Keinginan kuat memiliki membuat kita seringkali lupa bahwa ia pun milik Tuhannya


#interview with the vampire#iwtv#assad zaman#the vampire armand

seen from Netherlands

seen from Türkiye

seen from France
seen from United Kingdom
seen from Netherlands

seen from Netherlands
seen from China
seen from Germany

seen from Iraq
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United Kingdom

seen from Singapore
seen from Netherlands
seen from United States
seen from Latvia
seen from China

seen from United States

seen from Finland
Keinginan kuat memiliki membuat kita seringkali lupa bahwa ia pun milik Tuhannya
Titik terlelah mencintai adalah ketika kau berdoa bukan untuk memiliki tetapi untuk mengingkhlaskan dia.
Rianty Atin (Youtube’s commentator)
Memiliki
Cita-citaku untuk saat ini cuma satu; aku bisa menjawab pertanyaan “apa kamu baik-baik saja?” dengan kalimat “iya aku baik-baik saja, karena ada kamu.”
Terserah “kamu” di sini dengan status apa. Entah itu teman, sahabat, abang, kakak, adik, kekasih, guru, mentor, bahkan orang tua angkat. Terserah. Selama masih berwujud manusia.
- Pekanbaru, 19 Agustus 2021
Jangan merasa memiliki untuk apapun yang ada didunia ini,tapi merasalah "dititipi" agar kamu tidak berlaku semena mena dengan apa yang mampu kamu genggam.
Karna ketika merasa dititipi pasti akan timbul rasa untuk bertanggung jawab dan menjaganya. Maka ketika titipan itu diminta kembali oleh pemiliknya kita bisa ikhlas dan lapang karna kita menyadari memang itu bukan milik kita.
Makna yang berbeda.
Dunia itu hakikatnya mengikat, sedangkan akhirat itu hakikatnya melepas.
Siapa yang lebih mengenal dunianya, maka ia akan lebih mengenal arti dari kepemilikan.
Siapa yang lebih mengenal akhiratnya, maka ia juga akan lebih mengenal arti dari kepemilikan.
Keduanya mengenal kata yang sama, namun memiliki makna yang berbeda.
-Amru
Sekuat apapun kamu bertahan, pada akhirnya kamu akan menyerah pada sesuatu yang memang bukan untukmu.
Waktu selalu punya cara untuk menjawab ketetapannya.
Ia selalu memisahkan apa-apa yang memang bukan menjadi hakmu.
Setiap hal sudah pada takarannya sendiri.
Apa yang membuatmu tidak tenang menjalaninya, barangkali ada yang salah dengan caramu mendapatkannya.
Bisa jadi itu memang bukan milikmu. Bisa jadi ada hak orang lain yang sudah kamu ambil.
Sesuatu yang tidak semestinya menjadi bagianmu, selalu hilang entah bagaimana caranya.
Termasuk dengan cara yang menyakitimu. Termasuk dengan cara yang sulit kamu terima.
—ibnufir
Semakin banyak hal yang dipikirkan,
Seringkali membuat seseorang malah meninggalkan hal-hal yang seharusnya dikerjakan.
Karena terlanjur dibuat pusing dan lelah oleh pikirannya.
Jadi.. yasudahlah.
Padahal hidup ini,
Yaitu Kamu menjalani waktu sekarang untuk lebih baik dari waktu-waktu sebelumnya.
Hanya itu dan cukup itu.
Bukan memperbanyak hal yang dipikir yang justru malah membuat dirimu khawatir.
-Lu'lu