"Kalau terlalu lama kehilangan sesuatu, akhirnya yang hilang tidak hanya sesuatu itu, tetapi juga rasa kehilangan itu sendiri."
- Emha Ainun Nadjib

seen from United States
seen from China

seen from United States
seen from Germany

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Russia
seen from Netherlands
seen from United States
seen from China
seen from Netherlands
seen from Taiwan
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Finland
seen from United States
seen from United States
seen from Brazil

seen from Malaysia
"Kalau terlalu lama kehilangan sesuatu, akhirnya yang hilang tidak hanya sesuatu itu, tetapi juga rasa kehilangan itu sendiri."
- Emha Ainun Nadjib
From @ditta_ardianto SONGA RAFTING Pengelola Wisata Arung Jeram Probolinggo Info & Reservasi : • 081515512808, • 081357225708, • 0817585446 (WhatsApp) #songarafting #songadventure #wisata #liburan #arungjeram #piknik #probolinggo #refreshing #rekreasi #rafting #pesonajatim #pesonaindonesia #probolinggohits #exploreprobolinggo #explorejatim #songaadventure #songaadventureprobolinggo #rafting #arusbawah #arusjeram
Sebagai makhluk cerdas dan njamani, kelompok punakawan selalu mampu menyerap aspirasi dari bawah. Ketika rakyat bawah dikerjain 'rakyat atas' para punakawan melakukan gerakan advokasi atau pembelaan. Mereka menyatu dengan arus bawah itu. Dalam novel-esai yang berbau keposmo-posmoan ini Emha Ainun Nadjib dengan cermat melukiskan bagaimana gerakan punakawan itu mampu menggugat apa-apa yang seharusnya digugat, termasuk dirinya sendiri dan struktur atas di masyarakatnya. Dan sebagai punakawan, cara mereka menggugat juga menggunakan punakawan, lewat humor yang tajam dan menggigit kesadaran kita. . . . Minat ??? Hub. WA/SMS/TELP 0856-2716-596 / 0812-1362-3080 BBM D93E8494 Line @najibstorejogja #caknun #emhaainunnajib #emhaainunnadjib #emha #maiyah #gusdur #gusmus #gusdurian #santri #haripahlawan #jualbukucaknun #bukucaknun #slilitsangkiai #tuhanmahaasyik #jancukers #hidupituharuspinterngegasdanngerem #ngegasngerem #santricaknun #maiyahsemarang #semarang #maiyahkudus #pecicaknun #pecimaiyah #arusbawah #bukuarusbawah #Bukucaknun #maiyahgresik
Jika ada yang mengatakan bahwa Indonesia dipenuhi oleh para pemalas, hipokrit, senang mengeluh, dan kerap mencari jalan pintas, itu berarti dia tidak benar-benar berjumpa dengan orang Indonesia. Hanya segelintir waktu yang diluangkan untuk bertemu kemudian mengambil kesimpulan secara terburu-buru. Memang salah satu kehebatan bangsa Indonesia adalah kesanggupannya menciptakan citra di mata dunia bahwa dirinya dekaden, bodoh, kacau, miskin, dan moral rusak. Itulah pendekar sejati. Bukankah untuk memaksimalkan kesalehan, Anda justru harus menutupi kesalehan diri tersebut? Indonesia tidak pernah mengejar-ngejar kemajuan karena sudah maju. Indonesia tidak pernah bernafsu terhadap kehebatan karena aslinya memang sudah hebat. Berbekal pengalaman Caknun selama bertahun-tahun berinteraksi secara intens dengan orang Indonesia di seluruh penjuru negeri, buku ini kemudian ditulis.Kagum kepada Orang Indonesia merupakan kumpulan esai yang berisikan pandangan, harapan, bahkan juga parodi tentang sisi-sisi kualitatif manusia Indonesia. . . Minat ??? Hub. WA/SMS/TELP 0856-2716-596 / 0812-1362-3080 BBM D93E8494 Line @najibstorejogja #caknun #emhaainunnajib #emhaainunnadjib #emha #maiyah #gusdur #gusmus #gusdurian #santri #haripahlawan #jualbukucaknun #bukucaknun #slilitsangkiai #tuhanmahaasyik #jancukers #hidupituharuspinterngegasdanngerem #ngegasngerem #santricaknun #pecicaknun #pecimaiyah #arusbawah #bukuarusbawah #bukucaknun #bukuistrikuseribu #poligami #istrikuseribu #mocopatsyafaat #kenduricintajakarta #kenduricinta
Sebagai makhluk cerdas dan njamani, kelompok punakawan selalu mampu menyerap aspirasi dari bawah. Ketika rakyat bawah dikerjain 'rakyat atas' para punakawan melakukan gerakan advokasi atau pembelaan. Mereka menyatu dengan arus bawah itu. Dalam novel-esai yang berbau keposmo-posmoan ini Emha Ainun Nadjib dengan cermat melukiskan bagaimana gerakan punakawan itu mampu menggugat apa-apa yang seharusnya digugat, termasuk dirinya sendiri dan struktur atas di masyarakatnya. Dan sebagai punakawan, cara mereka menggugat juga menggunakan punakawan, lewat humor yang tajam dan menggigit kesadaran kita. . . . Minat ??? Hub. WA/SMS/TELP 0856-2716-596 / 0812-1362-3080 BBM D93E8494 Line @najibstorejogja #caknun #emhaainunnajib #emhaainunnadjib #emha #maiyah #gusdur #gusmus #gusdurian #santri #haripahlawan #jualbukucaknun #bukucaknun #slilitsangkiai #tuhanmahaasyik #jancukers #hidupituharuspinterngegasdanngerem #ngegasngerem #santricaknun #maiyahsemarang #semarang #maiyahkudus #pecicaknun #pecimaiyah #arusbawah #bukuarusbawah #Bukucaknun #maiyahgresik
