Meminta Utuh
Mulutku rapat tertutup, bahkan ia tak sanggup mengutuk Mataku telah sayu, mati hidup-hidup Tak dapat lagi rasa menyentuh raga yang hampir rapuh Yang di dalam tubuh ini seperti telah lumpuh Aku menari di antara luka-luka yang begitu anggun Tanpa sedikit saja gairah untuk menuju jauh Rindu, namun ia pilu Pilu, namun rasanya telah mati terbunuh lukaku Inginku menjerit, menangis, mati.... meminta utuh. - Yustiazari | Surabaya, 13 Agustus 2017








