Abah again, the orange tiger.
traditional drawing, watercolored pencils, and markers.

seen from Australia

seen from Australia

seen from Singapore

seen from Australia
seen from Latvia

seen from Australia

seen from Australia

seen from India
seen from Australia

seen from Australia
seen from Australia
seen from China
seen from United Kingdom
seen from Dominican Republic
seen from United States

seen from Australia
seen from Australia
seen from Australia

seen from Australia
seen from Malaysia
Abah again, the orange tiger.
traditional drawing, watercolored pencils, and markers.
Al-fatihah dan moga dirahmati untuk jiwa-jiwa yang telah pergi. Untuk kita yang berkesempatan lagi, teruskan berjuang dan memperbaiki diri.
Jangan malu, Nak. Saat kau terlahir dari keluarga sederhana yang pekerjaan ayahnya bukan berada di gedung mewah, tapi hanya di luasnya sawah. Tetaplah akui ia sebagai ayah, sebab dari keringatlah kau bisa hidup.
Bersyukurlah karena keberadaannya, orang banyak bisa terpenuhi pangannya.
Kerennya kita di hadapan Allah bukan di lihat dari pekerjaan apa yang dilakoninya. Tapi dari seberapa ikhlas hatinya dalam menjalaninya, dan seberapa besar manfaatnya.
Semoga kelak kau bisa lebih bijaksana memandang hidup. Menghargai setiap orang tanpa melihat dari titel yang disandangnya.
@penaalmujahidah
Him looking at spreadsheet: What are you doing?
Me: Playing the Sims.
Oi Filho...
Eu estou aqui, aqui com você!
muitas vezes você não consegue me sentir.. e não consegue entender o meu agir.... Mas estou sempre ao seu lado cuidando de cada detalhe da sua vida.
sinto sua falta... você anda longe, anda triste e tão sozinho você parece uma criança perdida querendo se encontrar.
eu conheço os sentimentos mais profundos do seu coração, as dores e as marcas que nunca se cicatrizaram... quero que confie em mim... Eu não quero ver você assim tão triste!
Quando você volta pra mim? QUANDO? estou ESPERANDO! Deixe-me curar a sua alma quebrada>
Eu faria qualquer coisa para chegar ao seu coração... cada gota do meu sangue foi o preço que precisava ser pago.. você é tão valioso para mim que se eu juntasse todas as estrelas e calculasse o valor nunca chegaria ao preço que dei por VOCÊ!
Eu não te trocaria por nada, nem pela minha própria vida...entreguei minha vida por VOCÊ é isso valeu muito a pena pra mim!
AMO VOCÊ FILHO MEU.. E SEMPRE AMAREI
_JESUS
Cinta Mati
Abang, gimana caranya biar nanti aku gak nangis?
Gapapa. Nangis aja, dek.
Ya bang. 2016 dulu Abah ke Afrika. Kita dulu sering duduk berdua. Diskusi. Merancang masa depan. Sharing. Dengerin cerita Abah atau Abah dengerin cerita aku.
Abah bilang, “Kamu sekolah yang tinggi.”
Kujawab, “Iya, Bah. Aku mau sampai s3. Aku boleh S3 di Eropa, Bah?”
Abah ketawa. Terus bilang, “Boleh. Dimana aja boleh.”
Aku sambil nyolek Abah bilang, “Beneran, Bah? Nanti kaya S2 ini lagi. Katanya boleh di luar. Eh tahunya gak boleh.”
Abah ketawa lagi. Ngangguk keras sambil bilang “Kalau S3 nanti terserah kamu. Yang penting sekolah yang tinggi.”
Abah tahu banget aku suka warna pink. Tiap kali belikan baju buat anak-anaknya. Atau tas. Atau lainnya. Warna pink selalu dipisahin. “Ini buat Rara” katanya.
Dulu waktu aku masih 4 tahunan, aku puasa. Sehari full. Selepas ashar, aku udah mulai nangis minta buka. Terus Abah ajak aku jalan sore, sambil diceritakan kisah Nabi Musa, Nabi Muhammad. Sampai aku lupa lapar. Tau tau udah mau adzan.
Aku udah suka heran, kenapa Abah kalau jalan kaki ndak pernah noleh kanan kiri. Selalu nunduk natap jalan. Dan aku sampingnya genggam jari telunjuknya. Waktu itu aku masih SD. Aku sering ikut Abah kemana mana
Aku sayang sama Abah, bang. Cinta mati, aku.
Jakarta, 15 November 2019
- Bocah Embara
Sudah hampir dua tahun Rara tidak bertemu Abah. Sekarang Abah sakit. Ia harus pulang.
ABAH
Begitulah aku memanggilnya sejak saat itu hingga kini dan bahkan selamanya. Dirimu adalah lelaki pertama yang aku kenal begitu raga lemah ini tiba di dunia. Seiring berjalannya waktu aku tumbuh semakin besar, dirinya semakin terpacu untuk mencari nafkah lebih gencar demi memenuhi segala kebutuhan serta keinginan malaikat kecilnya yang nakal ini. Aku yakin semua yang beliau lakukan adalah yang terbaik untukku, meskipun telah banyak waktunya tersita untuk pekerjaan, tapi beliau tak pernah mengeluh dan berhenti berjuang.
Tak pernah ada manusia yang ingin sakit. Begitupun aku, namun semua yang beliau lakukan begitu keras abah. Saat tubuhnya yang dulu gagah perkasa ambruk di gergoti penyakit, hatiku tak sanggup menerima segala kesedihan dan kecemasan kala itu. Laksana mendapat tamparan keras yang bertubi-tubi, Abah maafkan diriku yang tak mampu menjagamu dengan baik.
Aku ingin beliau selalu sehat, hari itu, besok, tahun depan dan selamanya. Aku ingin abah selalu ada untukku dengan tubuh yang tetap sehat, untuk menyaksikan saat aku wisuda ataupun saat aku akan menikah kelak.
"Abah, kau lelaki yang kuat, teruslah berjuang untuk sehat, demi aku"
kalimat itu yg selalu aku ucapkan kala itu saat beliau terbaring lemah tak berdaya dengan bantuan segala macam alat kesehatan 😢
Waktu kebersamaan ini terasa begitu singkat abah. Rasanya baru kemarin raga ini terlelap dipangkuannya, Namun kini ternyata tuhan mengambilnya dari pelukku dan ummi lebih cepat. Aku sadar bahwa tuhan jauh lebih menyayanginya dariku maupun ummi. Namun izinkan aku menangis sekejap untuk bisa mengenangmu dengan lebih tegar selamanya.
Sepeninggalmu, aku berusaha untuk menjadi teman hidup terbaik bagi ummi. Kami harus saling berpegangan dan berangkulan untuk meneruskan jalan kehidupan walau kini tanpamu. Tunggulah kami yang kini sedang mengantri untuk menjadi sepertimu, menanti panggilan itu semoga kita bisa dipertemukan lagi di surganya nanti.
"Kepergianmu membuatku mengerti bahwa rindu paling menyakitkan adalah merindukan seseorang yang telah tiada. Namun kepergianmu pun mengajarkan bahwa tuhan selalu ada untuk mendengarkan segala doa dan harapan".
#2901 #2020