Buku dengan judul "Sesobek buku harian Indonesia" harga 55 ribu. Ibarat musafir, Emha Ainun Nadjib telah berjalan jauh. Ia telah menjelajahi Indonesia, mencicipi ribuan pengalaman, dan memanggul ribuan beban. Yang terangkum di buku ini adalah ekspresi dan impresi seorang Cak Nun tentang, dalam, dari, dan terhadap Indonesia. Sesobek Buku Harian Indonesia menyodorkan cermin di hadapan wajah kita. Wajah Indonesia dengan segala macam problemnya. Keadilan, kemanusiaan, hak asasi, kesenjangan sosial, serta pengharapan akan hidup yang lebih baik. Problem-problem tersebut masih ada serta masih relevan hingga saat ini. Dan, setiap pembaca bebas untuk memilih sudut pandangnya di depan cermin tersebut: realitasnya, cita-citanya, atau bahkan “sobek”-nya Indonesia . . Minat ??? Hub. WA/SMS/TELP 0856-2716-596 / 0812-1362-3080 BBM D93E8494 Line @najibstorejogja #caknun #emhaainunnajib #emhaainunnadjib #emha #maiyah #gusdur #gusmus #gusdurian #santri #haripahlawan #jualbukucaknun #bukucaknun #slilitsangkiai #tuhanmahaasyik #jancukers #hidupituharuspinterngegasdanngerem #ngegasngerem #santricaknun #maiyahsemarang #maiyahkudus #pecicaknun #pecimaiyah #arusbawah #bukuarusbawah #bukucaknun #sesobekbukuharianindonesia #istrikuseribu #puisicaknun #puisi #poems #poetry
Emha Ainun Nadjib yang akrab dipanggil Cak Nun adalah seorang seniman, budayawan, intelektual muslim, dan juga penulis asal Jombang, Jawa timur. Ia merangkum dan memadukan dinamika kesenian, agama, pendidikan politik dan sinergi ekonomi. Cak Nun lahir di Djombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953. Ia merupakan anak keempat dari 15 bersaudara. Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Istrinya yang sekarang, Novia Kolopaking, dikenal sebagai seniman film, panggung, serta penyanyi. . Anggukan Ritmis Kaki Pak Kiai >> Rp. 69.000 Mati Ketawa Ala Refotnasi >>Rp. 49.000 Arus Bawah >> Rp. 49.000 Sedang Tuhanpun Cemburu >> Rp. 74.000 Tidak Jibril Tidak Pensiun >> Rp. 49.000 . WA / LINE : 085640655073 . #caknun #emhaainunnadjib #anggukanritmiskakipakkiai #matiketawaalarepotnasi #arusbawah #sedangtuhanpuncemburu #tidakjibriltidakpensiun
“… Barang siapa berkuasa, selalu begitulah kecenderungannya. Karena itu, yang penting bukan siapa yang berkuasa. Melainkan bagaimana ia menangani kekuasaan,” (hlm. 124) Dikisahkan, warga masyarakat Karang Kedempel resah dan sedih karena menghilangnya Kiai Semar. Padahal perannya sangat dibutuhkan saat itu. Masalah-masalah yang kian runyam menunggu turun tangannya. Kiai Semar kemanakah engkau pergi? Ke manakah engkau bersembunyi? Lurah dan seluruh perangkatnya tak lagi sanggup menjalankan fungsinya sebagai petugas penyejahtera rakyat. Malahan sebaliknya, dengan pelbagai cara dan manipulasi. Para Punakawan lainnya — Gareng, Petruk, dan Gareng, jadi ramai berdebat, merefleksi, dan mencari. Di antara menghilangnya Semar dan tertindasnya warga Karang Kedempel, berlangsung berlapis-lapis pemikiran dan pergulatan. Di tengah ketertindasan, represi politik, pembungkaman suara, dan penjajahan oleh asing, bergema pertanyaan mengapa Semar pergi sementara rakyat Karang Kedempel tak berdaya. Hakikat politik, kedaulatan rakyat, sejatinya kekuasaan, semuanya dipertanyakan kembali. Sampailah mereka pada suatu kesimpulan: perlunya Carangan: “Carangan ialah mengubah pakem. Menggesernya, merombaknya, atau bahkan menggantikannya sama sekali. Suatu sistem pakem yang menyejahterakan sebagian orang dengan cara menyengsarakan sebaguian besar lainnya, tak bisa diteruskan. Kaum Punakawan, sebagai agen dari Budaya Carangan — yang mencoba menyelusupkan paham-paham baru yang membebaskan — dalam kisah keniscayaan tragis Mahabharata, menunjukkan bahwa masyarakat Karang Kedempel sebenarnya melontarkan kehendak pembebasan secara autentik.” (203). #caknun #arusbawah #buku #sosialpolitik (at Bandung)