Hidup dari Penjara ke Penjara, Malah Semakin Membara.
Ini buku sejarah, tapi dinovelin, jadinya menarik dan super keren.
Kisah tentang seorang ulama fenomenal, Badiuzzaman Said Nursi, dalam perjuangannya menegakkan Islam. Sejak muda beliau bisa menghafal berpuluh-puluh kitab dalam waktu singkat, yang mana itu pureee beneran hafal semua susunan huruf dan katanya tanpa ada yang terlewat!😭
Banyak ulama-ulama senior yang merasa tersaingi oleh kehebatan Said Nursi, sehingga banyak dari mereka yang menantangnya untuk berbicara di forum debat. Tanpa diduga, beliau bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut dengan sangat memuaskan, orang-orang yang memontonnya pun terkagum-kagum karena pembawaannya yang sangat tenang.
Tentunya, manusia luar biasa memiliki perjalanan hidup yang nggak biasa-biasa. Banyak permainan politik yang menentang ajarannya sehingga Ia harus hidup dari penjara ke penjara. Penjara zaman dulu nggak kayak sekarang, dulu itu para tawanan diperlakukan semena-mena. Tapi, layaknya berlian yang selalu bersinar meskipun tersembunyi, di dalam penjara dan tempat pengasingan, Said Nursi tetap bisa berpengaruh melalui karya-karya yang dirampungkannya di penjara-penjara tersebut. Salah satunya adalah "Risalah Nur".
Pokoknya beliau ini sangat-sangat luar biasa, atas izin Allah :"
Setiap kisah hidupnya menginspirasi, kecintaannya pada ilmu, kemampuan menghafal, menganalisis, dan menyampaikan ilmu tersebut benar-benar luar biasa.
Dari semua kehebatannya itu, ada satu yang aku highligt di sini, yaitu, Ayah dan Ibunya. Mereka adalah orang-orang yang consent akan halal-haram. Sejak masih muda, ayahnya yang merupakan seorang pengembala, sangat-sangat menjaga gembalaannya tersebut agar tidak memakan rumput tetangganya walaupun sehelai. Begitupun ibunya, yang sangat taat dan menjaga dirinya dari hal-hal yang Allah larang.
Singkat cerita mereka dijodohkan oleh kedua orangtuanya karena kejadian Ayahnya Said yang waktu itu kecolongan, si gembalaannya makan rumput halaman orang lain yang mana itu adalah punya Ibunya Said. Ayah Said kemudian meminta maaf dan memohon untuk diberi keikhlasan. Dari situlah Ayahnya Ibunya Said (semoga ngerti ya wkwk) kagum dan menikahkan anaknya dengan Ayahnya Said.
MasyaAllah, orangtua yang baik akan melahirkan generasi yang baik. Manusia suci lahir dari rahim yang suci. Dari kisah ayah dan ibunya Said, sangat bisa jadi pelajaran bagi kita bahwa untuk bisa mendidik seorang anak yang baik, kita sebagai orangtuanya juga haruslah baik. Ayah dan ibunya berjodoh karena mereka adalah cerminan, sama-sama baik.
Kalau sekarang ini kita para jomblolillah merasa belum ada orang baik yang datang, jangan buru-buru menyalahkan keadaan, ngaca dulu. Diri sendiri udah baik, belum? Udah siap buat mendidik titipan Allah? Anak itu datang dalam keadaan baik, kita sebagai orangtuanya harus menjaganya sehingga Ia dapat kembali kepada Allah dalam keadaan yang baik pula.
Oke fix, karya-karyanya Kang Abik tidak pernah mengecewakan👌
Aku yang kalau baca buku itu milih-milih dari tebal dan tipisnya halaman, ternyata selesai juga baca buku tebal ini. Dicicil minimal 1 bab/hari sambil menggoes sepeda statis, wkwk.
Barakallahu fiikum, Kang Abik✨











