Dean poses like those cool anime characters that everybody has a crush on.
my edit: deantrblandbananauyu
seen from Italy
seen from Italy

seen from Italy
seen from China
seen from China

seen from Malaysia

seen from Germany
seen from United Kingdom
seen from United States
seen from United States

seen from Hong Kong SAR China

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United Kingdom

seen from Australia
seen from United States
seen from Türkiye
seen from China
seen from Japan
Dean poses like those cool anime characters that everybody has a crush on.
my edit: deantrblandbananauyu
I did a thing!
Dah tak perlu pergi Korea, Farm Fresh je! #BananaMilk #FarmFreshMalaysia #GegarVaganza8 #BananaUyu #FreshMilk #Melaka #MelakaDelivery (at Malacca Town) https://www.instagram.com/p/Cj6QtpABVY2/?igshid=NGJjMDIxMWI=
Fresh Banana Milk 700ml RM8.70/btl UHT Banana Milk 200ml RM69/carton #BananaMilk #BananaUyu #SusuPisang #FarmFreshMalaysia (at Malacca City) https://www.instagram.com/p/CY1KD0iF1B2/?utm_medium=tumblr
#additedtothistaste #milk #bananauyu #strawberryuyu #yamuyu #coffeeuyu #busan #korea (at The BS Hotel)
South Korea: Land of Dreams (Day One (Part 5))
Day One (Part 5) Fairuz pun mebawa aku dan Bunda ke Gwangjang Market, salah satu pasar tradisional di Korea. Sampai di sana, suasana masih cukup ramai. Di sana terlihat bayak sekali turis dan masyarakat lokal yang mencari makanan khas Korea. Tapi, sampai sana kita jadi bingung pilih apa untuk dimakan. Whyyy? Pertama, di sana banyak makanan yang terlihat enak. Kedua, sayangnya, banyak pula makanan…
View On WordPress
Day One (Part 4)
Yeay! Let’s start our journey! Jadi, setelah beristirahat, akhirnya kita memulai perjalanan kita di Korea Selatan. Jam 15.00 waktu Korea, kita berangkat menuju tempat pertama, yaitu Gyeongbokgung Palace. Ternyata, lokasi dari Gyeongbokgung Palace ini nggak terlalu jauh dari daerah penginapan kami (Hmmm, atau karena kita nggak perlu tunggu kereta lama-lama dan karena keretanya cepat ya?). Sesampainya di stasiun tujuan, kita jajan lagi di convenience store haha. And guess what? Aku beli Banana Uyu lagi untuk yang kedua kalinya hari itu (ketagihan haha). Nah, ternyata stasiun ini langsung tersambung ke wilayah Gyeongbokgung Palace. Jadi, Gyeongbokgung Palace ini adalah salah satu istana tradisional Korea yang terletak di antara gedung-gedung modern. Too bad, sampai sana istana ini sudah mau tutup dan Museum Nasional Korea yang juga ada di dalam wilayah istana ini hari itu tutup.
Akhirnya, kita pun memutuskan untuk jalan-jalan dan foto-foto di luar istana. Ternyata banyak orang yang berkunjung hari itu, dan di halaman istana pun banyak anak-anak kecil yang bermain dan remaja-remaja perempuan yang memakai baju tradisional khas Korea, hanbok (sepertinya sih sedang ada suatu acara). Tadinya kita ingin foto-foto dengan menyewa hanbok yang tersedia di lingkungan istana. Sayangnya, tempat itu pun sudah mau tutup dan nggak menerima penyewa lagi. Nah, akhirnya kita pun memutuskan untuk foto menggunakan hanbok di booth gratis yang letaknya di luar istana dan kita harus menyebrang lumayan jauh dulu. Di luar istana ternyata sedang ada pembubaran pengawal istana. Pengawal istana ini seperti di Buckingham Palace, mereka diam saja seperti patung. Sayang sekali saat kita keluar ternyata pembubarannya sudah selesai :””( Kita pun memutuskan untuk foto bersama dua remaja perempuan yang memakai hanbok di sana hihihi.
Setelah berfoto bersama dua remaja perempuan tersebut, kita pun menyebrang menuju patung King Sejong. King Sejong sendiri adalah raja yang sangat dihormati oleh masyarakat Korea pada masanya. Saat di patung King Sejong ini hujan musim gugur mulai turun. Tapi, aku dan Bunda tetap berfoto-foto, sementara Fairuz menyuruh kita untuk menunggu di patung dan dia sendiri pergi entah kemana. Tiba-tiba Fairuz berteriak dan memanggil-manggil kita untuk lari. Kita pun lari ke arahnya dan ternyata dia sedang ada di booth foto hanbok gratis. Ternyata tadi dia bertanya ke penjaga booth apakah booth-nya masih buka atau tidak. Walaupun sebenarnya sudah mau tutup, tapi penjaga booth itu pun mengizinkan kita untuk berfoto karena Fairuz mengatakan kalau kita ini ibu dan kakaknya yang datang dari jauh hahaha. Kita pun mengisi buku tamu dan dibantu memakai hanbok oleh penjaga booth. Setelah kita kemudian ada turis lain dari (sepertinya) Tiongkok dan masih diterima oleh penjaga booth.
Setelah berfoto hujan turun semakin deras. Karena hanya bunda yang membawa payung akhirnya aku dan Fairuz membeli satu payung tambahan di convenience store. Payung ini khas sekali Korea, payung transparan yang kemudian jadi properti foto kita haha. Fyi,suhu udara saat itu dingin sekali, ditambah hujan yang turun. Pulangnya kita kembali melewati Gyeongbokgung Palace dan Museum Nasional Korea, Walaupun tutup kita akhirnya tetap berfoto di depan Museum Nasional Korea. Setelah itu, aku, Bunda, dan Fairuz memutuskan pergi mencari makanan khas Korea ke salah satu pasar tradisional Korea.
South Korea: Land of Dreams (Day One (Part 4)) Day One (Part 4) Yeay! Let’s start our journey! Jadi, setelah beristirahat, akhirnya kita memulai perjalanan kita di Korea Selatan.