Sekarang, Allah, aku malu atas ribuan tanya "kenapa?" tentang takdir yang sedang Engkau sematkan di dalam hidupku.
Aku berhenti mencari jawaban yang paling logis dalam kepalaku, ya Allah.
Aku ini 'milik-Mu', Engkau yang mengurus segalanya. Dari mati lalu hidup sampai sekarang. Lantas untuk apa aku bersikeras mencari jawaban atas yang bukan hak-ku?
Itu hak Engkau, sungguh, aku mengerti sekarang, ya Rabb. Kewajibanku adalah untuk menerima dan meminta pertolongan dari-Mu. Tidak perlu banyak tanya. Bukan begitu, Allah-ku Yang Maha Pengurus Segalanya?
Kuserahkan semuanya, ya Rabb-ku Yang Maha Pengasih, aku sudah tidak mau repot - repot banyak berpikir dan mencari jalan keluar sendiri. Pun, sudah seharusnya begitu sejak dulu. Aku meminta hak-ku atas pertolongan-Mu, ya Allah, sungguh janji-Mu adalah benar.
Yang terpenting, Allah; Tolong terima uluran hati dan jiwaku, tuntun aku selalu ke jalan yang Engkau ridhai sampai akhir nanti.
Aamiin.











