Sehening cinta dari seorang kekasih untuk kekasihNya,
Kerana mengharap dapat bertemuNya di syurga sana..
art blog(derogatory)
RMH

No title available

★
$LAYYYTER

oozey mess
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Janaina Medeiros
No title available
tumblr dot com
Today's Document

titsay

❣ Chile in a Photography ❣
Misplaced Lens Cap
Peter Solarz
d e v o n
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH

Origami Around
Lint Roller? I Barely Know Her

shark vs the universe
seen from United States
seen from Venezuela

seen from Germany
seen from Ukraine
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@sisfaeez
Sehening cinta dari seorang kekasih untuk kekasihNya,
Kerana mengharap dapat bertemuNya di syurga sana..
...وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا
Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali. (An-Nisa: 142)
كُلُّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ رَهِينَةٌ
“Tiap-tiap diri bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya,”
[Al-Mudassir: 38]
Allah berinteraksi menggunakan ayat yang sesuai dengan realiti hambaNya. Allah tahu hambaNya akan sentiasa bergegas, bersegera, berlumba-lumba dan berkejaran terhadap apa yang mereka perlu dan penting dalam hidup mereka.
Orang yang beriman, apabila mereka sedar sudah melakukan dosa dan kemaksiatan kepada Allah. Mereka akan berkejaran dan bergegas untuk memohon keampunan dariNya, kerana keampunan Allah itu sangat penting dan lebih penting dari segala-galanya dalam hidup mereka.
Dalam keadaan masa yang semakin suntuk, kematian pula setiap detik berkejaran untuk menjemput mereka, sedang mereka tidak mengetahui..
Manusia yang luarannya nampak tabah, namun hakikatnya lemah di hadapan yang Maha Esa. Ini kerana kebergantungan dan pengharapan mereka di atas satu sumber kekuatan yang Hakiki, yang tidak akan rapuh, dan tidak akan lenyap buat selamanya.
Dan katakanlah: "Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku secara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku secara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi-Mu kekuatan yang dapat menolongku. [Al Isra’: 80]
"Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung lalu Dia memberikan petunjuk?" (Ad Dhuha: 7)
Suka dengan tafsir dari Imam Al Qurthubi,
Bilamana Allah mendapati diri kita dalam keadaan tidak mengetahui apa itu Al Quran, apa itu iman, apa itu Deen.. Lalu Allah mengajarkan kepada kita apa-apa yang belum kita ketahui.. Dia didik dan bimbing kita agar segala perbuatan dan akhlaq kita semakin baik sehinggalah kita kembali bertemuNya..
Teringat juga pesanan Ustaz Abdul Hadi Osman setiap kali memetik hadis riwayat Imam Ahmad,
"Allah beri dunia kepada sesiapa saja, namun Allah hanya beri Deen kepada yang Dia suka. Siapa yang Allah beri Deen padanya, jelaslah bahawa Allah mengasihinya.."
وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا مَا ظَهَرَ مِنْهَا ۖ وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِنْ زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
“Katakanlah kepada wanita yang beriman: "Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” [An Nuur: 31]
“Manusia ketika hidup di dunia semuanya tidur (mimpi), bila mati baru mereka terjaga (tersedar).” - Sayyidina Ali bin Abi Thalib
“But you prefer the worldly life, while the Hereafter is better and more enduring.” (Al A’laa:16-17)