seen from Indonesia

seen from Belgium

seen from Indonesia

seen from Germany

seen from Indonesia
seen from Germany

seen from Singapore
seen from China
seen from United States

seen from Belgium
seen from Singapore
seen from France
seen from China

seen from United States

seen from Saudi Arabia
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from China
seen from United States
Terlalu banyak bercanda hingga tidak bisa membedakan mana yang pantas buat candaan mana yang ngga..
Hidup jangan terlalu serius katanya,tapi bukankah hidup juga ga boleh terlalu sering bercanda...yang ujungnya bikin jengah orang lain,yang akhirnya tanpa sadar melukai orang lain...
Yang lebih parah jika candaan membuat orang lain tidak nyaman dan masih bilang "dianya aja baperan"
hati manusia itu berbeda beda,
mari saling mengerti,
mari saling hargai
Memang (kita) yang mestinya baper, tapi sewajarnya.
Ada yang karena dibawain sebungkus martabak dari gerobak pinggir jalan, kegeeran. Merasa bahwa si pemberi baik banget. Ya, itu manusiawi.
Ada juga yang dibawain sekarung mentimun dan sayur, jadi bersyukur. Sama-sama merasa si pemberi baik banget. Ya, itu pun manusiawi.
Bahkan ada juga yang saat mau makan, kebiasaannya adalah menyembelih dan memanggang seekor hewan ternak lalu dia mencari tetangganya yg belum makan untuk diajak makan bareng. Itulah salah satu Nabi.
Kalau cuma dikasih sebungkus batagor aja udah baper, gimana kalau diajak makan malam oleh keluarga yang humble?
Kita harusnya baper. Baper dari amal-amal baik orang lain, baper karena kita kalah baik, dan baper sebaper-bapernya yang bikin kita mikir "kenapa ga sebaik mereka?"
Kelak kalau berkeluarga, baperlah kalau kita dibantu oleh keluarga lain. Dan jika bisa, banyaklah bersedekah sampai keluarga lain baperan hingga sepenuh hati mendoakan keluargamu.
Andai hatimu gak baper karena kebaikan, bisa jadi hatimu telah mati. Ya, mati.
Jika kamu mampu, tetap pendam dan biarkan ia padam dengan sendirinya, rasa itu.
Seiryu28
Jangan suka baperan untuk hal apapun, karena ia akan mengikis bahagia yang seharusnya kita bisa rasa.
(Vivi Aramie)
Sebenarnya....
Kitanya yang baperan,
atau
Merekanya yang tidak bisa memfilter omongan?
-aicitea-
Siapa bilang jarak menciptakan rindu. Buktinya kesibukan juga. @jaresayang_