“Untuk hati-hati yang terluka pedih. Yang pecah berderai berserpih-serpih. Yang masih belum pulih. Moga Tuhan cantumkan dengan kasih. Sepenuh kasih.”
—

Product Placement

Kiana Khansmith
i don't do bad sauce passes
Show & Tell
Jules of Nature
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Sade Olutola

JBB: An Artblog!
h

❣ Chile in a Photography ❣
🪼

★

Discoholic 🪩
Lint Roller? I Barely Know Her
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open
Three Goblin Art
No title available
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ
ojovivo
wallacepolsom

seen from United States
seen from Brazil
seen from United States
seen from Malaysia
seen from Peru
seen from Canada
seen from United States

seen from United Kingdom
seen from Mexico

seen from Malaysia
seen from United States
seen from Malaysia
seen from United States

seen from Germany

seen from Türkiye

seen from Japan

seen from Malaysia

seen from Germany

seen from Japan
seen from United States
@sikerdil
“Untuk hati-hati yang terluka pedih. Yang pecah berderai berserpih-serpih. Yang masih belum pulih. Moga Tuhan cantumkan dengan kasih. Sepenuh kasih.”
—
“You don’t really need someone to complete you. You only need someone to accept you completely.”
— (via love-diaries)
Mallorca Nature Timelapse 1 by Marcos Molina
Yang Terang di Akhir Adalah Kebenaran
@edgarhamas
Saya teringat apa yang Abi tulis, “Dengan kezaliman, kamu bisa mendapatkan semua yang kamu inginkan. Tapi dengan satu doa orang yang terzhalimi, kamu bisa kehilangan semua yang kamu miliki.”
Siapa yang meyakini kezaliman akan menang di akhir cerita, sungguh ia telah berburuk sangka pada Allah. Sebab titah-Nya telah tertulis di ayat-ayat cinta, “Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.” (QS Ash Shaffat 173)
Umur kezaliman hanya seperti mega merah. Singkat tapi seakan-akan merahnya akan menguasai malam sepenuhnya. Tidak. Warnanya memang berani dan angkuh melawan terang bumi, tapi ia hanya sejenak. Kalaupun berubah makin pekat setelah itu, bukankah kita tahu setelahnya ada terbit sang Fajar?
Negeri zalim hanya sebentar. Penguasa zalim hanya sejenak. Undang-undang zalim cuma sekejap. Kuasa Allah lah sepanjang zaman, seabadinya, selamanya, tanpa batas tanpa akhir.
Sekuat-kuatnya Firaun, ia kini jadi jasad kering di museum Mesir. Sekuasa-kuasanya Namrud, ia tinggal cerita hina, mati justru hanya karena ulah seekor nyamuk. Searogan-arogannya Abrahah ingin menyerang Ka'bah, kini namanya abadi justru dalam kehinaan di baris-baris 5 ayat Al Fiil.
عمر الظلم ساعة…
وعدل الله إلى قيام الساعة…
Umur kejahatan hanya sesaat
Dan keadilan Allah abadi hingga kiamat
Namun kenapa yang zalim seakan sangat berkuasa dan tinggi nian gemuruhnya? “Mereka dibuat melayang tinggi dalam keangkuhannya, agar nanti jika mereka jatuh, debumnya akan terdengar di saentero bumi.”
I asked Allaah for a support and protection better than the one I find in the avoidance of my pain.
Jikustik - Puisi
Cinta pertama.
Satu kalimat yang mampu membuatku tersenyum ketika mengingatnya.
Mengingatmu.
Semua sudah lama berlalu. Perasaan itu sudah tak ada tapi tentangmu tak akan pernah bisa aku lupa.
Terima kasih karena pernah menitipkan rasa yang aku abadikan dalam kata-kata. Terima kasih karena jadi alasan pertama aku menulis sebuah puisi.
Semua sudah lama berlalu. Dimanapun kini kau berada, semoga kau selalu baik-baik saja. ============== #30haribermelodiaksara #melodiaksarahari5 #writingproject @hujankopisenja @aidicted
Rencanamu tidak akan gagal jika kamu memang tidak memiliki rencana.
Dirimu tidak akan lelah berjuang, jika kamu memang tidak memiliki tujuan.
Pun kamu juga tidak akan tau arah pulang, jika kamu tidak beranjak dari kediaman.
Dan kelak nanti kamu (pasti) akan menyesal dan merugi, jika kamu (menyadari) melalaikan kebaikan dan ibadah hari ini.
“Cinta itu apa yang kamu lakukan, bukan apa yang kamu harapkan.”
— Kata orang.
“SUDAH SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI “⠀
⠀
Pernahkah kita melihat atau mengenal seseorang yang tetap sabar dan tenang saat mendapat musibah ? ⠀
Dan sama tenangnya saat mendapat keberuntungan ?
Tetap terkendali dan sabar saat difitnah, diejek dan dicaci, sebaliknya juga bersikap kalem saat disanjung ?⠀⠀
Tetap santun dan rendah hati saat mendapat kekuasaan atau menjadi pimpinan, dan juga saat menjadi bawahan.⠀
⠀
Bersikap biasa saja ketika makan di restoran mewah dan tidak menolak makan di warung sederhana di pinggir jalan.⠀
⠀
Tidak bangga saat naik mobil mewah dan tidak minder saat naik bajaj atau bus umum.⠀
⠀
Tidak rakus dan tidak menimbun saat diberi kesempatan kaya, dan tidak mengeluh saat jatuh miskin.⠀
⠀
Menggunakan sandang-papan dan peralatan untuk dimanfaatkan fungsinya, bukan untuk dipamerkan mereknya.⠀
⠀
Mata mereka sudah tidak silau, dan tidak tergoda dengan indahnya bungkus atau pernak pernik asesoris.⠀
⠀
MEREKA LEBIH MEMILIH ARTI HIDUP⠀
⠀
Memilih teman tanpa membedakan status sosial, gelar atau posisi.⠀
⠀
Orang-orang seperti ini, adalah orang-orang yang sudah "SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI"⠀
⠀
Kakinya menapak bumi dan menjalani realitas, tetapi JIWANYA sudah berada di ‘Langit’.⠀
⠀
Ego atau ke ‘aku’ annya sudah ditaklukkannya. Buat mereka, kehidupan di atas bumi yang mereka jalani hanyalah sekedar peran-peran fana dari Sang Khalik yang Maha Agung.
Tampilan orang-orang seperti ini mungkin kurang seru atau kurang asik, dan tidak banyak orang-orang seperti ini. ⠀
⠀
Tapi carilah mereka…
DAN JADIKAN MEREKA SAHABAT SEJATI.
Bila tak kau temukan, maka jadilah mereka.
Sumber: MT Ashabul Jannah
The end.
“Ya Allah, bantulah hati ini memahami, menghayati dan merasai keindahan takdirMu. Jadikanlah aku hamba yang sebenar-benarnya hamba.”
—
Akan tiba satu masa jejak hilang tak diketahui orang.
Waktu itu, usah dicari lagi.
“I feel myself shutting down, closing off, like I should tell people, ‘No, we don’t use this heart anymore. It’s too fragile.”
— Courtney C. Stevens, The Lies About Truth
“I love those random memories that make me smile no matter what is going on in my life right now.”
— Unknown (via thoughtkick)