Pertemuan Semalam dengan Ingatan
Di tengah tempat tidur, seperti malam biasanya, menghabiskan berlembar-lembar halaman buku untuk mengantar kantukku. Entah di daftar lagu ke berapa aku menemukan lagu yang dulu kerap kali diputar dan terngiang di kepala. Seketika ingatan kembali begitu saja. Seperti sudah pada alurnya, malam ini harus bertemu denganmu di ingatan. Sebelumnya, pagi tadi sekilas melihat potretmu yang tersimpan rapi di halaman buku. Itu belum terlalu mengusik bagiku, mungkin karena pagi tidak pandai melukiskan bayang-bayang. Atau aku yang sudah mahir menghindari tumpukan kamu di kenangan.
Sebentar memejamkan mata untuk tidak menghindar ke mana-mana, untuk dengan lapang hati menerima kehadiranmu malam ini. Sepotong-potong percakapan juga dihadirkan, tentang perdebatan dan teriakan, dan tetesan-tetesan kesedihan yang mungkin tidak bisa terimpaskan. Apa yang harus kutebus jika berat hatiku melambatkan langkahmu selama beberapa waktu. Tapi bukankah kini sudah berbahagia dengan pilihanmu kala itu?
Tidak ada beban yang lebih ringan daripada mengikhlaskan, begitu yang kupercaya tentang kita. Meskipun sebenarnya kita tidak pernah percaya apakah benar-benar ada yang membuat kita bertahan satu sama lainnya. Meskipun kita tidak pernah tahu apa yang seharusnya dijaga jika tidak pernah ada. Karena pembicaraan kita tentang cinta tidak pernah mencapai ujungnya. Kamu selalu kembali ke nyatamu dan aku selalu kembali ke anganku. Berbagai macam perkataan dan ucapan yang kita anggap doa baik saat itu tidak pernah berusaha menjadi nyata. Sama seperti kita. Pada akhirnya dengan hanya dipercaya saja tak bisa memuat yang fana menjadi ada.
Tentangmu dan tentang kita yang susah payah kuhindari ternyata bukan pilihan yang bijaksana. Hanya perlu berdamai dan tersenyum saat mengingatnya. Menjadikan yang baik pada jalan selanjutnya. Menjadikanmu tetap yang terbaik, selama tidak pernah menganggap yang lalu adalah kesalahan.
Pertemuan denganmu malam ini tidak membuatku kembali berlari-lari, aku sudah cukup pandai mengatur langkah supaya tidak lelah.
-Ririnsetya September, 21 at 2.45am









