomena bisnis muslimah ini sangat menarik bagi saya.Â
Wallahualam Bissawab.
Saya juga berpendapat demikian. Rasanya sayang sekali, kecantikan wanita yang merupakan aurat, malah dijadikan âalatâ untuk kepentingan marketing. Maaf juga kalo ada yang gak sepihak. Yaa namanya juga mengutarakan pendapat. Wallahualam bissawab.
Some things are not meant to be together, no matter how hard you try, and thatâs OK. :) So, get yourself back and keep on walking.
note to myself :)
Yeah~
(via semacamcurhat)
That's OK tan.
Hei, tak bisakah kau keluar sebentar dari kepalaku? Kemarilah, duduk saja disini. Nanti kubuatkan kopi lalu kita berbincang sampai pagi.
Hzzz uts min, uts (via semacamcurhat)
Hzzz uas min, uas.
setiap pagi saat beberes tempat tidur, saya menemukan setidaknya dua buku plus satu stabilo. satu buku bacaan atau pelajaran saya, satu buku bacaan atau pelajaran mas yunus. stabilonya juga punya mas yunus. mas yunus senang menandai buku. supaya kalau dibaca lagi, bisa langsung ketemu yang penting, katanya.
ternyata membaca menjadi kebiasaan kami setiap malam. sebenarnya ini kebiasaan mas yunusâyang menular kepada saya karena saya didorong begini juga. setiap malam, kalau sudah selesai ngobrol-ngobrolnya, kami sama-sama belajar. setelah ngantuk, barulah lampu dimatikan.
ada banyak sekali yang saya salutkan dan teladani dari mas yunus perihal semangat bertumbuhnya. paling tidak sebulan sekali mas yunus mengajak saya ke toko buku, menyuruh saya memilih buku untuk dibaca bulan tersebut. kalau saya bilang yang kemarin belum habis, mas yunus tetap memilihkan dan membelikan buku. hari-hari berikutnya, mas yunus akan mengabsen buku-buku mana saja yang sudah saya baca.
setiap hari, mas yunus juga tanya saya menulis apa, mengerjakan apa saja. apa hal produktif yang saya lakukan selain pekerjaan rumah yang rutin. oh ya, bagi mas yunus, memasak juga merupakan kegiatan produktif karena saya belajar. mas yunus selalu mendorong saya untuk tetap bertumbuh meskipun menjadi ibu rumah tangga. tidak jarang mas yunus mengirimkan tautan atau poster-poster lomba. âayok Kica ikut ini.â
hampir tidak ada satu minggu yang dilewati mas yunus tanpa menyelesaikan sebuah buku. di tengah kesibukannya yang luar biasa, mas yunus tetap menyempatkan diri untuk memberi nutrisi akal dan hatinya. bahkan kecepatan membaca saya tidak bisa sebegininya.
mas yunus juga punya kecepatan bekerja yang super. skill multi-tasking-nya jempolan. selelah-lelahnya, mas yunus masih selalu menyempatkan membantu saya dengan pekerjaan rumah. entah menyuci atau menjemur baju, menyuci piring, membuang sampah, menyapu halaman, menanak nasi, bahkan memasukkan baju-baju ke lemari.
meskipun tampaknya mas yunus tidak menulis lagi, sebenarnya mas yunus menulis namun bentuknya saja yang bukan nge-blog. nyaris setiap kegiatan dengan lomba paper, poster, dan sejenisnya diikuti oleh mas yunus. akhir tahun ini dan awal tahun depan mas yunus akan berangkat ke dua negaraâitu juga karena menulis. saking rajinnya, konsulen-konsulen mas yunus sering memberikan kode agar mas yunus menjadi staf di Unair saja kelak. saking rajinnya, mas yunus sangat sering sekali dimintai tolong seniornya untuk membantu penelitian, menulis tesis, dan lain-lain.
beberapa waktu yang lalu saya bilang sama mas yunus betapa saya iri dengan mas yunus yang masih bisa mengukir banyak sekali prestasi meski sibuk dan sering kelelahan. saya seperti tidak menyadari bahwa yang mas yunus lakukan selama ini adalah menyemangati saya untuk terus bertumbuh juga. bahwa kalau mas yunus yang waktunya sempit saja bisa, saya yang waktunya longgar tentu lebih bisa.
ada beberapa orang yang bilang bahwa setelah menikah, kebanyakan pihak perempuan harus banyak mengalah, harus sabar merelakan, ikhlas menukar masa depan. saya sendiri sempat berpikir demikian. namun ternyata, mas yunus membuktikan kepada saya bahwa dalam pernikahan, semua pihak punya hak dan punya kewajiban untuk bertumbuh. supaya kemudian keluarganya menjadi keluarga yang kuat dan keluarga yang hebat.
terima kasih ya mas, untuk semangat yang selalu begitu deras.Â
romantis
Romantis. (2)
Pengen reblog aja. Entah, jadi semangat gitu pas abis selesai baca. Wkwk
Rumah yang paling menyenangkan adalah rumah dengan ibu. Perjalanan yang paling menyenangkan adalah perjalanan dengan kamu.
Kurniawan Gunadi (via kurniawangunadi)
Perjalanan menyenangkan (selama ini) adalah, sendirian menggendong ransel sambil makan Choki-Choki ââ
(via semacamcurhat)
Dan sebab itulah, katanya saya bukan terlihat seperti anak kuliahan, semester 5 lagi. Belum kalo sambil nenteng2 botol minum kemana2. Napasih emang? Heu.
Cantik itu terlihat dari mata yang berbinar penuh antusias. Bibir yang melempar senyum tulus pada siapapun yang ditemui. Juga, gerak gesit dan riang penuh semangat. Bila kau bertemu dengan perempuan semacam itu, hati-hatilah. Bisa jadi malah jatuh hati.
(via semacamcurhat)
Entah kapan pernah nulis ini.
ini bagus, merinding euy. buat yang ingin daftar beasiswa LPDP, pun yang sekedar ingin tahu apa yang sedang dibangun sama LPDP, selamat menyimak.
PK LPDP semacam mengingatkan saya sama model pelatihannya FIM. must be so memorable. insyaAllah, PK indah pada waktunya ya :â
banyak wajah-wajah familiar bertaburan di videonyaa x) tebak siapa nama penyanyi ibukota yang juga penerima beasiswa LPDP dan ada di video ini? ;)
Merindinggg
Waktu Subuh
Diwaktu subuh, apakah kau juga beranjak dari tempatmu tidur, lantas mengambil air wudhu kemudian sholat di masjid? Kamu yang melawan kantukmu, rasa malasmu sendiri. Diwaktu subuh, apakah kamu berlomba untuk mencari shof terdepan di masjid dekat tempatmu tinggal? Kemudian sesampainya di sana, sholat sunnah kau tunaikan, lalu berdzikir sampai iqamah. Selepas subuh, apa saja yang kau doakan? Adakah namaku kau sebut?
Masih banyak orang baik :â)